Keanekaragaman Bakteri pada Lahan Endemik-Non Endemik Penyakit Layu Bakteri Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) dan Uji Antagonisme terhadap Ralstonia solanacearum.

Rachmadhani, MerystiEka (2014) Keanekaragaman Bakteri pada Lahan Endemik-Non Endemik Penyakit Layu Bakteri Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) dan Uji Antagonisme terhadap Ralstonia solanacearum. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Ralstonia solanacearum atau nama terdahulu Pseudomonas solanacearum merupakan salah satu patogen tular tanah yang dapat menghambat dalam peningkatan produksi tomat. Di samping kisaran inangnya yang luas, R. solanacearum juga memiliki kemampuan ber tahan hidup dalam waktu lama di dalam tanah yang menyebabkan patogen tersebut menjadi endemik di suatu lahan dan sulit untuk dikendalikan. Menurut Van (2000), lahan yang tidak endemik patogen dapat berpotensi menjadi lahan yang dapat menekan penyakit. Hal tersebut dikarenakan lahan yang dapat menekan penyakit ( suppressive soil ) memiliki keanekaragaman mikroorganisme tanah yang relatif tinggi, sehingga kondusif untuk pertumbuhan tanaman. Keanekaragaman ( diversity ) mikroorganisme tanah merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menjaga stabilitas ekosistem. Mikroorganisme tersebut memegang peranan penting terhadap kelangsungan hidup tanaman untuk membantu proses dekomposisi bahan organik dan menjadi musuh bagi patogen (bersifat antagonis). Metode penelitian yang digunakan merupakan metode eksploratif dan komparatif yang meliputi survei lahan, isolasi bakteri tanah, dan uji antagonis. Analisis serangan penyakit menggunakan rumus Intensitas Penyakit, analisis keanekaragaman menggunakan persamaan Indeks Keanekaragaman Shanon (H’) dan analisis daya hambat menggunakan indeks zona bening bakteri antagonis. Berdasarkan hasil survei lahan, maka diketahui Intensitas Penyakit layu bakteri pada lahan endemik sebesar 38.39% dan Intensitas Penyakit layu bakteri di lahan non-endemik 0%. Hasil isolasi bakteri tanah menunjukkan bahwa Indeks Keanekaragaman bakteri pada lahan endemik penyakit layu bakteri termasuk dalam kategori sedang, yaitu 2.57 dan Indeks Keanekaragaman bakteri pada lahan non-endemik termasuk dalam kategori tinggi, yaitu 3.07. Hasil pengujian antagonis antara bakteri tanah terhadap R. solanacearum menunjukkan adanya perbedaan, yaitu jumlah bakteri yang bersifat antagonis pada lahan non-endemik penyakit layu bakteri lebih banyak dari jumlah bakteri antagonis dari lahan endemik. Indeks zona bening tertinggi yang dihasilkan bakteri pada lahan endemik dengan kode DC adalah sebesar 0.73 dan bakteri pada lahan non-endemik dengan kode JD adalah sebesar 0.91.

English Abstract

Ralstonia solanacearum or Pseudomonas solanacearum is one of soil-borne pathogen that cause production of tomato. Beside it has the wide host range, R. solanacearum can survive inside the soil for a long time, so that R. solanacearum become an endemic pathogen which stay in a land and very difficult to controlled. Van (2000) said that land which has non-endemic pathogen is potential to control or suppress pathogenic microorganism in the soil (suppressive soil). It caused the suppressive soil has high biodiversity of microorganism, so that the condition of soil became a suitable for plant. Diversity of soil microorganisms is one of the important points in maintaining the stability of the ecosystem. Microorganisms play an important role on the survival of the plant to help the process of decomposition of organic matter and being an enemy to pathogens (antagonistic). This research use an explorative and comparative method, divided in to three subjects which are survey, isolation of bacteria, and antagonism test. Disease attack can be calculated by using Intensity of Disease Attack formula, analysis of diversity using Diversity Index (H’) of Shanon, and analysis of bacteria inhibition using Inhibition Zone Index. Based on result of survey, it is known that the Intensity of Disease Attack on endemic land is 38.39% and Intensity of Disease Attack on non-endemic land is 0%. Based on soil samples, it is known that index of bacterial diversity in the bacterial wilt disease endemic land included in the medium category which is 2.57 and the diversity of bacteria in a non-endemic land included in the high category which is 3.07. The antagonism test results between soil bacteria against R. solanacearum showed a difference in the number of antagonistic bacteria from the soil. The number of antagonistic bacteria from non-endemic land is higher than the number of antagonistic bacteria from endemic land. The highest inhibition zone from non-endemic soil bacteria showed by JD bacteria which is 0.91 and the highest inhibition zone from endemic soil bacteria is 0.73 showed by DC bacteria.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/351/051406881
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Hasbi
Date Deposited: 21 Oct 2014 09:52
Last Modified: 20 Oct 2021 07:41
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129825
[thumbnail of 1._Cover,_persetujuan,_pengesahan,_pernyataan,_RH,_peruntukan.pdf]
Preview
Text
1._Cover,_persetujuan,_pengesahan,_pernyataan,_RH,_peruntukan.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 2._Ringkasan,_summary,_daftar_isi,_daftar_gambar,_daftar_tabel,_daftar_lampiran.pdf]
Preview
Text
2._Ringkasan,_summary,_daftar_isi,_daftar_gambar,_daftar_tabel,_daftar_lampiran.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 4._Bab_4,_5,_daftar_pustaka,_lampiran.pdf]
Preview
Text
4._Bab_4,_5,_daftar_pustaka,_lampiran.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of 3._Bab_1,_2,_3.pdf]
Preview
Text
3._Bab_1,_2,_3.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item