Study Tentang Pengaruh Buangan Limbah Pabrik Kertas Leces Terhadap Kualitas Air Sungai Prono Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo

DiesyKurniasari (2007) Study Tentang Pengaruh Buangan Limbah Pabrik Kertas Leces Terhadap Kualitas Air Sungai Prono Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Seiring berkembangnya sektor industri dan pemanfaatan teknologi, tercipta produk-produk untuk mencapai sasaran peningkatan kualitas hidup, akibat dari kegiatan industri maka akan menimbulkan dampak lingkungan, menurut Daldjoeni (1979), dampak lingkungan merupakan perubahan apapun pada lingkungan, baik yang merugikan maupun yang bermanfaat. Menurut Mahida (1984), salah satu limbah lingkungan masyarakat adalah sampah cair yang terdiri dari air yang telah dipergunakan dalam 0,1% daripadanya berupa benda-benda padat yang terdiri dari zat organik dan bukan organik. Limbah yang diterima oleh perairan secara terus menerus, akan menyebabkan perubahan sifat fisika, kimia, dan biologi perairan tersebut. Menurut Sunu (2001), limbah cair dari industri pulp dan kertas mempunyai karakteristik tertentu khususnya COD yang tinggi dan zat pewarna, serta mengandung bahan organik, yang apabila masuk kedalam suatu perairan pasti akan mengakibatkan perubahan kualiatas perairan tersebut baik dalam sifat fisika, kimia, dan biologinya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh limbah yang dibuang oleh Pabrik Kertas Leces kedalam perairan sungai Prono Kecamatan Leces. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh buangan limbah Pabrik terhadap kualiatas air sungai, baik fisika, kimia, dan biologi, serta tingkat pencemaran yang terjadi di sungai Prono. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi secara langsung ke lapang, analisa data secara kualitatif dan kuantitatif. Penentuan pengambilan sampel didasarkan pada beban masukan limbah yang ada di sungai Prono Kecamatan Leces. Adapun teknik penghambilan sampel dilakukan di 5 stasiun dengan 3 kali pengulangan. Pengambilan sampel air yang meliputi faktor fisika (suhu udara, suhu air, kecepatan arus), faktor kimia (oksigen terlarut) di ukur insitu. Sedangkan faktor kimia lain (COD, TOM, dan ammonia) dianalisa di laboratorium. Hasil perhitungan WQI NSF di 5 stasiun diperoleh stasiun 4 (49,82) < stasiun 2 (52,98) < stasiun 3 (58,25) < stasiun 5 (63,97) < stasiun 1 (64,96). Berdasarkan hasil perhitungan pada masing-masing stasiun menunjukan bahwa kualitas air sungai Prono pada stasiun 4 tergolong jelek (tercemar berat), sedangkan staiun 1, 2, 3, dan 5 tergolong sedang (tercemar ringan).Rendahnya nilai indek kualitas air juga didukung oleh hasil perhitungan makrozoobenthos dengan menggunakan modifikasi indek SIGNAL, didapatkan bahwa stasiun 1 memiliki indek SIGNAL 4,2, stasiun 3 sebesar 4,36, dan stasiun 4 memiliki indeks SIGNAL 4,68 yang berarti dapat diinterpretasikan, sehingga stasiun 1,3 dan 5 termasuk tercemar sedang (4,00 – 4,90). Sedangkan pada stasiun 2 dan stasiun 4, setelah di skor didapatkan indeks SIGNAL untuk stasiun 2 sebesar 1,4 , dan stasiun 4 sebesar 2,625 yang dapat diinterpretasikan bahwa stasiun 2 dan 4 termasuk dalam tercemar berat. Nilai rata-rata suhu terendah pada stasiun 4 (250C) dan tertinggi (26.30C). Nilai rata-rata pH di 5 stasiun (6,33 sampai 7). Tinggi rendahnya nilai rata-rata pH dipengaruhi oleh bahan organik. DO tertinggi yakni pada stasiun 1 (6,8392) dan terendah di stasiun 4 (4,237). perbedaan nilai DO tergantung pada arus dan kandungan bahan organik perairan. Nilai COD tertinggi pada stasiun 4 (132,15 mg/l) sehingga semakin besar oksigen yang diperlukan agar bahan buangan dapat teroksidasi secara kimia. Kisaran rata-rata amonia di sungai Prono tergolong normal yakni <0.5, Tertinggi kandungan amonia pada stasiun 4 karena limbah pabrik kertas dan kegiatan penduduk (pertanian dan peternakan). Sedangkan nilai TOM tertinggi juga pada stasiun 4 (14,429). Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa limbah industri pulp dan kertas pada umumnya mengandung bahan organik yang tinggi, limbah cair pulp dan kertas mempunyai karakteristik tertentu khususnya COD yang tinggi dan zat pewarna. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian dimana pada staiun 4 memiliki nilai COD rata-rata 131,33 mg/l, dan nilai indek kualitas air yang tergolong jelek, yakni 49,82 dan didukung oleh modifikasi indek SIGNAL sebesar 2,62. Dari hasil penelitian diatas dapat disarankan kondisi sungai Prono yang mengalami pencemaran ini, membutuhkan partisipasi dari semua komponen baik masyarakat, pengelola pabrik dengan cara memperketat IPAL, maupun pemerintah dengan pengelolaan yang terpadu dari semua pengguna sumberdaya perairan sungai Prono, dalam melestarikan fungsi lingkungan hidup khususnya perairan sungai Prono., serta perlu dilakukan pengawasan dan pemantauan kualitas air sungai Prono dengan frekuensi yang teratur, sebagai suatu bentuk pengelolaan yang optimal dan lestari. Serta perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh limbah anorganik Pabrik Kertas Leces terhadap kualitas air Sungai Prono.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/151/050803196
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 24 Oct 2008 15:48
Last Modified: 19 Oct 2021 16:40
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132280
[thumbnail of 050803196.pdf]
Preview
Text
050803196.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item