Pengaruh Cara Perendaman dan Konsentrasi Larutan Formalin dalam Pembuatan Cumi-cumi (Loligo pealei) Asin Serta Proses Pengolahan Terhadap Residunya

MeilynaSriWijayanti (2007) Pengaruh Cara Perendaman dan Konsentrasi Larutan Formalin dalam Pembuatan Cumi-cumi (Loligo pealei) Asin Serta Proses Pengolahan Terhadap Residunya. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Formalin merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet mayat atau preparat biologi, antiseptik toilet, dan disinfektan. Namun akhir-akhir ini kembali marak diberitakan penggunaannya sebagai pengawet makanan terutama produk perikanan (baik ikan segar, cumi-cumi maupun ikan asin). Padahal larangan penggunaan formalin untuk pangan telah diatur dalam Peraturan Menteri kesehatan No 1168/Menkes/PER/X/1999. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian tentang residu formalin dalam cumi-cumi asin setelah proses pengolahan menjadi sambal goreng cumi-cumi asin. Metode yang digunakan dalam penelitian pendahuluan adalah metode deskriptif. Penelitian pendahuluan bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalin dalam cumi-cumi asin yang beredar di Malang yang diwakili oleh daerah sampling pasar Besar dan pasar Blimbing Sedangkan metode yang dilakukan dalam penelitian inti adalah metode eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara perendaman larutan formalin sebelum maupun sesudah penggaraman serta variasi konsentrasi perendaman larutan formalin terhadap nilai residunya setelah proses pengolahan menjadi sambal goreng. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian inti adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 3 kali ulangan, dimana perlakuannya terdiri dari dua faktor yaitu konsetrasi perendaman larutan formalin yang terdiri dari 3 level yaitu 1% (1), 2% (2) dan 3% (3) dan faktor yang kedua yaitu cara perendaman yang terdiri dari dua level perendaman larutan formalin sebelum penggaraman (A1) dan perendaman sesudah penggaraman (A2). Hasil survey pasar menunjukkan pedagang cumi-cumi asin di Malang hanya dapat dijumpai di pasar Blimbing dan pasar Besar, dimana keduanya positif mengandung formalin dengan konsentrasi berturut-turut yaitu sebesar 3,3412% dan 3,3257%. Sampel cumi-cumi asin dari kedua pasar tersebut berasal dari daerah yang sama yaitu Tuban. Sedangkan hasil penelitian inti menunjukkan rata-rata kadar formalin dalam cumi-cumi asin sebelum dimasak sebesar 0,2116%-0,5974%. Kadar formalin rata-rata cumi-cumi asin setelah dimasak sebesar 0,0690%-0,1956%. Proses pengolahan menjadi sambal goreng dapat menurunkan kadar formalin dalam produk sebesar 66,3732%-67,3789%. Kadar air cumi-cumi asin berkisar antara 45,3355%-49,6178%. Sedangkan kadar air sambal goreng cumi-cumi asin berkisar antara 52,0100%-57,5804%. Berdasarkan analisis sidik ragam menunjukkan bahwa cara perendaman baik sebelum atau sesudah penggaraman tidak berpengaruh nyata terhadap kadar formalin dan kadar air cumi-cumi asin baik sebelum maupun sesudah diolah. Sedangkan perlakuan konsentrasi berpengaruh nyata terhadap kadar formalin dan kadar air pada produk baik sebelum maupun sesudah diolah dimana semakin tinggi konsentrasi larutan perendaman maka semakin tinggi kadar formalin dan kadar air dalam daging cumi-cumi asin.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/97/050803135
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 21 Oct 2008 15:29
Last Modified: 20 Oct 2021 04:09
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132398
[thumbnail of 050803135.pdf]
Preview
Text
050803135.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item