IdentifikasiI Isi Lambung Ikan Belanak (Mugil dussumieri) Dari Ekosistem Mangrove Perairan Nguling Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur

TriHadiahW (2007) IdentifikasiI Isi Lambung Ikan Belanak (Mugil dussumieri) Dari Ekosistem Mangrove Perairan Nguling Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Ikan belanak sangat tergantung pada ketersediaan makanan yang ada di alam karena tidak dipelihara untuk menjaga ketersediaan pakan tersebut, maka perlu dipelajari tentang kebiasaan makanan ikan belanak terlebih dahulu. Kebiasaan makanan akan diketahui apabila dilakukan analisa makanan ikan yang ada di dalam lambung ikan. Perlu juga dipelajari makanan yang terdapat di perairan untuk dibandingkan dengan makanan yang ada dalam lambung ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis makanan yang terdapat dalam lambung Ikan Belanak ( Mugil dussumieri ) yang berada di sekitar kawasan mangrove dan untuk mengetahui komposisi serta kelimpahan fitoplankton maupun zooplankton yang ada di kawasan mangrove yang dilakukan di kawasan mangrove Desa Penunggul Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan dan dilaksanakan pada bulan April - Juni 2007. Penelitian dilakukan dengan metode survei untuk mengamati jenis makanan (fitoplankton dan zooplankton) yang ada dalam isi lambung ikan belanak ( Mugil dussumieri ). Ikan ditangkap dengan Gill net yang sudah didedahkan dalam air selama 1 jam. Kemudian diambil dari jaring dimasukkan ke dalam cool box yang berisi es dan dibawa ke laboratorium. Sampel ikan yang diperoleh kemudian dipisahkan menurut waktu penangkapan, dihitung jumlahnya dan diukur panjang total dan berat basah. Pengamatan jumlah makanan pada lambung ikan dilakukan di laboratorium. Ikan yang sudah dibedah, diambil lambungnya dan ditimbang (timbangan sartorius tipe AA250), lalu diawetkan kedalam larutan formalin 2 %. Untuk pengamatan, diambil lambung dan ditampung dengan gelas ukur dan diencerkan dengan aquades sampai volumenya menjadi 25 ml, lalu diaduk sampai homogen, sampel yang telah tercampur diambil 1 tetes dan diamati di bawah mikroskop binokuler merk Olympus dengan pembesaran 10 x 10 dan menghitung fitoplankton dan zooplankton yang ditemukan. Organisme plankton yang ditemukan dalam lambung ikan belanak ( Mugil dussumieri ) selama penelitian yaitu Phylum Chlorophyta, Chrysophyta, Cyanophyta, Protozoa dan Detritus. Ikan belanak yang tertangkap selama penelitian, yaitu sebesar 12 ekor (stasiun I dan II), sedangkan stasiun III sebesar 10 ekor dan mempunyai panjang saluran pencernaan dibandingkan panjang total tubuh ikan belanak berkisar antara 3,10 - 3,41 cm dengan panjang total tubuh ikan antara 13,9–18,3 cm. Ikan belanak dapat digolongkan kedalam ikan omnivora karena pemakan tumbuh-tumbuhan dan hewan dengan panjang saluran pencernaan antara ± 3 kali panjang total tubuh. Jumlah plankton yang diperoleh di daerah yang banyak dinaungi mangrove yaitu stasiun I sebesar 1134 ind/ml, stasiun II sebesar 1113 ind/ml dan di daerah dekat pemukiman yaitu stasiun III sebesar 1109 ind/ml. Kelimpahan plankton yang ditemukan selama pengamatan tidak berbeda. Kelimpahan jenis plakton tertinggi yang ditemukan di perairan yaitu Phylum Chrysophyta 79.7 % dan kelimpahan plankton terendah adalah Phylum Arthropoda 0.83 % sedangkan kelimpahan plankton tertinggi yang ditemukan pada lambung ikan adalah Phylum Chrysophyta 23.74 % dan kelimpahan plankton terendah adalah Phylum Protozoa 1.12 %. Frekuensi kejadian tertinggi terdapat pada Detritus (53 %) dan Phylum Chrysophyta yaitu jenis Rhizosolenia spp sebesar 38 % , frekuensi kejadian terendah yaitu phylum Protozoa jenis Hemidinium nasutum (3 %). Indeks keragaman plankton di perairan berkisar antara 2,91-3,31. Suhu di perairan berkisar antara 29 oC – 32 oC, nilai pH berkisar antara 7,3–8. Kadar salinitas berkisar antara 30 0/00 – 30,3 0/00. Kecerahan berkisar antara 0,27 – 0,32 m, kadar oksigen terlarut berkisar antara 7,5 – 8,14 mg/l. Kandungan karbondioksida berkisar antara 5,65-7,96 mg/l. Sedangkan hasil pengamatan nitrat selama penelitian berkisar antara 0,02 – 0,04 mg/l dengan kadar orthofosfat rata-rata berkisar antara 0,04 – 0,05 mg/l. Dapat disimpulkan bahwa ikan belanak ( Mugil dussumieri ) memanfaatkan plankton yang tersedia di perairan dan menyukai makanan terutama dari Phylum Chrysophyta dan Detritus. Detritus dan Phylum Chrysophyta jenis Rhizosollenia spp lebih banyak ditemukan di dalam lambung ikan belanak, apabila menghendaki membudidayakan ikan belanak disarankan untuk memanfaatkan Detritus dan fitoplankton jenis Rizosollenia spp sebagai makanannya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/74/050803093
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 18 Oct 2008 10:48
Last Modified: 19 Oct 2021 17:38
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132375
[thumbnail of 050803093.pdf]
Preview
Text
050803093.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item