Pengaruh pemberian kalsium organik [cangkang telur ayam] terhadap jumlah produksi kista Artemia salina

WiwitPrastiyo (2007) Pengaruh pemberian kalsium organik [cangkang telur ayam] terhadap jumlah produksi kista Artemia salina. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Artemia adalah jenis pakan alami berupa udang renik air asin (brine shrimp). Artemia sangat dibutuhkan dalam usaha budidaya terutama dalam pembenihan ikan dan udang karena memiliki nutrisi alami yang baik. Keunggulan lainnya adalah Artemia dapat disediakan dalam jumlah yang cukup, tepat waktu, dan berkesinambungan melalui telur dorman / kista yang dapat diawetkan ( Ardi. et al, 2003). Cangkang telur merupakan sumber kalsium yang tersusun atas CaCO3 94 %, MgCO3 1 %, CO2PO4 1 %, dan bahan organik terutama protein sebanyak 4 % (Idris dan Imam, 1984). Artemia memerlukan kalsium untuk pembentukan cangkang yang tebal pada kista. Cangkang tersebut dibentuk oleh kerja glandula mucosa uterus (shell gland) yang akan mensekresikan bahan pembentuk cangkang dari kalsium karbonat (CaCO3) (Indarto, 1985). Dalam kondisi lingkungan yang ekstrim yaitu pada salinitas yang tinggi sampai 150 ‰ dan kandungan oksigen yang rendah, induk Artemia akan melindungi embrio yang dikandungnya dengan cangkang yang tebal dan kuat yang disebut kista (Mintarso, 2006). Kista yang dihasilkan oleh induk Artemia mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang ekstrim tersebut dan akan menetas menjadi naupli jika kondisi lingkungan sudah membaik (Mudjiman, 1983). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh pemberian kalsium organik terhadap jumlah produksi kista Artemia dan untuk mengetahui dosis kalsium organik yang tepat bagi Artemia untuk menghasilkan jumlah kista yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2007 di Laboratorium Basah Satuan Kerja Pembenihan Ikan Air Payau Sluke Kabupaten Rembang. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen dengan empat perlakuan, empat ulangan. Dosis kalsium organik yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0 %, 12,5 %, 25 %, dan 37,5 %. Pengamatan kualitas air meliputi suhu, salinitas, Oksigen terlarut, dan pH. Rancangan percobaan digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), data dianalisa menggunakan software MINITAB 13. Dosis kalsium organik yang terbanyak yaitu 37,5 % dapat menghasilkan kista ratarata sebanyak 722 butir dan dosis yang terendah (perlakuan kontrol) menghasilkan kista rata-rata sebanyak 243 butir. Dosis kalsium organik yang optimum dalam menghasilkan kista adalah 12,5 % karena mampu menghasilkan hampir tiga kali lebih banyak daripada kontrol yaitu sebanyak 659 butir, sedangkan dengan penambahan kalsium organik sebanyak 25 % dan 37,5 % jumlah produksi kistanya tidak berbeda nyata dengan dosis 12,5 %. Kondisi fisika kimia air selama penelitian sebagai berikut: suhu (29-31 °C), salinitas (80-125 ‰), pH (8-8,5), dan oksigen terlarut ± 3,81 ppm. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan dosis kalsium organik disekitar 12,5 % dari dosis pakan Artemia, untuk mengetahui dosis kalsium organik yang tepat dalam menghasilkan kista Artemia.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/152/050803197
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 24 Oct 2008 15:56
Last Modified: 19 Oct 2021 16:41
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132281
[thumbnail of 050803197.pdf]
Preview
Text
050803197.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item