Pengaruh konsumsi tepung agar-agar (Gelidium spp.) hasil alkali treatment terhadap kadar lipid serum darah tikus wistar (Rattus novergicus) hiperlipidemia

AsiPebrinaCicilia (2008) Pengaruh konsumsi tepung agar-agar (Gelidium spp.) hasil alkali treatment terhadap kadar lipid serum darah tikus wistar (Rattus novergicus) hiperlipidemia. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kadar kolesterol darah yang tinggi beresiko munculnya penyakit jantung koroner. Salah satu cara untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung adalah dengan mengubah pola hidup sehari-hari, seperti berolah raga yang teratur dan mengubah pola makan, yaitu dengan banyak mengkonsumsi makanan yang rendah lemak dan tinggi serat. Sifat yang paling menonjol dari serat pangan yang bersifat larut adalah kemampuannya untuk menurunkan kolesterol darah, sehingga dapat mencegah penyakit jantung dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Rumput laut merupakan salah satu komoditi perikanan yang banyak mengandung serat. Oleh karena itu perlu dimanfaatkan lebih optimal, diantaranya sebagai makanan fungsional yang menyehatkan misalnya dimodifikasi menjadi tepung agar-agar melalui proses ekstraksi dengan menggunakan bahan alkali treatment yang berbeda. Tepung agar-agar Gelidium spp. mengandung serat yang cukup tinggi (±68,5639%), yang diduga bahwa serat makanan pada tepung agar-agar Gelidium spp. mampu menurunkan kadar lipid darah tikus wistar ( Rattus novergicus ). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) dan Laboratorium Pangan dan Gizi, Pusat Antar Universitas (PAU) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan Agustus- Oktober 2006. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi tepung agar-agar ( Gelidium spp.) hasil ekstraksi dengan alkali (basa) NaOH, KOH, dan Ca(OH) 2 terhadap penurunan kadar lipid darah tikus wistar. Sedangkan tujuan penelitian secara khusus adalah untuk menentukan jenis alkali yang paling optimal menurunkan kadar lipid darah serta untuk menentukan konsentrasi serat dalam ransum pakan yang paling optimal menurunkan kadar lipid darah tikus wistar, dan untuk mengetahui pengaruh kekuatan gel dari tepung agar-agar hasil ekstraksi dengan NaOH, KOH, dan Ca(OH)2 terhadap penurunan kadar lipid darah. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan (n=3). Faktor perlakuan tersebut terdiri dari faktor penggunaan alkali pada proses alkali treatment (A) yang terdiri NaOH(A1), KOH (A2) dan Ca(OH)2 (A3), dan faktor konsentrasi pemberian tepung agar-agar Gelidium spp. (B) yang terdiri dari konsentrasi 0% (B0), konsentrasi 7,5% (B1) dan konsentrasi 12,5% (B2). Serta lama pemberian (hari) sebagai kelompok pengamatan yang terdiri dari hari ke-0, 3, 6, 9, 12, 15 dan 18. Penelitian ini di rancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA ( Analysis of Variance ) dan dianalisis lebih lanjut dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur), dan uji T-Dunnet. Parameter uji meliputi analisa kadar proksimat (kadar air, protein, lemak, abu dan karbohidrat by difference) , ransum standar dengan CMC 5%, ransum kolesterol dan ransum perlakuan, kadar serat makanan secara enzimatis, jumlah ransum yang dikonsumsi, berat badan tikus, berat feses tikus, analisis kadar trigliserida, kadar kolesterol dalam darah dan kadar kolesterol pada feses. Penurunan kadar kolesterol darah pada tikus berbeda nyata dari hari ke-0 hingga hari ke18. Penurunan optimal untuk kadar kolesterol darah pada tikus terjadi pada hari ke-9. Penurunan kadar kolesterol darah pada tikus juga menunjukkan perbedaan yang nyata antara konsentrasi 7,5% dan konsentrasi 12,5%, dimana nilai kadar kolesterol darah tikus terendah diperoleh pada konsentrasi 12,5%. Begitupula untuk penurunan kadar trigliserida darah tikus, dimana nilai kadar trigliserida darah tikus perlakuan terendah diperoleh pada tikus perlakuan yang diberi tepung agar-agar hasil ekstraksi dengan KOH yang berbeda nyata dengan tikus perlakuan yang diberi tepung agar-agar hasil ekstraksi dengan NaOH dan tikus perlakuan yang diberi tepung agar-agar hasil ekstraksi dengan Ca(OH) 2. Penurunan kadar trigliserida darah tikus juga menunjukkan perbedaan yang nyata antara konsentrasi 7,5% dan konsentrasi 12,5%, dimana nilai kadar trigliserida darah tikus terendah juga diperoleh pada konsentrasi 12,5%. Perbedaan alkali dan konsentrasi tepung agar-agar sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya angka penurunan kadar lipid darah, dimana perlakuan dengan alkali KOH menunjukkan angka penurunan kadar lipid darah (kolesterol dan trigliserida) yang tertinggi. Semakin tinggi konsentrasi juga menyebabkan semakin tinggi penurunan kadar lipid serum darah. Turunnya kadar lipid ini disebabkan oleh pengaruh serat makanan dari tepung agar-agar yang mampu menghambat penyerapan lipid dalam pencernaan dan akan mengikatnya serta langsung membuangnya bersama dengan feses. Jika dilihat dari hasil analisis kekuatan gel, maka dapat diketahui bahwa kekuatan gel juga berpengaruh terhadap penurunan kadar lipid darah (kolesterol dan trigliserida), dimana semakin tinggi kekuatan gel agar-agar maka akan semakin tinggi penurunan kadar lipid darah (kolesterol dan trigliserida) tikus wistar.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/76/050803114
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 18 Oct 2008 10:59
Last Modified: 19 Oct 2021 17:39
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132376
[thumbnail of 050803114.pdf]
Preview
Text
050803114.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item