Studi Tentang Pendugaan Produksi Serasah Total di Kawasan Mangrove Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo Jawa Timur

MuhammadZaki (2007) Studi Tentang Pendugaan Produksi Serasah Total di Kawasan Mangrove Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian tentang Pendugaan Produksi Serasah Total pada Mangrove bertujuan untuk mengetahui jenis mangrove yang berperan penting di kawasan Mangunharjo serta mengetahui apakah jenis mangrove berpengaruh terhadap jumlah produksi serasah yang dihasilkan. Parameter lingkungan yang diukur meliputi tekstur tanah, suhu, salinitas dan pH. Penelitian ini dilakukan di kawasan mangrove Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo pada bulan Mei - Juni 2007. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Penentuan stasiun pengamatan vegetasi dan parameter lingkungan dilakukan dengan membagi luas kawasan penelitian berdasarkan pemanfaatan lahan wilayah setempat. Stasiun I (daerah pertambakan dan pertanian), Stasiun II (daerah sekitar muara sungai yang memungkinkan adanya pemasukan limbah dari pemukiman) dan Stasiun III (daerah dekat pelabuhan perikanan). Hasil pengamatan vegetasi berupa jenis dan tingkatan mangrove pada seluruh plot digunakan untuk menentukan berapa banyak litter bag (ukuran 1×1m2) yang digunakan, sehingga pendistribusian litter bag diharapkan dapat mewakili seluruh jenis dan tingkatan mangrove yang ada. Pengambilan sampel dilakukan setiap 14 hari dengan tiga kali ulangan. Adapun analisis data yang digunakan meliputi INP mangrove, Uji Anova untuk setiap jenis mangrove, tingkatan (pancang, tiang dan pohon) juga jenis serasah (daun, ranting, bunga dan buah) yang dihasilkan. Parameter lingkungan vegetasi mangrove yang diamati meliputi tekstur tanah, suhu, salinitas dan pH. Untuk data pasang surut dan curah hujan diambil dari data sekunder. Kawasan mangrove di Mangunharjo Probolinggo terdiri dari 3 Famili dan 5 jenis spesies mangrove, yaitu Famili Avicenniaceae yang terdiri dari jenis Avicennia alba dan Avicennia marina , famili Sonneratiaceae yang terdiri dari Sonneratia alba dan famili Rhizophoraceae yaitu jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata . Mangrove Mangunharjo tidak memiliki pola zonasi seperti halnya mangrove pada umumnya. Pada stasiun I hanya terdapat satu jenis mangrove, yaitu jenis Avicennia alba yang berada pada tingkat pohon, tiang dan pancang yang masing-masing mempunyai nilai INP 300. Stasiun II memiliki jenis mangrove yang beragam diantaranya terdapat jenis Sonneratia alba (pohon dan pancang), Avicennia alba (pohon, tiang, pancang) dan Rhizophora mucronata (pohon, tiang, pancang). INP tertinggi pada stasiun II terdapat pada jenis Avicennia alba tingkat pohon (160,72) sedangkan nilai INP terendah adalah Jenis Rhizophora mucronata tingkat pohon. Jenis mangrove pada stasiun III juga beragam, yang terdiri dari jenis Avicennia alba (pohon, tiang, pancang), Avicennia marina (tiang, pancang) dan Rhizopora apiculata (pancang). Pada stasiun III INP tertinggi adalah jenis Avicennia alba (pohon=300) dan INP terendah Rhizophora apiculata (70,61). Produksi serasah total setiap jenis mangrove (berat kering) untuk semua jenis organ dengan tidak memperhatikan ukuran batang mangrove berkisar antara 10,26 g/m2/minggu - 39,71 g/m2/minggu untuk jenis Avicennia alba . Jenis Avicennia marina mempunyai kisaran yang berbeda dengan produksi serasah total Avicennia alba yaitu 14,52 g/m2/minggu - 34,43 g/m2/minggu. Produksi serasah total Rhizophora mucronata mempunyai kisaran yang sangat tinggi yaitu sebesar 9.81 g/m2/minggu – 44.01 g/m2/minggu. Rhizophora apiculata (14,25 g/m2/minggu - 17,02 g/m2/minggu) dan Sonneratia alba juga mempunyai kisaran produksi serasah yang tinggi (5.79 g/m2/minggu - 39.71 g/m2/minggu). Uji anova terhadap produksi serasah tiap jenis mangrove menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, Sedangkan uji anova terhadap produksi serasah pada setiap jenis dan tingkatannya juga menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, terkecuali pada jenis Rhizophora mucronata dan Sonneratia alba . Dimana jenis Rhizophora mucronata tingkat pohon berbeda nyata dengan tingkat tiang dan pancang, namun tidak berbeda pada tingat tiang dan pancang. Produksi serasah Sonneratia alba tingkat pohon juga berbeda nyata dengan tingkat pancang. Uji anova terhadap persentase jenis serasah yang dihasilkan menunjukkan hasil yang berbeda sangat nyata. Produksi serasah daun berbeda nyata dengan produksi serasah lainnya, sedangkan untuk jenis serasah ranting, bunga dan buah tidak berbeda nyata. Hasil pengukuran parameter lingkungan vegetasi mangrove menunjukkan kisaran yang masih sesuai untuk pertumbuhan mangrove. pH berkisar antara 5,86-6,82 (sedimen) dan 6,8-7,6 (perairan), salinitas berkisar antara 26-33 ppt, suhu berkisar antara 26-28°C (sediment) dan 28-31°C (perairan) dengan tekstur yang berlempung dan lempung berpasir. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa Avicennia alba merupakan jenis mangrove yang berperan penting di kawasan mangrove Mangunharjo dan jenis mangrove yang beragam tidak berpengaruh terhadap produksi serasah, khususnya di kawasan mangrove mangunharjo.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2007/050803092
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 18 Oct 2008 10:40
Last Modified: 19 Oct 2021 15:56
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132225
[thumbnail of 050803092.pdf]
Preview
Text
050803092.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item