Produktivitas Primer Dengan Metode Oksigen (Botol Gelap−Terang) di Waduk Selorejo Ngantang, Malang

SitiAlfiah (2007) Produktivitas Primer Dengan Metode Oksigen (Botol Gelap−Terang) di Waduk Selorejo Ngantang, Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di waduk Selorejo kecamatan Ngantang dan di laboratorium Ilmu−Ilmu Perairan Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang pada bulan Mei−Juli 2006. Waduk Selorejo merupakan perairan menggenang terbuka yang mendapat masukan bahan−bahan organik dan anorganik dari sungai−sungai yang mengalirinya dan juga pengaruh dari aktivitas manusia di sekitar waduk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas primer di waduk Selorejo dengan metode oksigen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung dilapangan. Pengukuran produktivitas primer dengan metode oksigen (Botol Gelap-Terang). Sedangkan untuk analisis kelimpahan fitoplankton dengan menggunakan rumus Lackey Drop. Lokasi pengambilan sampel dibagi menjadi 4 stasiun berdasarkan tata guna lahan yaitu stasiun I (daerah pariwisata), stasiun II (pertemuan sungai Konto dan sungai Pinjal), stasiun III (inlet dari sungai Kwayangan), dan stasiun IV (daerah dekat karamba ikan). Masing−masing stasiun diamati pada kedalaman 50 cm dan 150 cm. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak empat kali dengan selang waktu pengambilan selama satu minggu, hal ini disesuaikan dengan siklus hidup fitoplankton yaitu antara 4−7 hari. Berdasarkan hasil penelitian nilai produktivitas primer berkisar antara 0,141-2,25 gC/m3/hr. Nilai terendah terdapat pada stasiun II dan tertinggi terdapat pada stasiun I. Sedangkan kelimpahan fitoplankton berkisar antara 16.380-45.7981 ind/l. Kelimpahan terendah terdapat pada stasiun II dan tertinggi pada stasiun I. Komposisi jenis fitoplankton yang ditemukan ada 4 filum yaitu Chlorophyta (10 genus), Chrysophyta (10 genus), Cyanophyta (5 genus) dan Phyrrophyta (1 genus). Nilai indeks keragaman berkisar antara 1,78−3,29 yang berarti indeks keragaman di waduk Selorejo termasuk dalam kategori sedang sampai tinggi. Sedangkan nilai indeks dominansi berkisar antara 0,10−0,44 yang menunjukkan bahwa di waduk Selorejo tidak terjadi dominansi spesies. Hasil pengukuran kualitas air di waduk Selorejo anatra lain adalah suhu berkisar antara 24−26 oC; kecerahan berkisar antara 72−114 cm; derajat keasaman (pH) berkisar antara 6−7,8; karbondioksida bebas berkisar antara 1,79−4,99 mg/l; oksigen terlarut berkisar antara 5,69−11,25 mg/l; kadar nitrat nitrogen berkisar antara 0,022−0,183 mg/l dan kadar ortofosfat berkisar antara 0,013−0,088 mg/l. Dari hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa perairan waduk Selorejo termasuk dalam kisaran toleransi yang normal untuk fitoplankton dan organisme lainnya. Berdasarkan hasil analisis regresi menunjukkan bahwa produktivitas primer dengan fitoplankton mempunyai hubungan searah yang artinya dengan meningkatnya kelimpahan fitoplankton maka produktivitas primer akan meningkat pula. Untuk hasil analisis regresi kelimpahan fitoplankton dengan kadar nitrat juga menunjukkan hubungan yang searah dimana semakin tinggi kadar nitrat maka kelimpahan fitoplankton akan semakin meningkat. Sedangkan analisis regresi antara kelimpahan fitoplankton dengan ortofosfat pada kedalaman 50 cm menunjukkan hubungan yang berlawanan arah yang berarti semakin tinggi kadar ortofosfat maka kelimpahan fitoplankton akan semakin menurun, hal ini dikarenakan fitoplankton juga membutuhkan unsur hara makro disamping unsur hara mikro. Sedangkan analisis regresi kelimpahan fitoplankton dengan ortofosfat pada kedalaman 150 cm menunjukkan hubungan yang searah. Dilihat dari nilai produktivitas primer perairan waduk Selorejo termasuk dalam perairan yang tingkat kesuburannya sedang sampai tinggi. Sedangkan dilihat dari kelimpahan fitoplankton termasuk dalam perairan yang tingkat kesuburannya rendah, hal ini diduga karena pengambilan sampel pada botol gelap terang dilakukan mulai pagi hari sebelum matahari terbit yang kemungkinan fitoplankton masih melakukan migrasi sehingga tidak ikut terambil kedalam botol. Berdasarkan hasil pengukuran parameter kualitas air dapat dikatakan bahwa perairan waduk Selorejo termasuk dalam perairan yang tingkat kesuburannya sedang sampai tinggi (mesotrof−eutrof) dan baik untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme perairan. Dari hasil penelitian dapat disarankan bahwa perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang produktivitas primer pada musim yang berbeda agar diperoleh informasi baru untuk pengembangan dan peningkatan manfaat waduk Selorejo sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Sedangkan untuk pengelolaan perairan waduk yang berkelanjutan dan berkesinambungan terutama dalam usaha perikanan hendaknya perlu dibicarakan oleh sektor terkait seperti PT Jasa Tirta, pihak peneliti atau mahasiswa dan juga masyarakat sekitar.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/153/050803198
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 25 Oct 2008 08:22
Last Modified: 19 Oct 2021 16:42
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132282
[thumbnail of 050803198.pdf]
Preview
Text
050803198.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item