Pengaruh Penambahan Oksigen (aerasi) Terhadap Efisiensi Penggunaan Lumpur Aktif Pengolahan Limbah Cair Penyamak Kulit.

AyunSetyorini (2007) Pengaruh Penambahan Oksigen (aerasi) Terhadap Efisiensi Penggunaan Lumpur Aktif Pengolahan Limbah Cair Penyamak Kulit. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian Pengaruh Penambahan Oksigen (aerasi) Terhadap Efisiensi Penggunaan Lumpur Aktif Pengolahan Limbah Cair Penyamak Kulit dilakukan di Laboratorium Ilmu-ilmu Perairan/Workshop Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang pada bulan Oktober 2006. Tujuan dan kegunaan dilaksanakannya penelitian ini adalah mengetahui peranan aerator dalam efisiensi penggunaan lumpur aktif pada pengolahan limbah cair penyamak kulit dan dapat memberikan rekomendasi tentang peranan aerasi dalam pengolahan biologis pada kalangan industri. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan ulangan sebanyak 3 kali. Perlakuan yang diberikan berupa penambahan oksigen yang berbeda yaitu tanpa aerator (kontrol), 1 aerator (0,32 joule/dt), 2 aerator (0,64 joule/dt), 3 aerator (0,96 joule/dt). Analisa data dengan menggunakan Uji Beda Nyata (BNT) dan uji Polinomial Orthogonal. Parameter kualitas air yang diukur adalah BOD, TSS, nitrat, fosfat, suhu dan pH. Hasil penelitian dari penambahan oksigen yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat berbeda nyata terhadap BOD, TSS, nitrat dan fosfat. Sedangkan terhadap suhu dan pH tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata. Penentuan perlakuan terbaik menunjukkan bahwa penambahan aerator dengan 3 aerator (0,96 joule/dt) merupakan perlakuan terbaik dalam penurunan kadar BOD, TS dan kenaikan nitrat dan fosfat dengan perlakuan selama 5 hari dengan nilai BOD 64,267 mg/l (37,92%), TSS 320 mg/l (42,55%), nitrat 41,8 mg/l (48,27%), fosfat 36,033 mg/l (20,92%). Berdasarkan hasil penelitian baik nilai penurunan BOD, TSS dan kenaikan nilai nitrat, fosfat masih masih belum memenuhi tingkat efisiensi penggunaan lumpur ktif yaitu 90%. Kesimpulan yang dapat diambil, penambahan oksigen (aerasi) memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terrhadap BOD, TSS, nitrat dan fosfat dimana semakin besar daya yang digunakan semakin tinggi pula nilai kenaikan nitrat, fosfat. Penambahan oksigen (aerasi) sebesar 0,96 joule/dt memberikan penurunan tertinggi pada BOD, TSS dan memberikan kenaikan tertingi pada nitrat dan fosfat. Perlunya penambahan jumlah aerator dengan daya yang sama atau aearator dengan jumlah yang sama tetapi daya yang lebih besar utnuk memenuhi tingkat efisiensi penggguaan lumpur aktif yaitu 90%.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/134/050803179
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 23 Oct 2008 08:14
Last Modified: 19 Oct 2021 16:27
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132264
[thumbnail of 050803179.pdf]
Preview
Text
050803179.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item