Virulensi Jamur Beauveria bassiana (Bals.) Vuill. (Hypocreales : Cordycipitaceae) dengan Pemurnian Kembali pada Serangga (Passage Insect) Terhadap Plutella xylostella Linnaeus (Lepidoptera : Plutellid

Mayang, DerraMarhaendar (2015) Virulensi Jamur Beauveria bassiana (Bals.) Vuill. (Hypocreales : Cordycipitaceae) dengan Pemurnian Kembali pada Serangga (Passage Insect) Terhadap Plutella xylostella Linnaeus (Lepidoptera : Plutellid. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Jamur entomopatogenik yang umum digunakan adalah jamur Beauveria bassiana (Hypocreales : Cordycipitaceae). Hama Plutella xylostella (Lepidoptera : Plutellidae) merupakan salah satu hama yang sulit dikendalikan karena pengaruh resistensi pestisida sintetik. Penggunakan B. bassiana merupakan alternatif pengendalian yang baik, karena sifatnya yag tidak mengakibatkan resisntensi dan ramah lingkungan. Namun pada beberapa kasus pengendalian di lapang memiliki daya infeksi yang kurang efektif, hal ini diduga karena subkultur yang berlebih (lebih dari empat kali) atau pengawetan dalam jangka panjang dalam media buatan akan mengakibatkan virulensi jamur menurun. Untuk meningkatkan kualitas spora B. bassiana yakni dengan pemurnian kembali melalui serangga inang (passage insect.). Serangga memiliki senyawa kitin dan protein yang bermanfaat bagi jamur entomopathogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemurnian kembali jamur B. bassiana ke serangga, sehingga dapat meningkatkan kualitas spora dan virulensi jamur B. bassiana terhadap hama P. xylostella. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit dan Hama Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, mulai bulan Februari sampai Juli 2015. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 3 perlakuan dengan 8 ulangan. Perlakuan terdiri dari perlakuan 1 adalah kontrol (tanpa pemurnian isolat pada larva T. molitor); perlakuan 2 adalah 1 kali pemurnian isolat pada larva T. molitor; perlakuan 3 adalah 2 kali pemurnian isolat pada larva T. molitor. Analisis data menggunakan uji Anova satu arah menggunakan batas kepercayaan 95% (α:0,05). Jika terdapat perbedaan nyata, maka dilakukan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Pengamatan dilakukan dengan menghitung kerapatan spora, viabilitas spora, persentase kematian P. xylostella akibat infeksi B. bassiana dan rerata waktu kematian P. xylostella. Pemurnian kembali pada serangga dua kali (P3) mampu meningkatkan kerapatan spora jamur B. bassiana yakni 24,71x106 spora/ml. Viabilitas spora pada pemurnian ke serangga 1 kali (P2) dan pemurnian ke serangga 2 kali (P3) tidak memiliki pengaruh secara nyata. Mortalitas P. xylostella terbaik terjadi pada perlakuan pemurnian ke serangga 2 kali (P3) dengan persentase kematian mencapai 75,63 % pada 144 jam setelah aplikasi (JSA). Pemurnian kembali pada serangga tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap rerata waktu kematian P. xylostella. Pengamatan morfologi jamur B. bassiana secara makroskopis dan mikroskopis pada larva P. xylostella yang terinfeksi mengkonfirmasi bahwa jamur yang diisolasi merupakan jamur B. bassiana.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/469/051507462
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 16 Oct 2015 11:06
Last Modified: 16 Oct 2015 11:06
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130480
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item