Efektivitas Penggunaan Sub-Soiler Pada Perkebunan Nanas Dengan Kondisi C-Organik Tanah Yang Berbeda : Pemadatan Tanah Dan Porositas Total Tanah

Septiyanto, Agung (2014) Efektivitas Penggunaan Sub-Soiler Pada Perkebunan Nanas Dengan Kondisi C-Organik Tanah Yang Berbeda : Pemadatan Tanah Dan Porositas Total Tanah. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Sebagian besar tanah di wilayah PT GGP (Great Giant Pineapple), telah terdegradasi yang ditandai dengan tingkat kepadatan tanah yang tinggi dan kandungan C Organik rendah, sehingga di musim penghujan di beberapa tempat banyak terjadi penggenangan yang sangat merugikan tanaman. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak PT GGP membuat saluran drainase dengan menggunakan bajak dalam (subsoiler). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab 2 pertanyaan penelitian yaitu: (1) Apakah pemadatan tanah yang terjadi di kebun nanas adalah berkaitan dengan rendahnya kandungan C Organik tanah? (2) Apakah tanah yang telah diolah menggunakan subsoiler menunjukkan gejala rekompaksi tanah? Bila ya, kapan rekompaksi tersebut terjadi? Hipotesis yang diajukan adalah (1) Semakin lama waktu setelah aplikasi subsoiler akan diikuti dengan menurunnya porositas total tanah (2) Penurunan porositas tanah akan lebih cepat terjadi pada tanah dengan kandungan C Organik rendah (<1,2%) dibandingkan dengan tanah dengan kandungan C Organik yang lebih tinggi (>1,2%). Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan nanas PT. GGP, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, pada bulan Januari hingga April tahun 2014. Pengukuran dilakukan pada beberapa lahan pewakil yang telah diolah menggunakan subsoiler, dengan 2 sumber keragaman: (a) Waktu setelah pembajakan: 4, 6 dan 8 bulan setelah pembajakan (BSP), (b) Kandungan C Organik : rendah (<1,2%), tinggi (>1,2%). Pengukuran pada masing-masing variabel diulang sebanyak 6x. Beberapa variabel yang diukur: Berat isi (BI) tanah, berat jenis (BJ) tanah, ketahanan penetrasi, kemantapan agregat, tekstur tanah dan total C Organik tanah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa upaya pengolahan dengan subsoiler mampu meningkatkan porositas total tanah, tetapi pada 8 BSP porositas total tanah kembali menurun dari 49 % menjadi 46 %. Penurunan porositas total pada tanah dengan kondisi C Organik rendah relatif lebih cepat dibandingkan dengan pada tanah dengan kondisi C Organik lebih tinggi. Pembajakan dengan subsoiler mengurangi tingkat kepadatan tanah di lapisan dalam, dimana kemantapan agregat menurun 20 % dan ketahanan penetrasi menurun 15 %, serta porositas total meningkat 15 % lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan non-subsoiling. Semakin rendah porositas total tanah maka kemantapan agregat tanah meningkat.

English Abstract

Soil compaction is a common problem on most soils in the area of GGPC (Great Giant Pineapple Company) shown by low soil C-organic content, high soil bulk density, and low soil porosity. Deep plough using heavy machinery can create more persistent soil compaction resulted water pounding with poor soil aeration and restricted root growth. Subsoil tillage has been used to alleviate subsoil compaction problem. The purpose of this study was to answer two research questions: (1) Is the soil compaction that occurs in pineapple plantations are associated with low soil organic C content? (2) When soil re-compaction occurs after subsoil tillage been applied? Two hypothesis tested were: (1) The longer time subsoil tillage is applied will be followed by lower total soil porosity, (2) Declining of soil porosity will occur more quickly in soil with low organic C content (<1.2%) compared to soil containing C-organic higher (> 1.2%). This study was conducted in a pineapple plantation GGPC, Terbanggi Besar, Central Lampung, in January to April 2014. Measurements were done at eight selected plots that has been cultivated using a subsoil tillage, with two sources of variability: (a) Time after tillage: 4, 6 and 8 months after tillage (MAT), (b) C-organic content: low (<1.2%) and high (> 1.2%). The measurements was repeated 4 times. The variables measured were: Soil Bulk Density (BD), particle density (BJ), soil penetration resistance, aggregate stability, soil texture and total soil organic carbon. The results showed that subsoil tillage increased the total porosity of the soil, but on 8 MAT total soil porosity back lower from 49 % to 46 %. Low soil organic-C make the soil more susceptible to soil compaction, declining total porosity in the soil with low organic-C occurs more rapidly than in the soil with higher organic-C. Subsoil tillage reduces soil density in the lower layer, which decreased 20% aggregate stability and decreased 15% penetration resistance and the total porosity increased by 15% higher compared to the non-subsoiling treatment.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/373/051407171
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Hasbi
Date Deposited: 29 Oct 2014 09:16
Last Modified: 20 Oct 2021 07:57
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129849
[thumbnail of SKRIPSI_-__AGUNG_SEPTIYANTO_(105040200111010).pdf]
Preview
Text
SKRIPSI_-__AGUNG_SEPTIYANTO_(105040200111010).pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item