Hubungan Ketebalan Lapisan Epidermis Daun dan Kerapatan Stomata Terhadap Infeksi Jamur Alternaria porri (EN.) (Ciff.) Penyebab Penyakit Bercak Ungu Pada Empat Varietas Bawang Merah.

Marlitasari, Erviani (2015) Hubungan Ketebalan Lapisan Epidermis Daun dan Kerapatan Stomata Terhadap Infeksi Jamur Alternaria porri (EN.) (Ciff.) Penyebab Penyakit Bercak Ungu Pada Empat Varietas Bawang Merah. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Bawang merah sebagai salah satu tanaman komoditas unggulan di beberapa daerah di Indonesia. Secara umum produktivitas bawang merah yang dikembangkan masih rendah karena disebabkan tingginya gangguan penyakit, salah satunya penyakit bercak ungu (Alternaria porri). Terdapat banyak varietas bawang merah dipasaran, namun hanya beberapa yang sering digunakan oleh petani yaitu varietas bali, varietas thailand, varietas bauji dan varietas filipina. Adapun jenis pertahanan struktural tanaman antara lain jumlah dan kualitas lilin dan kultikula yang menutupi sel epidermis, struktur dinding sel epidermis; ukuran, letak dan bentuk stomata dan lentisel, dan jaringan dinding sel yang tebal yang menghambat gerak maju patogen. Ketebalan epidermis merupakan faktor penting dalam ketahanan tumbuhan terhadap patogen. Kerapatan stomata juga dapat menentukan ketahanan dari suatu tanaman yang merupakan tempat masuknya patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan keempat varietas bawang merah terhadap penyakit bercak ungu dan untuk mengetahui hubungan ketebalan lapisan epidermis dan kerapatan stomata daun terhadap penyakit bercak ungu (A. porri). Penelitian dilaksanakan di Lahan PTP 1 Soekarno-Hatta, Malang; Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan; dan di Laboratorium Mikologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang pada bulan Januari – April 2015. Rancangan yang digunakan pada uji varietas di lahan PTP 1 yaitu menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan varietas tanaman bawang dan 4 ulangan. Metode yang digunakan adalah inkubasi patogen Alternaria porri pada empat varietas tanaman bawang merah, pembuatan preparat daun bawang merah menggunakan metode fiksasi FAA (Formaldehid, Asam Asetat, Alkohol) untuk mengamati tebal epidermis dan pembuatan sayatan daun bawang merah untuk mengamati kerapatan stomata. Ketahanan keempat varietas bawang merah yang dapat dihubungkan dari inkubasi penyakit dengan intensitas serangan penyakit yang menunjukkan korelasi kuat. Korelasi ketebalan epidermis dengan intensitas serangan penyakit memiliki korelasi sedang. Ketebalan epidermis pada empat varietas bawang merah ini memiliki tebal yang berbeda dapat dilihat yang paling tebal sekaligus paling tahan terhadap serangan jamur A. porri yaitu bawang merah varietas bali dengan tebal epidermis 8,5x10-2 dan intensitas serangan 43,09%. sedangkan kerapatan stomata dengan intensitas serangan tidak memiliki korelasi. Kerapatan stomata pada empat varietas bawang merah yang berbeda dapat dilihat yang paling panjang ukurannya yaitu pada varietas thailand dan jumlah stomata terbanyak pada varietas bauji.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/488/051507481
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 19 Oct 2015 08:25
Last Modified: 19 Oct 2015 08:25
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130500
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item