Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Organisme Kerang Hijau (Perna viridis L) Sebagai Biomonitoring Pencemaran Lingkungan di Perairan Prigi Kabupaten Trenggalek.

WahyuAnggraenyC (2007) Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Organisme Kerang Hijau (Perna viridis L) Sebagai Biomonitoring Pencemaran Lingkungan di Perairan Prigi Kabupaten Trenggalek. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya zat atau energi oleh manusia secara langsung maupun tidak langsung ke dalam lingkungan yang dapat menyebabkan kerugian karena merusak sumber daya hayati, membahayakan kesehatan manusia, menghalangi aktivitas manusia dan menurunkan mutu suatu lingkungan yang digunakan manusia untuk beraktivitas (Hutagalung, 1991). Jenis limbah yang berasal dari industri, limbah cair pemukiman (sewage), pertambangan, pelayaran (shipping) dan pertanian dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan, dimana salah satunya adalah pencemaran logam berat. Pencemaran logam berat sangat berbahaya karena logam berat merupakan bahan anorganik (Anonymous, 2005a). Bahan pencemar yang masuk ke ekosistem laut akan dipekatkan melalui proses fisik dan kimiawi dengan absorbsi, pertukaran ion dan pengendapan di dasar laut, sedangkan melalui proses biologi akan diserap oleh organisme laut, seperti avertebrata dan zooplankton (Sianainenia, 2001). Timbal (Pb) adalah salah satu jenis logam berat yang mempunyai daya racun tinggi dan sering mencemari lingkungan perairan. Pb banyak ditemukan pada tambahan bensin yaitu tetraethyl lead (TEL) dan hasil pembakarannya, baterai, cat, beberapa insektisida, serta limbah industri (Anonymous, 2004b). Valenta, et.al. (1986) dalam Kiswara (1994) menjelaskan bahwa arus pelayaran merupakan salah satu pencemaran logam Pb yang penting karena berasal dari buangan-buangan bahan bakar kapal-kapal perikanan berupa bensin, solar dan oli, serta kerangka kapal yang terdiri dari logam dan cat yang digunakan untuk mengecat kapal. Menurut Darmono (1995), Pb yang berbentuk tetraetil Pb digunakan untuk melindungi mesin pada kapal-kapal perikanan. Organisme yang dipergunakan sebagai indikator biologi pencemaran yaitu jenis kerang-kerangan. Kerang hijau (Perna viridis L) sebagai organisme filter feeder merupakan bioindikator yang baik dalam memonitor adanya suatu zat pencemar (logam berat) yang masuk ke dalam suatu perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada kerang hijau, sedimen dan air laut yang berada di wilayah perairan Prigi Kabupaten Trenggalek dengan cara menganalisa sampel kerang, sedimen dan air laut sehingga dapat diketahui besarnya kandungan logam berat Pb pada masing-masing obyek penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek pada tanggal 15 Juli, 8 Agustus dan 28 Agustus 2006. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu dengan mengamati atau observasi sebagian dari populasi yang ingin diteliti. Sedangkan pengambilan sampel pada tiap stasiun dengan menggunakan teknik “simple random sampling” (pengambilan sampel secara acak sederhana). Pengambilan data dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder, dimana data primer diperoleh melalui observasi atau pengamatan langsung di lapang yang meliputi kandungan logam berat Pb pada Kerang Hijau, sedimen dan air laut, serta data kualitas air yang terdiri dari suhu, salinitas, pH, substrat, dan kecepatan arus, sedangkan untuk data sekunder berupa laporan instansi terkait, jurnal serta kepustakaan lain yang menunjang dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 stasiun pengambilan sampel, sedangkan waktu pengambilan sampel pada masing-masing stasiun dilakukan sebanyak 3 kali dengan rentang waktu pengambilan sampel setiap 3 minggu sekali. Stasiun 1 tepat berada didepan pulau Karang Pegat, dimana pulau Karang Pegat tersebut terletak tepat didepan muara, dan disekitar muara sungai terdapat pemukiman penduduk dan areal perkebunan yang cukup luas. Stasiun 2 letaknya berjarak ± 30 m dari bibir muara dan lebih dekat dengan aktivitas pelayaran yang cukup padat karena dekat dengan galangan kapal perikanan, tempat bersandarnya kapal-kapal perikanan, dan tempat pendaratan ikan. Stasiun 3 terletak ± 200 m dari stasiun 1 ke arah timur, dekat dengan areal perkebunan tetapi agak jauh dari pemukiman penduduk, aktivitas pelayaran dan muara sungai. Rata-rata kandungan Pb pada kerang hijau tertinggi ditemukan di stasiun 1 yaitu mencapai 2,51 mg/l, selanjutnya diikuti stasiun 2 yaitu 2,45 mg/l, dan terendah ditemukan pada stasiun 3 yaitu 2,04 mg/l. Rata-rata kandungan Pb pada sedimen tertinggi ditemukan di stasiun 2 yaitu 15,18 mg/l, selanjutnya diikuti stasiun 1 yaitu dengan rata-rata 12,43 mg/l, dan terendah ditemukan pada stasiun 3 yaitu 11,02 mg/l. Sedangkan rata-rata kandungan Pb dalam air laut tertinggi ditemukan di stasiun 3 yaitu 0,78 mg/l, selanjutnya diikuti stasiun 1 yaitu 0,75 mg/l, dan terendah pada stasiun 2 yaitu 0,70 mg/l. Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana kandungan Pb pada kerang hijau dengan kandungan Pb pada air laut diperoleh persamaan Yreg = 0,62 + 1,87x1, sedangkan kandungan Pb pada kerang hijau dengan kandungan Pb pada sedimen diperoleh persamaan Yreg = 0,14 + 0,54x2 . Dari persamaan dapat diartikan bahwa dengan kenaikan kandungan Pb pada air laut sebesar 0,62 mg/l maka akan diikuti dengan kenaikan Pb pada kerang hijau sebesar 1,87 mg/l, begitu juga dengan kenaikan kandungan Pb pada sedimen sebesar 0,14 mg/l maka akan diikuti dengan kenaikan Pb pada kerang hijau sebesar 0,54 mg/l. Rata-rata suhu perairan tertinggi pada stasiun 2 yaitu 30 oC, selanjutnya diikuti stasiun 1 dan stasiun 3 dengan suhu rata-rata 28,7 oC. Derajat keasaman (pH) perairan dari ketiga stasiun berkisar 8. Sedangkan rata-rata salinitas tertinggi pada stasiun 3 yaitu 34,7 ‰, selanjutnya diikuti rata-rata salinitas pada stasiun 2 yaitu 32,7 ‰, dan rata-rata salinitas terendah pada stasiun 1 yaitu 32,3 ‰. Rata-rata kecepatan arus tertinggi pada stasiun 3 yaitu 0,16 m/s, diikuti stasiun 1 yaitu 0,13 m/s, dan terendah pada stasiun 2 yaitu 0,12 m/s.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/131/050803176
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 23 Oct 2008 08:05
Last Modified: 19 Oct 2021 16:27
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132263
[thumbnail of 050803176.pdf]
Preview
Text
050803176.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item