Pemanfaatan Kayu Apu (Pistia stratiotes) untuk Menurunkan Kadar Cr pada Pengolahan Limbah Industri Penyamakan Kulit

AryWahyuNurani (2007) Pemanfaatan Kayu Apu (Pistia stratiotes) untuk Menurunkan Kadar Cr pada Pengolahan Limbah Industri Penyamakan Kulit. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Peningkatan industrialisasi dan kebutuhan hidup menimbulkan berbagai permasalahan yang serius seperti pencemaran sungai oleh limbah industri yang tidak diolah secara benar terlebih dahulu. Akibatnya tata kehidupan ikan-ikan dihancurkan dan kondisi perairan menjadi terganggu (Soemarwoto, 1984). Dan salah satu industri tersebut adalah industri penyamakan kulit. Limbah cair yang dihasilkan mengeluarkan bau yang menyengat dan pada proses penyamakan menggunakan proses “Chrome Tanning” yang menghasilkan limbah cair dengan kandungan Cr (Google, 2005). Kayu apu (Pistia stratiotes) merupakan gulma air yang umumnya tumbuh di daerah tropik, sering ditemukan di perairan air tawar yang menggenang atau mengalir lambat seperti sungai, danau dan kolam dengan kedalaman 1-700m dari permukaan laut. Tanaman ini berkembang biak dengan cepat, sehingga dalam waktu singkat dapat menutupi permukaan suatu perairan yang luas. Namun disini tanaman kayu apu mempunyai kemampuan dalam menyerap logam melalui “fitosidorofor” sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses pengelolaan limbah industri penyamakan kulit yang mengandung logam krom yang berbahaya. Tujuan penelitian adalah mengetahui sejauh mana efektivitas dari kayu apu (Pistia stratiotes) untuk menurunkan kadar Cr. Penelitian ini dalaksanakan di Laboratorium Biologi Reproduksi Ikan Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang pada bulan Juni-Juli 2006. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Bahan utama untuk penelitian yaitu air limbah industri penyamakan kulit yang diambil dari IPAL BPTIK-LIK Magetan yang kemudian diberi perlakuan kayu apu dengan konsentrasi yang berbeda yaitu: A=tanpa kayu apu (sebagai kontrol); B=25%; C=50%; D=75% dan E=100%. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali dengan analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap Tersarang (RAL Tersarang) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kayu apu berpengaruh sangat nyata (p < 0,05 dan p < 0,01) terhadap penurunan kadar Cr yaitu pada bak A=0,114 mg/l; B=0,234 mg/l; C=0,280 mg/l; D=0,370 mg/l dan E=0,370 mg/l. Dari uji BNT diperoleh nilai 0,015 – 0,085 yang mana nilai ini lebih besar dari BNT 5%= 0,000057 dan BNT 1%= 0,000012. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan kisaran suhu (21.33 – 26.5 oC), pH (6,7 – 10,6), DO (5,4 – 13,03 mg/l) dan CO2 (17,32 – 33,07 mg/l).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/139/050803185
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 23 Oct 2008 09:06
Last Modified: 19 Oct 2021 16:32
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132268
[thumbnail of 050803185.pdf]
Preview
Text
050803185.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item