Pengaruh Pemberian Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Berformalin Per Oral Per 1 Bulan Terhadap Kerusakan Ginjal Induk Mencit (Mus musculus)

BayuKusuma (2008) Pengaruh Pemberian Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Berformalin Per Oral Per 1 Bulan Terhadap Kerusakan Ginjal Induk Mencit (Mus musculus). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Ikan segar merupakan salah satu bahan pangan yang bersifat perishable food. Pengawet biasanya ditambahkan untuk memperpanjang daya simpannya. Dewasa ini maraknya penggunaan formalin (bahan pengawet berbahaya) sebagai bahan pengawet menjadi kontroversial di masyarakat. Formalin dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh bahkan tingkatan organ, namun belum ada penelitian mengenai dampak formalin dalam dosis sangat rendah dengan paparan berulang. Organ dalam tubuh yang menjadi sasaran formalin adalah ginjal. Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi untuk detoksifikasi. Sel-sel penyususn ginjal mudah mengalami nekrosis akibat formalin yang dapat menyebabkan terjadinya ischemia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu gambaran mengenai pengaruh pemberian ikan nila (Oreochromis niloticus) berformalin per oral per 1 bulan terhadap kerusakan ginjal mencit (Mus musculus). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi dasar Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang pada bulan September – Desember 2007. Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap. Analisa lanjutan yang digunakan adalah analisa Duncan. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa dari analisa statistik uji kreatinin berbeda nyata antara perlakuan dengan kontrol. Kreatinin merupakan zat yang tidak boleh lolos dari filtrasi glomerulus. Lolosnya glomerulus mengindikasikan bahwa terjadi kerusakan pada glomerulus ginjal mencit. Hasil pengamatan irisan ginjal mencit didapatkan bahwa terdapat glomerulus yang mengecil. Kerusakan juga terjadi pada tubulus ginjal. Uji statistik nekrosis tubulus ginjal menghasilkan beda nyata antara perlakuan dengan kontrol. Kerusakan tubulus yang terjadi mengarah pada Acute Tubular Necrosis. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi kerusakan glomerulus pada ginjal mencit akibat paparan ikan berformalin 0,2 ppm dan 0,5 ppm formalin per oral per 1 bulan. Kerusakan tubulus juga diakibatkan oleh paparan ikan beformalin 0,5 ppm, ikan berformalin 0,2 ppm tidak memberikan kerusakan yang signifikan terhadap tubulus ginjal mencit.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/100/050803249
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 29 Oct 2008 10:13
Last Modified: 20 Oct 2021 04:17
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132408
[thumbnail of 050803249.pdf]
Preview
Text
050803249.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item