Pengaruh Paparan Berulang 0,5 ppm Ikan berformalin Terhadap Perubahan Fisiologis Mencit (Mus musculus) Jantan Turunan Pertama (F1) Dari Induk Yang Terpapar Ikan Berformalin Selama 3 Bulan

HildaYunitaSari (2007) Pengaruh Paparan Berulang 0,5 ppm Ikan berformalin Terhadap Perubahan Fisiologis Mencit (Mus musculus) Jantan Turunan Pertama (F1) Dari Induk Yang Terpapar Ikan Berformalin Selama 3 Bulan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Formalin merupakan campuran dari 37 – 40 % formaldehid, dalam 53 – 60 % air dan 10 – 15 % metal alkohol (methanol) sebagai stabilisator untuk memperlambat atau menghindari polimerisasi formaldehid menjadi paraformaldehid yang padat. Merupakan larutan yang tidak berwarna dengan bau yang menusuk. Digunakan sebagai desinfekstan dan pengawet pada pengawetan jaringan atau spesimen. Formalin mampu mempertahankan bentuk jaringan tubuh sekaligus membunuh dan melindungi dari bakteri yang dapat menyebabkan kebusukan. Daya pengawetnya tersebut menyebabkan beberapa produsen makanan dan nelayan mengambil jalan pintas dengan menggunakan formalin sebagai bahan pengawet pada produk mereka yang memiliki sifat mudah rusak atau busuk. Formalin merupakan zat kimia yang sangat irritant dan sangat mudah diserap melalui saluran pernapasan dan pencernaan. Pemakaian formalin dalam makanan dapat menyebabkan keracunan pada organ fungsional, kerusakan hati dan ginjal. Formalin bersifat karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker dan dapat menyebabkan mutasi pada organ, sel dan gen. Asosiasi Kanker Dunia (IARC) sepakat menggolongkan formalin pada kelompok 1A, yaitu sebagai zat keras yang menyebabkan kanker, terutama lewat pemaparan kronik (sering dan berulang). Formalin yang masuk kedalam tubuh akan bereaksi dengan protein dan asam nukleat serta membentuk ikatan silang (cross-link) yang kuat dan akan mengganggu ekspresi genetik normal, mengacaukan data informasi genetik dan menyebabkan penyakit-penyakit genetik baru yang mungkin akan muncul. Bila gen-gen rusak itu diwariskan, maka akan terlahir generasi dengan cacat gen. Berdasarkan uraian tersebut formaldehid yang ada pada ikan yang diawetkan dengan formalin diduga dapat memiliki pengaruh yang lebih besar pada fisiologis turunan pertama (F1) mencit daripada induk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2006 sampai bulan Januari 2007 di Laboratorium Biomolekuler Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan berulang 0,5 ppm ikan berformalin terhadap fisiologis mencit (Mus musculus) jantan dari induk yang terpapar ikan berformalin selama 3 bulan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Masing-masing kontrol dan perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 6 kali dengan pengambilan secara acak. Data yang diperoleh dipersentasikan sebagai nilai rata-rata ± simpangan baku (Mean ± SD) dan dianalisis secara statistik dengan nilai uji-t berpasangan menggunakan perangkat lunak komputer Minitab. Nilai p<0,05 dinyatakan sebagai perlakuan yang memberikan pengaruh. Parameter uji yang digunakan meliputi berat organ (lambung, usus, hati, dan ginjal), tes fungsi hati (SGOT,SGPT, albumin, dan globulin), tes fungsi ginjal (kreatinin dalam darah) dan kadar formaldehid dalam darah serta pengamatan observasi klinis setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 0,5 ppm ikan berformalin pada turunan pertama (F1) mencit dari induk yang terpapar ikan berformalin selama 3 bulan memberikan pengaruh terhadap berat organ hati, limpa, nilai albumin, keratinin dan kadar formaldehid dalam darah (p<0,05). Perlakuan tidak memberikan perngaruh terhadap berat organ lambung, usus, ginjal, nilai SGPT, SGOT dan globulin (p>0,05). Terjadi peningkatan persentase gejala klinis diantaranya rambut berdiri 40 %, badan lemas 20 % dan penurunan berat badan 6,67%. Dari pengamatan makroskopis mencit yang mati didapatkan terjadi perubahan warna pada organ hati dan ginjal yang menjadi pucat serta gelembung pada usus dan lambung. Pada penelitian tidak ditemukan adanya cacat morfologik, tetapi diduga pada turunan (F1) telah terjadi cacat genetis.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/83/050803121
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 20 Oct 2008 09:19
Last Modified: 20 Oct 2021 03:57
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132383
[thumbnail of 050803121.pdf]
Preview
Text
050803121.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item