Keanekaragaman dan Peranan Semut pada Pertanaman Kopi di “UB Forest”, Malang

KurniaRiarmanto, Arief (2017) Keanekaragaman dan Peranan Semut pada Pertanaman Kopi di “UB Forest”, Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penurunan produksi biji kopi yang disebabkan oleh hama merupakan masalah yang penting dalam budidaya tanaman kopi. Petani kopi sering dirugikan dengan adanya serangan Hypotenemus hampei, serangan hama ini dapat menurunkan produksi kopi 60-80%. Keadaan ini dapat diatasi dengan memanfaatkan musuh alami dari H. hampei, yaitu semut hitam (Dolichoderus thoracicus) yang banyak ditemukan pada kanopi pohon kopi. Semut bisa masuk kedalam lubang yang dibuat oleh H. hampei dan menyerangnya, dan karena itu dapat mengurangi populasi H. hampei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2016 sampai bulan Juni 2016 di UB Forest, Kawasan Gunung Mujur, Desa Tawang Agro, Kecamatan karangploso Kabupaten Malang dan di Laboratorium Entomologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Penelitian dilakukan pada 2 tipe habitat yaitu agroforestry tanaman kopi dan tanaman campuran (AKC) dan agroforestri tanaman kopi dan pinus (AKP) dan setiap habitat terdiri dari 3 plot. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode visual dan baiting trap yang dilakukan pada plot dengan luas 15 m x15 m dan di setiap plot terdiri dari 25 tanaman kopi yang digunakan sebagai tanaman sampel. Pengamatan dilakukan sebanyak 4 kali dengan jarak waktu 14 hari. Uji predasi dilakukan pada serangga hama H. hampei setelah mengetahui semut dominan yang ditemukan dan potensinya sebagai predator. Data keanekaragaman spesies semut antar habitat yang berbeda dianalisis menggunakan uji t. Perbedaan komposisi semut dianalisis menggunakan uji Non Metric multidimensional scaling (NMDS) dan dilanjutkan dengan uji ANOSIM (Analysis of Similarity) untuk mengetahui kemiripan semut pada habitat yang berbeda. Data keanekaragaman semut yang didapat juga dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman jenis (H’), indeks kemerataan (E) dan indeks dominansi (1/D). Data pada habitat berbeda disajikan menggunakan diagram box-plot. Hasil pengamatan didapatkan 14 genus semut. Keanekaragaman dan kemerataan semut habitat agroforstri kopi dan tanaman campuran lebih tinggi nilainya dibandingkan agroforestri kopi dan pinus (AKC: H=1,524; E=0,662; 1/D=3,142. AKP: H=0,931; E=0,404; 1/D=1,975). Keanekaragaman semut antar kedua habitat tidak berbeda nyata. Perbedaan komposisi semut dipengaruhi oleh habitat (t= 1,200, P= 0,236). Semut dominan pada habitat agroforestri kopi dan tanaman campuran lebih banyak. Hasil uji predasi didapatkan ada 3 spesies yang menyerang H. hampei, yaitu Pachycondyla sp1, Odontoponera transversa, dan Myrmicaria sp1.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/15/051701413
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Sugiantoro
Date Deposited: 15 Mar 2017 09:50
Last Modified: 19 Oct 2021 06:27
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132058
[thumbnail of SKRIPSI_ARIEF_KURNIA_RIARMANTO_125040207111003.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI_ARIEF_KURNIA_RIARMANTO_125040207111003.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item