Potensi Asap Cair Untuk Menekan Perkembangan Elsinoe fawcettii Penyebab Penyakit Kudis Pada Tanaman Jeruk Japansche Citroen (JC).

PujiAstutik, Yuyun (2016) Potensi Asap Cair Untuk Menekan Perkembangan Elsinoe fawcettii Penyebab Penyakit Kudis Pada Tanaman Jeruk Japansche Citroen (JC). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Jeruk (Citrus sp.) merupakan salah satu komoditas buah unggulan di Indonesia. Salah satu gangguan yang mengakibatkan kehilangan hasil cukup tinggi pada tanaman jeruk adalah organisme pengganggu tanaman. Perhatian khusus perlu dilakukan kepada penyakit kudis. Pengendalian penyakit kudis telah banyak dilakukan dengan fungisida kimia, namun justru sebagai penyebab pencemaran lingkungan. Bahan alami sebagai fungisida yang lebih aman menggunakan pestisida nabati seperti asap cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan serta konsentrasi yang paling efektif dari tiga jenis asap cair yaitu tempurung kelapa, kayu jati dan sengon dalam menekan perkembangan jamur Elsinoe fawcettii pada tanaman jeruk Japansche Citroen (JC). Metode yang digunakan adalah identifikasi dan eksperimen dengan tahapannya yaitu analisis senyawa fenol yang terkandung dalam tiga jenis asap cair yaitu tempurung kelapa, kayu jati dan kayu sengon, pengujian sifat antijamur secara in vitro terhadap pertumbuhan isolat jamur E. fawcettii pada cawan petri dan in vivo terhadap tingkat serangan penyakit kudis pada tanaman jeruk JC. Hasil penelitian antara lain kadar fenol pada asap cair tempurung kelapa adalah 62,747 ml/L, kayu jati sebesar 227,873 ml/L dan kayu sengon sebesar 115,587 ml/L. Setiap jenis asap cair memiliki total kandungan fenol yang berbeda-beda dimana kayu jati memiliki kadar fenol total yang lebih tinggi dibandingkan dengan tempurung kelapa dan kayu sengon. Pada pengamatan luas koloni jamur 14 HSI persentase penghambatan tertinggi adalah asap cair kayu sengon konsentrasi 5%, dengan konsentrasi 5% mampu menghambat pertumbuhan E. fawcettii sebesar 77,22% dan terendah adalah asap cair tempurung kelapa konsentrasi 2% dengan tingkat penghambatan 10,14%. Pengamatan berat basah dan berat kering perlakuan asap cair kayu sengon konsentrasi 5% dan 1% memiliki berat basah dan berat kering terendah yaitu 0,867 g dan 0,030 g. Sedangkan pada pengamatan intensitas dan luas serangan penyakit secara in vivo perlakuan asap cair tempurung kelapa kayu jati dan kayu sengon memiliki tingkat efektivitas yang hampir sama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tiga jenis asap cair yaitu tempurung kelapa, kayu jati dan kayu sengon memiliki kemampuan untuk menekan pertumbuhan dan perkembangan jamur E. fawcetti baik secara in vitro dan in vivo dengan jenis yang paling efektif adalah kayu sengon. Konsentrasi yang paling efektif dalam menekan pertumbuhan dan perkembangan jamur E. fawcetti baik secara in vitro dan in vivo adalah 5% pada semua jenis asap cair.

English Abstract

Citrus (Citrus sp.) is one of the flagship fruit commodities in Indonesia. One of the disorders that resulted in the loss of the results of high enough on the citrus plants are disturbed organisms plants. Special attention will need to be done to the scall infection. The control of the scall has many done with chemical fungicide, but rather as a cause of environmental pollution. The use of natural materials as fungicides that more secure is liquid smoke. The purpose of this researched is to analyzed the ability as well as the most effective concentration of the three types of liquid smoke this is coconut shell, teak wood and sengon in pressing the development of fungi Elsinoe fawcettii on citrus plants Japansche Citroen (JC). Method used is the identification and experiment with its phases analysis of fenol compounds contained in three types of liquid smoke coconut shell, teak wood and sengon, testing the nature of it in vitro against the growth of fungal isolates E. fawcettii on the cup petri and in vivo against the level of the attack of the scall on citrus plants JC. Results there are level of fenol on the liquid smoke coconut shell is 62,747 ml/L, teak of 227,873 ml/L and wood carving of 115,587 ml/L. Each type of liquid smoke have the contain fenol where the different levels of fenol teak wood has a total higher compared with coconut shell and wood sengon. On the broad observation of the colony fungi 14s HSI ended nearly the highest percentage inhibition is liquid smoke sengon wood concentration of 5%. With the concentration of 5 percent is able to inhibit the growth of E. fawcettii of 77,22% and lowest is coconut shell liquid smoke concentration of 2 percent with the level of inhibition by 10.14%. The observation of wet and dry weight liquid smoke treatment sengon wood concentration of 5 percent and 1 percent have the weight of the wet and dry weight lowest namely 0,867 g and 0,030 g. While on the intensity of observation and extensive disease attacks in vivo treatment liquid smoke coconut shell teak wood and sengon have the level of effectiveness that is almost the same. The conclusion of the research is three types of liquid smoke that is coconut shell, teak wood and sengon have the ability to suppress the growth and development of fungi E. fawcetti both in vitro and in vivo with the types of the most effective sengon wood. The most effective concentration in pressing the growth and development of fungi E. fawcetti both in vitro and in vivo is 5 percent on all types of liquid smoke.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/501/051609188
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Sugiantoro
Date Deposited: 08 Nov 2016 13:29
Last Modified: 19 Oct 2021 12:23
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131509
[thumbnail of Yuyun_Puji_Astutik_125040201111237.pdf]
Preview
Text
Yuyun_Puji_Astutik_125040201111237.pdf

Download (6MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item