Aspek Biologi Ikan Layang (Decapterus Ruselli Rüppell, 1830) Di Perairan Selat Makassar Yang Didaratkan Di Tpi Bajomulyo Ii Juwana, Pati, Jawa Tengah

AdiPradana, Bentar Bagus (2018) Aspek Biologi Ikan Layang (Decapterus Ruselli Rüppell, 1830) Di Perairan Selat Makassar Yang Didaratkan Di Tpi Bajomulyo Ii Juwana, Pati, Jawa Tengah. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Ikan layang benggol (D. ruselli) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ikan layang ini banyak diminati oleh masyarakat sehingga penangkapan terhadap ikan layang semakin meningkat dan menyebabkan penurunan populasi ikan layang. Penurunan populasi ikan layang akibat penangkapan yang berlebihan, secara tidak langsung karena tertangkapnya ikan-ikan yang belum matang gonad atau telah matang gonad namun belum sempat melakukan pemijahan. Kondisi ini menyebabkan populasi yang tersisa adalah ikan – ikan muda sehingga stok ikan layang tidak lagi tersedia sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan stok. Hal ini terbukti dengan menurunnya jumlah produksi dalam setiap tahunnya. adanya studi tentang aspek biologi dan analisis kondisi stok dapat dijadikan sebagai dasar kebijakan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan, dan dapat bermanfaat untuk jangka panjang apabila dikelola secara optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2018 hingga April 2018, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana, Pati Jawa Tengah. Tujuan dilakukannya penelitian tentang aspek biologi ikan layang (D. ruselli) di (TPI) Juwana, Pati adalah untuk mengetahui aspek biologi diataranya meliputi kelompok umur, hubungan panjang dan berat, hubungan panjang, nisbah kelamin, tingkat dan indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad (Lm) serta komposisi isi makanan. Metode deskriptif random sampling merupakan metode dalam meneliti suatu populasi ikan dengan mengambil sampel ikan secara acak yang kemudian dianalisis dan menarik kesimpulan untuk menggambarkan status pemanfaatannya. Analisis data pada penelitian ini menggunakan dua aplikasi yaitu Micosoft excel dan FAO-ICLARM Fish Stock Assesment Tools (FISAT II). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dari aspek dinamika populasi didapatkan jumlah sampel ikan layang (D. ruselli)sebanyak 823 ekor. Sebaran frekensi panjang ikan kembung lelaki didapatkan pada ukuran 6,8 – 20,7 cm dengan modus terbanyak dan terdiri dari beberapa kelompok umur setiap bulan pengambilan sampel. Hubungan panjang dan berat ikan layang (D. ruselli) mendapatkan persamaan W = 0.025FL3.026309 dengan sifat pertumbuhan isometrik. G = 0.3571 + 2.3946. Hal tersebut menunjukan bahwa setiap panjang ikan bertambah 2 cm, maka rata-rata lingkar tubuhnya meningkat sebesar 0,3571. Nilai Length at First Capture (Lc) didapatkan sebesar 14,3 cmFL. Laju pertumbuhan berdasarkan rumus persamaan Von Bertalanffy, Nilai L∞ (Panjang asimptot) yang diperoleh sebesar 32,55 cm; K (koefisien pertumbuhan) sebesar 1,91 tahun; dan t0 (umur ikan saat panjang 0) sebesar -0,079. Berdasarkan analisis biologi didapatkan jumlah sampel ikan layang (D. ruselli) sebanyak 185 ekor yang dibedah. Nisbah kelamin jantan dan betina pada ikan kembung lelaki (R. kanagurta) adalah 1 : 1,35 dengan presentase 43% ikan jantan dan 57% ikan betina. Tingkat kematangan gonad yang dijumpai dalam penelitian ini adalah TKG I hingga V, dimana banyak didominasi dengan gonad pada TKG I dan II. Proporsi antara ikan belum matang gonad (immature) dan matang gonad (mature) yaitu sebesar 76% dan 24%. Nilai indeks kematangan gonad didapatkan hasil ratarata berturut-turut dari bulan Januari 2018 hingga April 2018 adalah 5,63%, 7,16%, 10,57%, dan 8,98%. Nilai Length at First Mature (Lm) didapatkan sebesar 17,9 cm untuk ikan jantan dan 16,9 untuk ikan betina, sedangkan nilai Lm total adalah sebesar 17,7 cm. Nilai Lc < Lm yang artinya ukuran ikan ikan masih belum dalam ukuran layak tangkap. Makanan utama ikan layang (D. ruselli) berdasarkan Indeks Of Preponderance selama 3 bulan sebesar 42% pada filum Arthropoda, filum Cyanobacteria diperoleh nilai sebesar 37,5% sebagai makanan utama, sebagai makanan tambahan ada filum Ochrophyta sebesar 8,9% , filum CiliophoraI 8,2% larva sebersa 6,20% sebagai makanan tambahan, filum Cnidaria & Chlorophyta diperoleh nilai sebesar 0,5% dan filum Ctenophora diperoleh nilai sebesar 0,1% sebagai makanan pelengkap. Hal ini menunjukkan bahwa ikan layang merupakan ikan omivora jenis fitoplankton & zooplankton (pemakan tumbuhan & hewan).

English Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/619/051806405
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 597 Cold-blooded vertebrates > 597.7 Perciformes
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 24 Oct 2018 08:04
Last Modified: 23 Nov 2020 07:12
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/13026
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item