Pengaruh Ekstrak Bahan Nabati sebagai Pelindung Infektivitas Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus JTM 97 C terhadap Radiasi Sinar Ultraviolet untuk Mengendalikan Helicoverpa armigera Hubner (L

Karsalina, SintaAsa (2015) Pengaruh Ekstrak Bahan Nabati sebagai Pelindung Infektivitas Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus JTM 97 C terhadap Radiasi Sinar Ultraviolet untuk Mengendalikan Helicoverpa armigera Hubner (L. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Helicoverpa armigera merupakan hama yang bersifat polifag. Larva serangga ini dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai tanaman seperti jagung, tomat, kacang-kacangan, kapas dan tembakau (Sanjaya, Y., W. Noloperbowo, dan T. Anggraeni, 2004). Untuk mengurangi kehilangan hasil akibat serangan hama ini, para petani cenderung melakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida kimia yang dilakukan secara terjadwal (Setiawati, W., T. S. Uhan, dan A. Somantri, 2005). Tindakan tersebut selain tidak efektif juga sangat potensial menyebabkan resistensi hama dan berpotensi menyebabkan serangan hama sekunder yang lebih berbahaya. Untuk menghindari permasalahan akibat penggunaan insektisida kimia, salah satu pengendalian hayati yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan agens hayati berupa Spodoptera litura nuclear polyhedrosis virus (JTM 97C). Namun, keefektifan aplikasi SlNPV pada pertanaman dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tekanan sinar matahari secara langsung yang dapat menurunkan keefektifan NPV akibat rusaknya polyhedra dan asam nukleat sebagai pelindung virus ini. Oleh karena itu maka perlu ditambahkan bahan yang mampu melindungi partikel NPV terhadap sinar ultraviolet. Beberapa ekstrak bahan nabati dapat digunakan sebagai pelindung NPV dari sinar ultraviolet antara lain tongkol jagung, kulit singkong dan kulit nanas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu: 1) kontrol tanpa SlNPV JTM 97C, 2) SlNPV JTM 97C tanpa bahan pelindung, 3) SlNPV JTM 97C + kaolin sebagai pembanding, 4) SlNPV JTM 97C + ekstrak tongkol jagung, 5) SlNPV JTM 97C + ekstrak kulit singkong, dan 6) SlNPV JTM 97C + ekstrak kulit nanas. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan secara keseluruhan. Setiap unit percobaan memerlukan 20 larva H. armigera, sehingga dibutuhkan larva 480 larva. Parameter yang diamati antara lain persentase larva berhenti makan (Stop feeding), persentase larva mati (mortalitas), serta persentase larva berubah menjadi pupa dan imago. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5% dan apabila terdapat perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjutan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh perlakuan ekstrak bahan nabati sebagai pelindung infektivitas SlNPV JTM 97C terhadap radiasi sinar ultraviolet dalam mengendalikan Helicoverpa armigera pada seluruh stadia hidupnya. Ekstrak bahan nabati yang mempunyai kemampuan untuk melindungi infektivitas SlNPV JTM 97C terhadap radiasi sinar ultraviolet dalam mengendalikan H. armigera adalah ekstrak kulit nanas dan ekstrak tongkol jagung.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/542/051507535
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 20 Oct 2015 14:37
Last Modified: 19 Oct 2021 03:32
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130560
[thumbnail of SKRIPSI_SINTA_ASA_KARSALINA_115040201111309.doc.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI_SINTA_ASA_KARSALINA_115040201111309.doc.pdf

Download (6MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item