Kandungan Nitrogen (N), Fosfor (P) Dan Karbon (C) pada Serasah Mangrove di Desa Mangonharjo Kecamatan Mayangan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

ToniPujiHaryanto (2008) Kandungan Nitrogen (N), Fosfor (P) Dan Karbon (C) pada Serasah Mangrove di Desa Mangonharjo Kecamatan Mayangan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Mangrove di Desa Mangunharjo sebagian besar telah mengalami kerusakan, misalnya lahan mangrove dijadikan tambak masyarakat. Selama ini informasi tentang mangrove masih belum cukup, padahal mangrove berperan sangat penting untuk menjaga kelestarian pesisir Probolinggo khususnya di Desa Mangunharjo dan sekitarnya. Oleh sebab itu penelitian tentang kandungan Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Karbon (C) pada serasah mangrove perlu dilakukan mengingat pentingnya peranan mangrove dalam menyumbang bahan organik bagi lingkungan sekitar mangrove dan untuk upaya pelestarian wilayah pesisir. Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah untuk mengetahui komunitas mangrove Desa Mangunharjo, Mengatahui kandungan Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Karbon (C) pada serasah mangrove berdasarkan jenis untuk semua organ tanpa memperhatikan ukuran batang di kawasan mangrove Desa Mangunharjo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survai langsung ke lapang. Penentuan stasiun penelitian dilakukan berdasarkan tata guna lahan, stasiun I terletak di pantai Mangunharjo dekat dengan pemukiman penduduk, stasiun II dekat dengan pertambak, stasiun III dekat dengan pelabuhan perikana. Pengambilan sampel mangrove menggunakan metode sampling acak. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan petak ukur ganda yang berbentuk bujur sangkar berukuran 20×20 m2 untuk mengamati tumbuhan tingkat pohon, 10×10 m2 untuk mengamati tumbuhan tingkat tiang, 5×5 m2 untuk mengamati tumbuhan tingkat pancang..Analisis Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Karbon (C) serasah mangrove dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang Vegetasi mangrove yang ditemukan meliputi 5 jenis dari 3 family, yaitu Family Avicenniaceae ( Avicennia alba dan Avicennia marina ), Family Rhizophoraceae ( Rhizophora apiculat dan Rhizophora mucronat ), Family Sonneratiace ( Sonneratia alba ). Di stasiun I hanya ditemukan jenis Avicennia alba dengan nilai kerapatan jenis pada tinggkat pohon adalah 37 tingkat tiang 380 dan tingkat pancang adalah 3100, di stasiun II nilai kerapatan jenis tertinggi pada tinggat pohon adalah jenis Avicennia alba yaitu 142 sedangkan pada tingkat tiang dan pancang adalah jenis Rhizophora mucronata yaitu masing-masing 1300 dan 1467, di stasiun III pada tingkat pohon dan tiang tertinggi adalah jenis Avicennia alba masing-masing 167 dan 933 sedangkan tingkat pancang tertinggi adalah jenis Avicennia marina yaitu sebesar 800. Pada semua stasiun nilai kerapatan pada tingkat pancang lebih besar dibandingkan dengan nilai kerapatan pada tingkat pohon. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat permudaan berjalan baik sehingga akan terjadi regenerasi mangrove pada semua stasiun. Untuk itu perlu dilakukan usaha konservasi (perlindungan) pada semua stasiun karena pada beberapa jenis penyebarannya tidak merata. Hasil pengukuran faktor lingkungan diperoleh hasil sebagai berikut : suhu normal berkisar antara 27,3 – 27,7 0C, pH agak asam berkisar antara 6,2 -6,51, salinitas normal 29,3 – 31,3 ppt, dan tekstur tanah lempung sampai lempung berpasir. Kandungan nitrogen (N) terendah yang terdapat pada serasah mangrove untuk semua jenis organ dengan tidak memperhatikan ukuran batang mangrove di kawasan mangrove Mangunharjo adalah jenis Sonneratia sp yaitu sebesar 0,363 % - 0,369 %, sedangkan kandungan nitrogen tertinggi adalah dari jenis Avicennia marina yaitu sebesar 0,574 % – 0,581 %. Kandungan fosfor (P) terendah adalah jenis Rhizophora apikulata yaitu sebesar 0.0212 % - 0.0209 %, sedangkan kandungan nitrogen tertinggi adalah dari jenis Avicennia marina yaitu sebesar 0,0365 % – 0,0366 %. Kandungan karbon (C) terendah adalah jenis Sonneratia sp yaitu sebesar 8,34 % - 10,17 %, sedangkan kandungan nitrogen tertinggi adalah dari jenis Rhizophora mucronata yaitu sebesar 73,59 % – 73,70 %. Kandungan nitrogen (N), fosfor (P) karbon (C) berbeda pada tiap jenis serasah mangrove dan berbeda juga pada jenis serasah mangrove yang sama tapi berbeda tempat. Jenis mangrove dengan kandungan nitrogen (N), fosfor (P) karbon (C) tinggi belum tentu mempunyai produksi serasah yang tinggi juga Perlu adanya penelitian lanjutan tentang kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan karbon (C) pada masing-masing bagian serasah mangrove dan tingkatan tegakan mangrove. Perlu adanya penelitian lanjutan tentang kandungan makronutrien yang lain. Perlu adanya kegiatan konservasi (perlindungan) pada kawasan mangrove Mangunharjo karena pada beberapa jenis penyebarannya tidak merata. Hal ini mengingat pentingnya peranan mangrove dalam menyumbang bahan organik

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/050803090
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 18 Oct 2008 10:29
Last Modified: 20 Oct 2021 04:14
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132402
[thumbnail of 050803090.pdf]
Preview
Text
050803090.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item