Pengaruh Perbedaan Kecepatan Arus Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Ptilophora pinnafitida) pada Bak Percobaan dengan Metode Longline di Balai Budidaya Laut Lombok, Nusa Tenggara Barat,

GatutSetyoNugroho (2008) Pengaruh Perbedaan Kecepatan Arus Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Ptilophora pinnafitida) pada Bak Percobaan dengan Metode Longline di Balai Budidaya Laut Lombok, Nusa Tenggara Barat,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Rumput laut merupakan komoditi yang sangat penting sehingga banyak sekali dibudidayakan. Diperlukan kondisi perairan yang tepat untuk menunjang budidaya rumput laut agar diperoleh hasil yang maksimal karena pertumbuhan rumput laut disuatu perairan tergantung pada kondisi lingkungan yang meliputi prameter fisika (suhu, arus, kecerahan dan salinitas) dan parameter kimia (pH, nitrat dan phospat). Aktivitas manusia disekitar pantai juga dapat mempengaruhi pertumbuhan rumput laut. Jenis rumput laut Ptilophora pinnafitida merupakan spesies yang baru ditemukan di perairan intertidal dengan kedalaman sekitar 100 meter. Jenis ini memiliki kualitas di atas rata-rata dari bahan kertas yang berbahan baku kayu, dimana seratnya lebih halus dan homogen sehingga menghasilkan kualitas kertas yang lebih baik jika dibandingkan dengan yang terbuat dari bahan kayu. Jenis rumput laut ini sarinya dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan agar-agar, sementara sisa ampasnya dapat digunakan untuk bahan baku utama bubur kertas penghasil kertas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecepatan arus yang berbeda terhadap pertambahan berat basah rumput laut jenis P. pinnafitida pada bak percobaan dengan metode long line. Penelitian ini dilakukan di Instalansi Budidaya Rumput Laut, Stasiun Gerupuk, Balai Budidaya Laut Lombok, Nusa Tenggara Barat. Waktu pelaksanaan penelitian ini pada bulan Maret sampai Mei 2008. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, yaitu mengadakan observasi di bawah kondisi buatan, dimana kondisi tersebut diatur oleh si peneliti dengan tujuan untuk melihat suatu hasil yang menggambarkan hubungan kausal variabel-variabel yang diteliti dan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), karena media yang digunakan bersifat heterogen sehingga yang mempengaruhi hasil penelitian adalah faktor lingkungan dan faktor perlakuan. Sedangkan pengambilan data dengan cara observasi langsung, yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki. Penelitian menggunakan 4 perlakuan yaitu kecepatan arus 0, 20, 30 dan 40 cm/dtk dimana pada masing-masing perlakuan diambil 3 thallus berdasarkan atas sebaran arus yang melewatinya, dimana A1, B1, C1 dan D1 merupakan thallus yang mendapatkan sebaran arus paling besar. A2, B2, C2 dan D2 merupakan thallus yang mendapatkan sebaran arus yang tidak terlalu besar, sedangkan A3, B3, C3 dan D3 merupakan thallus yang mendapatkan sebaran arus paling lambat. Parameter kualitas air yang diambil yaitu suhu, kedalaman, salinitas, pH, nitrat dan ortophospat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa pertambahan berat P. pinnafitida dengan berat awal 20 gr mencapai berat untuk perlakuan tanpa arus 21, 333 gr (0,46%), kecepatan arus 20 cm/dtk 27,333 gr (0,66 %), kecepatan arus 30 cm/dtk 35, 667 gr (1,01 %) dan kecepatan arus 40 cm/dtk 48 gram (1,93 %) pada umur 70 hari. Pertambahan berat thallus rumput laut yang terbaik adalah pada kecepatan arus 40 cm/dtk, karena thallus rumput laut memperoleh penyebaran nutrien yang cukup merata, selain itu dengan adanya arus yang cukup kuat dapat meminimalisir fluktuasi suhu dan salinitas. Berdasarkan hasil analisa sidik ragam dapat ditunjukkan bahwa diantara perbedaan kecepatan arus 0, 20, 30 dan 40 cm/dtk (perlakuan) didapatkan hasil yang berbeda sangat nyata terhadap pertambahan berat dengan nilai F hitung (606.63) > F tabel 5% (4.76) dan F tabel 1% (9,78). Demikian pula pada saat pengamatan (kelompok) menunjukkan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap pertambahan berat P. pinnafitida dengan nilai F hitung (24.29) > F tabel 5% (5,14) dan F tabel 1% (10,92). Hasil uji BNT terhadap perlakuan didapatkan hasil bahwa kecepatan arus 0, 20, 30 dan 40 cm/dtk didapatkan hasil sangat berbeda nyata, dengan urutan perlakuan terbaik yaitu : 40, 30, 20, 0 cm/dtk. Hasil uji BNT terhadap kelompok didapatkan bahwa thallus yang mendapatkan sebaran arus berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertambahan berat rumput laut P. pinnafitida dengan urutan kelompok terbaik yaitu : Kelompok I, Kelompok II, Kelompok III. Adanya perbedaan yang sangat nyata ini disebabkan karena pada kelompok I, thallus mendapat sebaran arus yang kuat sehingga lebih banyak mendapatkan sebaran nutrien. Berdasarkan hasil pengamatan visual terhadap P. pinnafitida pada saat penelitian diketahui bahwa pada minggu ke 0-4 thallus dominan berwarna hijau muda, hal ini disebabkan karena thallus masih berada dalam fase thallus muda. Pada awal fase vegetatif thallus dominant berwarna hijau muda hingga hijau, berukuran 1--3 cm. Setelah minggu ke 4 terjadi perubahan visual warna thallus dari hijau muda, hijau menjadi coklat. Perubahan ini disebabkan karena thallus sudah berada pada fase dewasa. Setelah minggu ke 6 terjadi perubahan visual warna thallus dari coklat berubah menjadi warna merah dan ini .terus berlangsung hingga minggu ke10, dimana pada minggu ke- 10 adalah umur panen rumput laut yaitu 70 hari. Parameter kualitas air selama penelitian yaitu rata-rata suhu perairan berkisar antara 26 – 36 0C, salinitas antara 27-36 0/00, pH berkisar antara 7 – 8, kedalaman berkisar antara 45-60 cm, konsentrasi nitrat berkisar antara 0,124 - 0,258 μg/l dan konsentrasi ortofosfat berkisar antara 0,035 – 0,154 μg/l. Kondisi kualitas air pada bak penelitian yang dialiri arus masih mendukung untuk pertumbuhan P. pinnafitida. Hasil analisa regresi linier sederhana diperoleh persamaan garis regresi untuk koefisien suhu (Y = 13.716x - 823.82), salinitas (Y = 9.61x - 451.68), pH (Y = 1276.67x - 27196), kedalaman (Y = 11.140x – 1465.37), nitrat (Y = 942.723x – 28.371) dan ortophospat (Y = 6325.27x – 1236.82). Berdasarkan nilai r hitung abslut, didapatkan nilai tertinggi pada koefisien nitrat yaitu sebesar 97% yang berarti nitrat memiliki pengaruh yang erat terhadap prtambahan berat P. pinnafitida .

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/136/050901095
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 28 Apr 2009 10:26
Last Modified: 20 Oct 2021 04:59
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132441
[thumbnail of 050901095.pdf]
Preview
Text
050901095.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item