Pengaruh Ukuran dan Berat Vegetasi Lamun (Cymodocea rotundata) Terhadap Kadar Logam Berat Pb di Desa Sedayu Lawas Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Jawa Timur

GinaIrmanika (2007) Pengaruh Ukuran dan Berat Vegetasi Lamun (Cymodocea rotundata) Terhadap Kadar Logam Berat Pb di Desa Sedayu Lawas Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Lamun adalah satu – satunya tumbuhan berbunga yang dapat bertahan dan menyesuaikan diri untuk hidup pada perairan dengan salinitas tinggi. Lamun memiliki beberapa fungsi ekologis yang sangat penting antara lain : sebagai naungan untuk biota laut, penangkap sediment, penstabil garis pantai dan mengakumulasi bahan pencemar. Salah satu fungsi lamun juga mengakumulasi logam berat termasuk logam berat Pb. Masing – masing ukuran lamun memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengakumulasi logam berat. Semakin besar ukurannya maka semakin besar pula kemampuan lamun untuk menyerap logam berat. Menurut Siregar (2003), lamun dapat menyerap logam berat salah satunya adalah dari daun yang masuk melalui stomata. Semakin besar ukuran lamun maka ukuran stomatanya akan semakin besar sehingga kemungkinan untuk menyerap logam berat akan semakin tinggi. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kandungan logam berat Pb pada masing – masing ukuran lamun (Cymodocea rotundata), sediment dan air laut. Penelitian ini dilakukan di Desa Sedayu Lawas pada Hari Senin - Selasa tanggal 19 – 21 Maret 2007. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sampling dengan garis transek (transek line methode) yang ditarik tegak lurus dengan bibir pantai dan menggunakan Frame berukuran 50 X 50 cm, pada masing masing transek line dibuat 3 substasiun. Pengambilan sampel pada masing – masing sub stasiun dilakukan dengan menempatkan 4 buah frame 2 di sebelah kanan transek line dan 2 lagi di sebelah kiri transek line. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun dimana penentuan stasiun didasarkan atas tata guna lahan. Stasiun 1 berada di bagian timur Desa Sedayu Lawas yang mewakili daerah yang terdapat sandaran kapal, stasiun 2 berada di sebelah barat stasiun 1 mewakili daerah yang terdapat pemukiman penduduk dan stasiun 3 berada di bagian barat Desa Sedayu Lawas terletak di daerah yang masih relatif alami agak jauh dari pemukiman penduduk dan sandaran kapal. Sampel lamun yang terambil dipisahkan antara lamun muda, sedang dan tua berdasarkan bobot nya dimana lamun muda memiliki bobot antara 1-4 gr, lamun sedang memiliki bobot 4-8 gr dan lamun tua memiliki bobot 8 – 12 gram. Pada masing – masing ukuran dipisahkan lagi antara bagian helaian daun, seludang daun dan akar rimpang, selanjutnya semua sampel yang terambil dianalisa kandungan logam beratnya di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Brawijaya dengan menggunakan AAS. Secara umun kandungan logam berat Pb pada lamun dengan berbagai ukuran, air laut dan sedimen paling tinggi terdapat pada Stasiun 1 (stasiun yang tegak lurus dengan daerah sandaran kapal), kemudian stasiun 3 ( stasiun yang tegak lurus dengan daerah yang masih relatif alami) dan yang paling rendah adalah pada stasiun 2 (stasiun yang tegak lurus dengan daerah pemukiman penduduk). Berdasarkan Hasil analisa sidik ragam antara masing – masing bagian lamun (akar, seludang serta daun) dari lamun muda, sedang dan lamun tua menunjukkan nilai yang berbeda nyata. Berdasarkan hasil uji BNT kandungan logam berat Pb untuk bagian helaian daun antara lamun muda, sedang dan tua adalah berbeda nyata. Untuk bagian seludang daun antara lamun muda dan lamun sedang tidak berbeda (non significant), untuk lamun sedang dan lamun tua berbeda nyata dan antara muda dengan tua juga berbeda. Dan untuk bagian akar rimpang antara lamun muda dan lamun sedang tidak berbeda (non significant), untuk lamun sedang dan lamun tua berbeda dan antara lamun muda dengan tua tidak berbeda (non significant). Hasil pengukuran kualitas air pada pesisir Desa Sedayu Lawas pada saat penelitian, perairan dalam keadaan surut terendah dan dilakukan pada dini hari sampai dengan pagi hari adalah sebagai berikut: Suhu berkisar antara 27 – 29 °C, Salinitas berkisar antara : 31- 34 ‰,pH sediment berkisar antara 7,6 – 7,8 dan kekeruhan berkisar antara 1 – 13 NTU. Berdasarkan Keputusan Mentri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota laut dapat disimpulkan bahwa nilai kualitas air yang terukur pada perairan Desa Sedayu Lawas masih berada dalam kisaran normal untuk pertumbuhan lamun, kecuali untuk kekeruhan pada stasiun 1, tetapi nilai kekeruhan tersebut belum berada dalam batas mengganggu kegiatan fotosintesis lamun. Hasil penelitian diatas diharapkan dapat ditindak lanjuti oleh Pemerintah Daerah setempat antara lain dengan mengadakan penyuluhan tentang pentingnya ekosistem lamun sehingga tumbuh kesadaran dari masyarakar sekitar dan aktivitas pengrusakan serta pembuangan limbah dapat dihentikan akhirnya kandungan logam berat dalam lamun, air laut dan sedimen dapat berkurang.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/138/050803183
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 23 Oct 2008 08:49
Last Modified: 19 Oct 2021 16:31
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132267
[thumbnail of 050803183.pdf]
Preview
Text
050803183.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item