Pengelolaan Sumberdaya Ikan Tuna dan Layang Hasil Tangkapan Nelayan Yang Didaratkan Di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Tenda Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo

AwalrushAndira (2007) Pengelolaan Sumberdaya Ikan Tuna dan Layang Hasil Tangkapan Nelayan Yang Didaratkan Di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Tenda Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pemanfaatan dan pengelolaan perikanan yang bijaksana memerlukan suatu pengetahuan yang utuh atas dinamika dari populasi-populasi ikan. Pengetahuan tersebut yang dapat diungkap melalui berbagai kegiatan pengkajian, mencakup pemahaman atas mekanisme produksi, pengaturan jumlah serta pengaruh penangkapan terhadap suatu stok. Selain itu, perlu diperhatikan jenis serta ukuran dan jumlah yang dapat ditangkap secara berkelanjutan oleh jumlah serta alat tangkap yang berbeda pada setiap wilayah pengelolaan perikanan. Tujuan penulisan Skripsi ini adalah untuk mengetahui tingkat eksploitasi sumberdaya ikan tuna dan layang yang didaratkan di PPI desa Tenda dan untuk mengetahui presepsi nelayan terhadap kondisi sumberdaya ikan di wilayah tersebut. Penelitian yang dilakukan dalam praktek ini adalah menggunakan metode secara deskriptif terhadap sistem pengeloaan Pangkalan Pendaratan Ikan Tenda Gorontalo beserta fasilitasnya, perkembangan nilai dan jumlah produksi, potensi perikanan serta pemasaran hasil perikanan dikota Gorontalo. Model pengelolaan sumberdaya PPI Tenda saat ini sepenuhnya bekerjasama dengan Taxi Mina Bahari sebagai lembaga pemberdayaan nelayan. Pengelolaan usaha Taxi Mina Bahari adalah program implementasi dari model Etalase Kelautan Perikanan Provinsi Gorontalo. Produksi ikan Tuna selama kurun waktu sepuluh tahun mengalami penurunan yang siknifikan (drastis), sedangkan untuk ikan layang masih mengalami peningkatan, walaupun diakhir tahun terjadi penurunan. Dari data yang ada bahwa produksi ikan Tuna yang didaratkan di PPI Tenda mencapai puncaknya pada tahun 2002 sebanyak 2.746,3 ton, dan ikan layang, mencapai puncaknya pada tahun 2003 sebanyak 4.360,9 ton. Penurunan produksi terjadi pada tahun 2004, untuk ikan Tuna produksinya sebanyak 157,2 ton sedangkan ikan Layang produksinya sebanyak 2.773,4 ton. Penurunan ini di akibatkan karena adanya penambahan armada (perahu atau kapal) perikanan yang dibarengi dengan kurangnya teknologi alat penangkapan dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan Schaefer model diketahui effort optimumnya untuk ikan Tuna 1273,4 unit alat tangkap, sedangkan unit alat tangkap Tuna yang ada disana effortnya sudah mencapai 2043 unit alat tangkap. Menurut persepsi masyarakat nelayan setempat, turunnya ikan Tuna disebabkan oleh meningkatnya penangkapan terhadap ikan layang, karena ikan layang ini merupakan makanan dari ikan tuna. Frequensi penangkapan ikan layang dengan menggunakan pukat cincin saat ini lebih intensif bila dibandingkan dengan penangkan ikan layang pada tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan analisis data Schaefer model yang telah dilakukan, effort nya sudah melebihi batas optimal yang diperbolehkan, sehingga persepsi nelayan tersebut kurang tepat. Stategi pengelolaan sumberdaya ikan khususnya ikan Tuna yakni dengan menetapkan pengaturan alat tangkap pancing ulur dikarenakan sudah over fishing. Sedangkan untuk ikan layang strategi pengelolaanya bisa ditingkatkan karena masih under fishing.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/141/050803187
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 23 Oct 2008 15:10
Last Modified: 19 Oct 2021 16:34
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132271
[thumbnail of 050803187.pdf]
Preview
Text
050803187.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item