Ketertarikan Parasitoid Diadegma semiclausum Hellen (Hymenoptera: Ichneumonidae) pada Tanaman Sawi dengan Berbagai Pelukaan.

Mahdianto, Choirul (2015) Ketertarikan Parasitoid Diadegma semiclausum Hellen (Hymenoptera: Ichneumonidae) pada Tanaman Sawi dengan Berbagai Pelukaan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Larva perusak daun Plutella xylostella L. (Lepidoptera: Plutellidae) adalah salah satu hama utama pada tanaman sawi, Brassica sinensis L. (Brassicaceae) yang dapat menyebabkan kerugian secara ekonomis. Pengendalian terhadap serangan P. xylostella telah banyak dilakukan, namun selama ini pengendalian masih berorientasi pada penanganan, dan belum berfokus pada pencegahan. Salah satu musuh alami P. xylostella adalah Diadegma semiclausum Hellen (Hymenoptera: Ichneumonidae). Serangan P. xylostella dapat dikendalikan ketika D. semiclausum berperan secara efektif. Efektifitas D. semiclausum dapat ditingkatkan ketika diketahui faktor yang dapat meningkatkan efektifitas peran parasitoid tersebut, salah satunya adalah dengan senyawa volatil. D. semiclausum diketahui lebih tertarik pada bau volatil tanaman Brassicaceae walau tidak terserang P. xylostella dibanding bau dari udara bersih. Diketahui juga bahwa D. semiclausum lebih tertarik pada tanaman famili Brassicaceae yang terserang P. xylostella dibandingkan tanaman Brassicaceae yang tidak terserang P. xylostella. Musuh alami diketahui mampu membedakan senyawa volatil tanaman yang terserang hama dan yang dilakukan pelukaan mekanis. Tanaman sawi temasuk dalam famili Brassicaceae. Di Indonesia penelitian khusus tentang senyawa volatil pada tanaman sawi dan ketertarikan parasitoid D. semiclausum pada tanaman sawi masih belum banyak dilaporkan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk menguji respon D. semiclausum terhadap tanaman sawi yang terserang P. xylostella, dengan pelukaan mekanis, dan tanaman sawi tanpa pelukaan. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yaitu tanaman sawi yang terserang P. xylostella, tanaman sawi dengan pelukaan mekanis, tanaman sawi tanpa pelukaan serta perlakuan tanpa tanaman sebagai kontrol. Metode penelitian terdiri dari perbanyakan D. semiclausum di laboratorium dengan suhu 20±2° C hingga mencapai 50 parasitoid jantan dan 50 parasitoid betina. Selama proses perbanyakan parasitoid, juga dilakukan perbanyakan P. xylostella sebagai inang, dan jika jumlah larva P. xylostella kurang memadai, dilakukan pengambilan larva di lahan kubis Poncokusumo, Malang. Pengujian dilakukan menggunakan olfaktometer 4 lengan. Pelaksanaan uji respon dilaksanakan dengan menempatkan D. semiclausum kedalam ruang organisme, selanjutnya diamati cabang ruang organisme yang dihampiri D. semiclausum sekaligus diamati jenis kelamin D. semiclausum yang diuji. Pengujian D. semiclausum dilakukan selama 3 menit untuk satu parasitoid, dan dilakukan hingga 100 parasitoid. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Qi Kuadrat hingga ditemukan nilai p. Uji Qi Kuadrat dilakukan 2 kali, yaitu I mempertimbangkan jenis kelamin dan II tanpa mempertimbangkan jenis kelamin. Berdasarkan hasil penelitian pada uji Qi Kuadrat dengan mempertimbangkan jenis kelamin, diketahui bahwa D. semiclausum jantan dan betina tertarik pada seluruh perlakuan. Sedangkan pada uji Qi Kuadrat tanpa mempertimbangkan jenis kelamin, diketahui bahwa D. semiclausum yang merespon perlakuan, 22% lebih tinggi secara nyata dibanding yang tidak merespon. D. semiclausum yang tertarik pada keberadaan tanaman sawi 47% lebih tinggi secara nyata dibanding yang tertarik pada perlakuan tanpa tanaman. D. semiclausum yang tertarik pada tanaman yang sawi terserang P. xylostella, 13% lebih tinggi secara nyata dibanding yang tertarik pada tanaman sawi dengan pelukaan mekanis, sedangkan D. semiclausum yang tertarik pada tanaman yang mengalami pelukaan 32% lebih tinggi, tapi tidak secara nyata dibanding yang tertarik pada tanaman tanpa pelukaan.

English Abstract

The larvae of Plutella xylostella L. (Lepidoptera: Plutellidae) is one of the major pests on chaisim, Brassica sinensis L. (Brassicaceae) which can cause economic loss. Control of P. xylostella attacks have been carried out, but so far still oriented management control, and not focus on prevention. One of the natural enemies of P. xylostella is Diadegma semiclausum Hellen (Hymenoptera: Ichneumonidae). P. xylostella attacks can be controlled when D. semiclausum role effectively. D. semiclausum effectiveness can be improved when the known factors that can increase the effectiveness of the role of these parasitoids, one of which is the volatile compounds. D. semiclausum known to be interested in the Brassicaceae plant volatiles, though not attacked by P. xylostella than the odor of the air cleaner. D. semiclausum more interested in the family Brassicaceae plants are attacked by P. xylostella than Brassicaceae plants are not attacked by P. xylostella. Natural enemies are able to distinguish volatile plant pests and conducted mechanical wounding. Chaisim classified the family Brassicaceae. In Indonesia, a special research of volatile compounds in chaisim and interest D. semiclausum the chaisim is still not been reported. Therefore conducted research to test the response of D. semiclausum against chaisim were attacked by P. xylostella, by mechanical wounding, and chaisim without wounding. This study consists of four treatment that is chaisim were attacked by P. xylostella, chaisim with mechanical wounding, chaisim without wounding and treatment without plants as controls. The research method consists of propagation D. semiclausum in the laboratory with a temperature of 20 ± 2 ° C up to 50 parasitoids male and 50 female parasitoids. During the process of propagation of parasitoids, also to propagation of P. xylostella as host, and if the the amount of larvae of P. xylostella inadequate, done taking larvae in cabbage fields Poncokusumo, Malang. Tests conducted using olfaktometer with 4 arms. Implementation of response test conducted by placing D. semiclausum into space organism, further observed that space organisms branch approached D. semiclausum once observed sex D. semiclausum tested. Testing of D. semiclausum conducted for 3 minutes for one parasitoids, and conducted up to 100 parasitoids. Data were analyzed with Chi Square test to find the value of p. Chi Square test conducted 2 times, that is I consider the gender and II without considering gender. Based on the research results of the Chi Square test by considering gender, D. semiclausum males and females known be interested in all treatments. While the Chi Square test without considering gender, it is known that D. semiclausum that responds treatment, 22% significantly higher than that does not respond. D. semiclausum who are interested in the existence of chaisim 47% significantly higher than those interested in the treatment without chaisim. D. semiclausum interested in chaisim attacked by P. xylostella, 13% significantly higher than those interested in the chaisim with mechanical wounding, whereas D. semiclausum are interested in plants that with wounding 32% higher, but not significantly than those who are interested in chaisim without wounding.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2015/144/051502602
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 06 Apr 2015 09:21
Last Modified: 19 Oct 2021 06:15
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/130121
[thumbnail of Skripsi_Full_Choirul_Mahdianto.pdf]
Preview
Text
Skripsi_Full_Choirul_Mahdianto.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item