Analisis Relationship Marketing Selada Keriting (Studi Kasus : Pt.Momenta Agrikultura, Lembang, Bandung, Jawa Barat)

Aisyah, IisSiti (2016) Analisis Relationship Marketing Selada Keriting (Studi Kasus : Pt.Momenta Agrikultura, Lembang, Bandung, Jawa Barat). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Selada keriting merupakan jenis sayur-sayuran yang biasanya menjadi sayur yang langsung di makan tanpa pengolahan lebih lajut. Bisnis selada keriting ini merupakan jenis bisnis yang termasuk ke dalam sub sektor hortikultura. Walaupun masyarakat di Indonesia yang belum sepenuhnya melakukan pengeluaran kebutuhan pangan pada sayur-sayuran. Akan tetapi prospek bisnis sayur-sayuran akan berkembang pesat karena pola masyarakat yang mulai berubah mulai menyukai gaya hidup modern dan gaya hidup yang kembali lagi ke alam. Selain itu, karena sayuran selada adalah sayuran yang sudah dikenal mulai dari kalangan bawah maupun kalangan atas dan selada adalah sayuran yang masuk kedalam sayuran yang dapat anda temui mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran dan hotel. Maka, semakin menariknya peluang bisnis pada produk selada keriting ini dan akan menyebabkan banyaknya bermunculan pesaing baru. Semakin banyaknya persaingan maka perusahaan harus memilki keunggulan dalam bersaing. Keunggulan bersaing adalah perusahaan harus mampu mengkoordinasikan seluruh anggota saluran pemasaran agar dapat terciptanya nilai pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang berfokus pada pelanggan. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan ini adalah bahwa perusahaan belum bisa memenuhi keinginan dari pelanggan yaitu kuantitas produk, serta hubungan yang terjalin dengan pemasok dari selada keriting belum terjalin dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan hubungan dan mekanisme agribisnis di PT. Momenta Agrikultura, (2) Menganalisis tingkat keterikatan relationship marketing pada PT. Momenta Agrikultura. Penelitian ini dilakukan di PT. Momenta Agrikultura, supermarket, dan rumah dari pemasok selada keriting. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2016 hingga selesai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data saat wawancara. Dan hasil penelitian ii ii tersebut dibandingkan dengan indikator relationship marketing yang dinyatakan oleh Hollensen (2010). Dengan begitu akan menjelaskan sistem apa yang digunakan oleh PT. Momenta Agrikultura dan bagaimana keterkaitan antar pelaku agribisnis dalam perusahaan tersebut. Setelah hal ini ditinjau pola hubungan yang terjalin termasuk pada pola hubungan kooperatif, koordinatif atau kolaboratif yang dinyatakan oleh Speakman (1998). Mekanisme dan hubungan yang terjalin antara PT. Momenta Agrikultura dengan pelanggan atau pemasok mempunyai dua hubungan yaitu sistem kontrak dan sistem jual putus. Perusahaan mempunyai 2 pemasok tentatif dan 2 jenis pelanggan yaitu supermarket dan horeka (hotel, restoran dan katring). Mekanisme hubungan yang terjalin apabila secara kontrak maka minimal kontrak sebanyak 1 tahun. Sedangkan untuk pembelian yang hanya sekali dilakukan minimal pembelian sebesar Rp. 500.000,00. PT. Momenta memiliki kelamahan dalam mencukupi permintaan dari pelanggan. Hal ini dikarenakan kuantitas produk pada perusahaan terbatas. Tingkat keterkaitan relationship marketing pada hubungan antara PT. Momenta Agrikultura dengan pelanggan ataupun pemasok adalah saling berkaitan satu sama lain dan ada ketergantungan dalam hubungan. Hal ini di karenakan perusahaan sudah mampu memenuhi seluruh indikator dari relationship marketing yang dinyatakan oleh Hollesen (2010). Akan tetapi, apabila ditinjau dari secara lebih jelas lagi ,ada kekurangan pada hubungan perusahaan dengan pemasok yang belum terjalin secara terus menerus atau masih sebatas jual putus tanpa ada kontrak yang lebih jauh. Saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu PT. Momenta dapat menjaga hubungan dengan baik dengan pelanggan maupun pemasok. Dan perusahaan mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan cara memilih variasi produk yang dijual agar lebih fokus pada produk-produk yang permintaannya tinggi serta hubungan yang terjalin dengan pemasok tidak hanya sebatas jual putus akan tetapi ada kesepakatan kerjasama yang lebih tersetruktur dan saling menguntungkan.

English Abstract

Lettuce is a type of vegetable that usually directly eatenwithout any process. Lettuce business is a type of horticulture sub-sectorbusiness. Although people in Indonesia have not fully make expenditures food needs in vegetables, but the prospect of vegetables business will change rapidly because of the new lifestyle in a modern era and the awareness people of healthy life or we know as back to nature style. In addition, because the lettuce vegetables have been known by people in many different social class we can find it from street food to restaurants and hotels. Thus, lettuce business become very famous and will lead to many new competitors emerge. The increasing competition force the company should have the advantage in competing. Competitive advantage is the situation when the company should be able to coordinate all members of the marketing channels in order to create customer value and build customer relationships that focus on the customer. The problems that occurred in this company is that the company can not fulfill the demands of customers for the quantity of the product, as well as the relationship with suppliers of lettuce has not been well established. This research aims to: (1) Describe the relationship and the mechanism of agribusiness in PT. Momenta Agrikultura, (2) Analyze the rate of attachment relationship marketing at PT. Momenta Agrikultura. This research was conducted at PT. Momenta Agrikultura, supermarkets, and home of lettuce supplier. This research was conducted in February 2016 to complete. The analytical method used is descriptive analysis, using questionnaires as a data collection tool during the interview. And the results of this research will be comparing with indicators of relationship marketing by Hollesen (2010). This method would explain what kind of system is used by PT. Momenta Agrikultura and how linkages between agribusiness in the company. After that we will see the relationship patterns included the pattern of cooperative relations, coordinative or collaborative by Speakman (1998). iv iv The mechanism and the relationship between PT. Momenta Agrikultura with customers or suppliers has two relationships which are the contract system and the system of cut sale. The company has two tentative suppliers and two types of customers, those are supermarkets and Horeca (hotels, restaurants and catering). The mechanism of the relationship will be achieved at least during one year contract. Whereas for only oncepurchases, a minimum purchase of Rp. 500,000.00. PT. Momenta has the weaknesses fulfillment the demand of customers. This is because the limited quantity of product in the company. The degree relatedness of relationship marketing on the relationship between PT. Momenta Agrikultura with customers or suppliers are related to each other and very interdependence. This is because the company has been able to complete all the indicators of relationship marketing by Hollesen (2010). However, the companys relationships with suppliers has not been in a good situation yet or still usea cut sale without any further contracts. Suggestions for PT. Momenta is they should maintain the relationships with both customers and suppliers. And the company is able to fulfill customer demand by selecting the variety of sold products to be more focused on highly demand products and with suppliers is not only a cut sale relationship butmorestructural cooperation agreement and mutual benefit.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2016/361/ 051607060
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.1 Agriculture
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Kustati
Date Deposited: 04 Aug 2016 10:04
Last Modified: 04 Aug 2016 10:04
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/131354
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item