Dampak Pascafitoremediasi Tanah Tercemar Limbah Tambang Emas Rakyat Mengandung Merkuri (Hg) Dengan Juku Pait (DigitaAria Radicosa) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung

Hidayah, NikawidaPuspa (2014) Dampak Pascafitoremediasi Tanah Tercemar Limbah Tambang Emas Rakyat Mengandung Merkuri (Hg) Dengan Juku Pait (DigitaAria Radicosa) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Amalgamasi merkuri (Hg) merupakan metode tradisional yang digunakan oleh penambang PESK untuk mendapatkan emas. Sisa proses tradisional tersebut berupa limbah (berlumpur) yang mengandung merkuri dan berbagai logam berat lainnya yang mencemari lahan pertanian, karena umumnya dibuang di lahan pertanian. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk menekan atau mengurangi kandungan logam berat yang terdapat pada daerah tercemar adalah dengan menggunakan Fitoremediasi. Tujuan dari penelitian ini Mempelajari pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) pada tanah tercemar merkuri (Hg) yang telah mengalami fitoremediasi dari tumbuhan lokal Digitaria radicosa. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jurusan Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang, dan untuk pengamatan dan penanaman tanaman jagung (Zea mays L.) sendiri dilaksanakan di rumah plastik yang berada di lahan percobaan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Untuk waktu penelitiannya di mulai pada bulan Desember 2013 – Maret 2014. Media tanam dalam pot yang digunakan dalam pot merupakan bahan penelitian sebelumnya (disebut media tanam pascafitoremediasi), digunakan untuk menanam jagung selama 8 minggu (akhir fase vegetatif). Perlakuan yang diterapkan adalah sama dengan perlakuan penelitian sebelumnya, yaitu 6 perlakuan (2 jenis media tanam dan 3 dosis ammonium thiosulfat), ditambah dengan 2 perlakuan kontrol. Perlakuan kontrol adalah 2 media tanam T1 dan T2, yaitu campuran 70% tanah dan 30% tailing sianidasi, dan campuran 70% tanah dan 30% tailing amalgamasi tanpa penambahan ammonium thiosulfate dan tanpa proses fitoremediasi). Dengan demikian, terdapat 8 perlakuan (6 perlakuan penelitian sebelumnya dan 2 kontrol). Selama percobaan, kandungan air tanah dipertahankan pada kondisi 100% kapasitas lapangan dengan menambahkan / menyiram air secara periodik. Pertumbuhan tanaman jagung (tinggi tanaman), diamati setiap minggu selama 12 minggu. Pada saat panen (12 minggu), dilakukan pengamatan (1), berat basah dan berat kering tajuk dan akar tanaman jagung, (2) konsentrasi Hg dalam tajuk dan akar tanaman jagung, dan (3) konsentrasi Hg dalam tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman jagung (Zea mays L.) mampu mengakumulasi logam berat pada media Pascafitoremediasi sebesar 97,40% mg/kg untuk T1 dan 98,38% mg/kg untuk T2. Selain itu perlakuan kombinasi dengan penambaham ammonium thiosulfate 8g/kg media memiliki tingkat efektifitas penyerapan Hg pada tanaman jagung (Zea mays L.). Dari hasil uji laboratorium menunjukan bahwa tingkat responsive jagung terhadap Hg mampu mengakumulasi dari konsentrasi tanah sampai bagian akar, batang, daun dan biji tanaman jagung.

English Abstract

Amalgamation of mercury (Hg) is the traditional method used by miners to get gold PESK. The rest of the traditional process in the form of waste (muddy) containing mercury and various other heavy metals that contaminate agricultural land, because it is generally disposed of on farms. One effort that can be used to suppress or reduce the content of heavy metals found in polluted areas is to use Phytoremediation. The purpose of this study is to determinated the growth of maize (Zea mays L.) in soil contaminated with mercury (Hg) which has undergone phytoremediation of local plant Digitaria radicosa. This research was conducted at the Laboratory of Soil Department of the Faculty of Agriculture, Brawijaya University, Malang, and for observation and cultivation of maize (Zea mays L.) itself was conducted in a plastic house which is in trials field Tribhuwana Tunggadewi University of Malang. the time of the research of began in December 2013 until March 2014. Growing media in pots above the former study (called post phytoremediation growing media), is used to grow maize for 8 weeks (until the end phase). Treatment applied is the same as the previous study treatment, ie 6 treatments (2 types of growing media and 3 dossages of ammonium thiosulfate), combine with 2 control treatment. Control treatment is 2 planting medium, i.e T1 and T2 a mixture of 70% soil and 30% of tailings cyanidation, and a mixture of 70% soil and 30% amalgamation tailings without ammonium thiosulfate and without the phytoremediation process). Thus, there are 8 treatments (6 previous treatments studies and 2 controls). During the experiment, soil water content was maintained at 100% field capacity conditions by adding/flush water periodically. Maize plant growth (plant height), observed every week for 12 weeks. At the time of harvest (12 weeks), were observed (1) wet weight and dry weight of the canopy and roots of maize, (2) the concentration of Hg in the shoot and roots of corn plants, and (3) the concentration of Hg in the soil. The results showed that of maize (Zea mays L.) were able to accumulate Hg in the media post phytoremediation 97,40% mg/kg for plant media T1 and 98,38% mg/kg for plant media T2. In addition the combination treatment with ammonium thiosulfate 8 g/kg media has the most effective level of Hg uptake in maize (Zea mays L.). The laboratory test results showed that the level of responsiveness of corn is capable accumulate Hg concentrations of soil to the roots, stems, leaves and maize cob.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/217/051405391
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Hasbi
Date Deposited: 01 Sep 2014 11:05
Last Modified: 20 Oct 2021 05:38
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129674
[thumbnail of SKRIPSI.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item