Estimasi Umur Dan Produktivitas Tebu (Saccharum Officinarum L.) Menggunakan Analisis Citra Berorientasi Objek

Kairupan, DianaPermatasari (2014) Estimasi Umur Dan Produktivitas Tebu (Saccharum Officinarum L.) Menggunakan Analisis Citra Berorientasi Objek. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Konsumsi Gula Pasir Terus Meningkat Setiap Tahun Akan Tetapi Produksi Gula Dalam Negeri Belum Dapat Mencukupi Kebutuhan Tersebut. Berdasarkan Data Dari Bps Kabupaten Malang, Produktivitas Tebu Di Kabupaten Malang Tahun 2013 Sebesar 76,08 Ton/Ha Dengan Luas Areal 44.317 Ha. Produktivitas Tersebut Masih Dibawah Potensi Standar Yaitu Diatas 100 Ton/Ha Untuk Pertanaman Tebu Di Lahan Sawah Dan Sekitar 90 Ton/Ha Untuk Pertanaman Tebu Di Lahan Tegalan (Indrawanto Et Al., 2010). Pemanenan Tebu Pada Umur Yang Sesuai Dengan Waktu Kemasakannya Dapat Meningkatkan Rendemen Tebu Karena Semakin Tinggi Rendemen Tebu Maka Gula Yang Didapat Juga Tinggi. Oleh Karena Itu Diperlukan Informasi Tentang Umur Dan Produksi Tebu Yang Lebih Cepat Dan Akurat Sebagai Kebutuhan Bagi Para Peneliti, Instansi, Dan Pemerintahan Untuk Mengambil Kebijakan Lebih Lanjut. Pemanfaatan Citra Satelit Dapat Digunakan Untuk Memberikan Informasi Spasial Secara Detil Dan Efisien Tentang Lingkungan Ekologi Pertanian Dan Dapat Dihubungkan Dengan Parameter Tanaman Tebu Seperti Identifikasi, Umur Dan Produktivitas Tanaman. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Membuat Estimasi Umur Dan Produktivitas Tebu Menggunakan Analisis Citra Berorientasi Objek. Penelitian Ini Dilakukan Di Kabupaten Malang Pada Bulan Agustus-November 2013. Metode Yang Digunakan Adalah Analisis Citra Berorientasi Objek Dengan Estimasi Umur Tebu Diperoleh Dari Korelasi Umur Tanaman Dengan Tekstur Citra Sedangkan Estimasi Produktivitas Tebu Diperoleh Dari Regresi Linier Produktivitas Tanaman Dengan Nilai Ndvi Menggunakan Citra Landsat 8. Hasil Penelitian Menunjukkan Analisis Citra Berorientasi Objek Dapat Memisahkan Lahan Tebu Dan Bukan Lahan Tebu Menggunakan Citra Landsat 8 Yang Telah Difusikan Dengan Kombinasi Warna 432 Dengan Luasan 42.598 Ha Atau Sekitar 12,05% Dari Luas Kabupaten Malang. Pada Estimasi Umur Tebu Ditemukan Adanya Korelasi Tingkat Sedang Pada Nilai Tekstur Glcm Correlation Dan Glcm Homogeneity Pada Kelas Kepras 1 Dan Glcm Mean Pada Kelas Kepras 2 Dengan Umur Tebu, Akan Tetapi Tidak Dapat Dilakukan Estimasi Umur Tebu Dikarenakan Lemahnya Korelasi Dan Ketidakteraturan Pola Pertumbuhan Tebu Berdasarkan Tekstur Citra. Hal Ini Disebabkan Karena Resolusi Landsat 8 Sebesar 15 M Masih Kurang Detil Untuk Menunjukkan Perbedaan Tekstur Citra Pada Umur Tebu. Adanya Hubungan Antara Nilai Ndvi Dengan Produktivitas Tebu. Estimasi Produktivitas Tebu Pada Lahan Sawah Didapatkan Persamaan; Y = 276.09x - 108.32; R2 = 0,89. Estimasi Produktivitas Tebu Pada Lahan Tegalan Didapatkan Persamaan; Y = 349.65x - 166.96; R2 = 0,78 Dengan Y Menunjukkan Produktivitas Dan X Menunjukkan Nilai Normalized Difference Vegetation Index (Ndvi). Uji Validasi Model Berdasarkan Perhitungan Persentase Kesalahan Pada Persamaan Produktivitas Tebu Di Lahan Sawah Menghasilkan Tingkat Akurasi Sebesar 95,9% Dan Uji Regresi Linier Menghasilkan R2 = 0,90. Persamaan Produktivitas Tebu Di Lahan Tegalan Berdasarkan Perhitungan Persentase Kesalahan Menghasilkan Tingkat Akurasi Sebesar 95,9% Dan Uji Regresi Linier Menghasilkan R2 = 0,63. Uji T-Berpasangan Menunjukkan Bahwa Antara Produktivitas Di Lapang Dengan Estimasi Produktivitas Tebu Di Lahan Sawah Dan Tegalan Tidak Berbeda Nyata (P>0,05). Hasil Uji Validasi Model Menunjukkan Estimasi Produktivitas Tebu Berdasarkan Di Lahan Sawah Dan Tegalan Dapat Diterapkan Untuk Memprediksi Produktivitas Tebu

English Abstract

The Consumption Of Sugar Continues To Increase Every Year But Domestic Sugar Production Is Not Able To Meet These Needs. Based On Data From Bps Malang Regency, Sugarcane Productivity In Malang Regency 2013 Amount 76.08 Tons/Ha With 44 317 Ha Area. Productivity Still Below The Standard Potential About 100 Tons/Ha For Sugarcane Planting In Lowland And About 90 Tons / Ha For Sugarcane Planting In Upland (Indrawanto Et Al., 2010). Harvesting Sugar Cane Based On Mature Time May Get Higher Sucrose Content So The Content Of Sugar. Therefore We Need Information About Age And Production Quickly And Accurately As The Need For Researchers, Institutions, And Governments To Take Further Policy. Utilization Of Satellite Imagery Can Be Used To Provide Detailed Spatial Information About The Environment And Ecological Agriculture More Efficient Also Can Be Associated With Plant Parameters Such As Identification, Age And Productivity Of Sugarcane. The Purpose Of This Study Is To Estimate The Age And Productivity Of Sugarcane Using Object Oriented Image Analysis. This Research Was Carried Out In Malang District In August To November 2013. The Method Using Object-Oriented Image Analysis, An Estimation Of The Sugarcane Age Obtained From The Correlation Between Texture Values Of Imagery Whereas An Estimation Of Sugarcane Productivity Obtained From Linear Regression Between Sugarcane Productivity And Normalized Difference Vegetation Index (Ndvi). Results Shows Object Oriented Image Analysis Can Separate Sugarcane Area And Non Sugarcane Area Using Landsat 8, Which Has Been Fused With A Combination Of 432 Band Results 42.598 Ha Or About 12.05% Of The Area Of Malang Regency. There Is Average Correlation In Texture Values, Glcm Correlation And Glcm Homogeneity In Ratoon Class 1 And Glcm Mean In Ratoon Class 2 With Sugarcane Age But It Can’t Be Estimated Because Weak Correlation And Irregularities Cane Growth Pattern Based On Image Texture. The Reason Is The Resolution Of The Landsat 8 About 15 M Still Lacking In Detail To Show The Difference Image Texture Of Each Sugarcane Age. There Is A Relationship Between Ndvi Values And Sugarcane Productivity, Productivity Sugarcane In Lowland, The Equation; Y = 276.09x - 108.32; R2 = 0.89. The Equation Of Productivity Sugarcane In Upland; Y = 349.65x -166.96; R2 = 0.78 With Y Indicates The Productivity And X Indicates Ndvi Values. Validation Model Test Based On The Calculation Of The Percentage Of Errors For Estimation Sugarcane Productivity In Lowland Produce An Accuracy Rate Of 95.9% And Linear Regression Resulted R2 = 0.90. Estimation Sugarcane Productivity In Upland Based On A Percentage Of Errors Produce An Accuracy Rate Of 95.9% And Linear Regression Resulted In R2 = 0.63. Paired T-Test Shows That The Productivity In The Field With Estimation Of Productivity In Lowland And Sugarcane Fields Were Not Significantly Different (P>0.05). Validation Model Test Shows Estimation Of Sugarcane Productivity In Lowland And Upland Can Be Applied To Predict The Productivity Of Sugarcane.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/417/051407794
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 24 Nov 2014 09:36
Last Modified: 20 Oct 2021 11:48
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129894
[thumbnail of BAB_I._PENDAHULUAN.pdf]
Preview
Text
BAB_I._PENDAHULUAN.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB_III._BAHAN_DAN_METODE.pdf]
Preview
Text
BAB_III._BAHAN_DAN_METODE.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of BAB_IV._KONDISI_UMUM_WILAYAH.pdf]
Preview
Text
BAB_IV._KONDISI_UMUM_WILAYAH.pdf

Download (5MB) | Preview
[thumbnail of BAB_V._HASIL_DAN_PEMBAHASAN.pdf]
Preview
Text
BAB_V._HASIL_DAN_PEMBAHASAN.pdf

Download (3MB) | Preview
[thumbnail of COVER.pdf]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB_II._TINJAUAN_PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
BAB_II._TINJAUAN_PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR_PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of RINGKASAN_DAN_DAFTAR_ISI.pdf]
Preview
Text
RINGKASAN_DAN_DAFTAR_ISI.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf]
Preview
Text
LAMPIRAN.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item