Patogenisitas Tiga Isolat Patogen Botryodiplodia Theobromae Pada Tiga Jenis Jeruk (Citrus Spp.)

GustiNgurahKetutBudiarta (2016) Patogenisitas Tiga Isolat Patogen Botryodiplodia Theobromae Pada Tiga Jenis Jeruk (Citrus Spp.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini menguji patogenisitas dan peran toksin dari isolat B. theobromae yang diisolasi dari wilayah sentra produksi jeruk di Jawa Timur pada tiga jenis jeruk yang umum dibudidayakan petani di Jawa Timur yaitu Siam, Pamelo dan Manis. Penelitian diawali dengan melakukan persiapan meliputi Persiapan Tanaman Jeruk, pemupukan NPK. Persiapan suspensi B. theobromae menggunakan Isolat berasal dari hasil koleksi Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) dari multilokasi yaitu wilayah Kabupaten Magetan sebanyak 2 isolat (Isolat Mg52A.1 dan Mg39.2) dan isolat dari wilayah Kabupaten Pasuruan sebanyak 1 isolat (Isolat Ps8bt), pembuatan sumber inokulum. Pelaksanaan penelitian terdiri dari dua unit percobaan yaitu uji patogenisitas pada tanaman menggunakan inokulum dan uji crude toxin pada daun tanaman skala laboratorium. Parameter pengamatan adalah jumlah sampel yang mengalami nekrosis dan luas gejala nekrosis. Data hasil pengamatan akan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) taraf 5% dan Uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi jenis patogen yang berbeda pada jenis jeruk yang berbeda tidak menimbulkan perbedaan dalam menimbulkan penyakit diplodia. Infeksi tiga jenis toksin pada jenis jeruk yang berbeda tidak menimbulkan perbedaan dalam menimbulkan gejala nekrosis. Ketiga isolat patogen memiliki patogenisitas yang sama dalam menimbulkan luas bidang gejala penyakit. Pada 28 hari setelah penanaman isolat Mg52A.1 dan Mg39.2 telah berubah warna menjadi gelap dan memenuhi cawan petri, sedangkan isolat Ps8bt masih berwarna putih. Sehingga isolat Mg52A.1 dan Mg39.2 lebih awal mencapai dewasa dibandingkan isolat Ps8bt. Hasil infeksi batang sehat dalam pembuatan inokulum menunjukkan bahwa miselium isolat Mg39.2 terlihat lebih tebal dalam menyelimuti batang sehat kemudian agak tebal pada isolat Ps8bt dan Mg52A.1. Sedangkan eksudat (gum) muncul pada batang yang diinfeksi dengan isolat Mg52A.1. Masa Inkubasi berkaitan dengan keparahan gejala penyakit. Masa inkubasi isolat Mg39.2 lebih cepat dibandingkan dengan isolat lain diduga menjadi penyebab luas gejala infeksi yang lebih luas pada batang tanaman jeruk khususnya pada 14 hari setelah inokulasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perbedaan jenis isolat yang menginfeksi jenis jeruk yang berbeda tidak berpengaruh dalam menimbulkan penyakit diplodia. Toksin hanya berperan dalam mempercepat masa inkubasi. Tingkat luas gejala penyakit juga disebabkan faktor lain seperti kelembapan dan karakteristik tanaman.

English Abstract

This study tested the pathogenicity and the role of toxins from three diffirent B. theobromae isolates. The isolates were isolated from three diffirent area in East Java. The isolates were tested in three kind of citrus (Pamelo, Siam and Manis) which is commonly cultivated by Farmer. The first step were the preparation of citrus plants and NPK fertilization. Preparation of suspension of B. theobromae Isolates use the collection of Balitjestro which are Isolate Mg52A.1 and Mg39.2 and isolates Isolates Ps8bt, manufacture of inoculum source. This research consisted of two units, namely pathogenicity test experiments on the plant using crude toxin inoculum and test on laboratory scale using plant leaves. The observation parameter were the number of samples undergo necrosis and extensive necrosis symptoms. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) level of 5% and Duncan test level of 5%. The results is no interaction between isolates of B. theobromae types and varieties of crops in causing disease diplodia on citrus stems. There is no interaction between the types of crude toxin of isolates B. theobromae and leaf type of plant varieties in causing symptoms of necrosis on leaves of citrus. These three pathogenic isolates have the same pathogenicity in causing disease symptoms. At 28 days after planting isolates Mg52A.1 and Mg39.2 has darkens and meet the petri dish, whereas isolates Ps8bt still white. Thus isolates Mg52A.1 and Mg39.2 reach maturity earlier than Ps8bt isolates. Healthy stems infection results in making the inoculum showed that isolates Mg39.2 mycelium appears thicker in the envelop healthy stems and then a bit thick in isolates Ps8bt and Mg52A.1. While exudates (gum) appears on the stem infected with isolates Mg52A.1. Incubation period associated with the severity of disease symptoms. The incubation period Mg39.2 isolates faster compared to other isolates suspected to cause extensive infection symptoms wider on the stems of citrus, especially at 14 days after inoculation. The incubation period of pathogens in Sweet varieties more quickly than in other varieties. It is widely suspected to cause disease symptoms in the varieties Sweet wider than other varieties until 35 days after inoculation. The conclusion of this research are the diffirence between three kind of isolate and three kind of citrus didn’t have any effect in affecting diplodia disease. Toksin take a role to make the incubation process faster than without toksin. The level of disease symptom are also caused by the other factors such as humidity and plant characterictics.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/519/051609206
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Sugiantoro
Date Deposited: 19 Oct 2016 10:17
Last Modified: 19 Oct 2021 12:35
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131523
[thumbnail of GUSTI_NGURAH_KETUT_BUDIARTA_125040200111001_HPT.pdf]
Preview
Text
GUSTI_NGURAH_KETUT_BUDIARTA_125040200111001_HPT.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item