Vegetasi Sebagai Pereduksi CO2 Udara Ambien Tepi Jalan

Putra, Bayu Permana (2014) Vegetasi Sebagai Pereduksi CO2 Udara Ambien Tepi Jalan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Udara ambien adalah udara bebas dipermukaan bumi pada lapisan troposfir yang berada di dalam wilayah yurisdiksi Republik Indonesia yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya (PP No. 41 Tahun 1999). Jalan raya merupakan suatu landasan yang bertujuan untuk melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ke tempat yang lain. Untuk itu jalan raya harus dibuat dengan aman, cepat, tepat, nyaman,efisien dan ekonomis. Jalan raya Soekarno - Hatta Malang memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang termasuk tinggi, karena menjadi akses menuju tempat tempat vital di kota Malang, diantaranya akses menuju Universitas Brawijaya dan Politeknik Negeri Malang. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang tidak bisa mengendalikan pertumbuhan kendaraan di Kota Malang. Setiap tahunnya kendaraan bermotor meningkat sampai 13 persen. Pertumbuhan ini terdiri dari 10 persen peningkatan motor, dan mobil meningkat sampai 3 persen per tahun. Pertambahan jumlah kendaraan memicu meningkatnya emisi kendaraan yang berada di sekitar jalan Soekarno - Hatta Malang, yang berbanding lurus dengan jumlah kendaraan yang semakin meningkat. Peningkatan jumlah emisi kendaraan di udara sehingga dapat meningkatkan suhu udara di jalan Soekarno - Hatta Malang. Vegetasi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi pertambahan CO2 di udara, kemampuan vegetasi dalam menyerap CO2 diharapkan bisa memperbaiki kualitas udara di sekitar jalan Soekarno - Hatta Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran vegetasi dalam menurunkan konsentrasi CO2 Udara Ambien di jalan Soekarno - Hatta Malang. Penelitian dilakukan di jalan Soekarno - Hatta Malang, Jawa Timur, Indonesia 85 KM dari Kota Surabaya, penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2013 sampai September 2013. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah : alat tulis, kamera Canon eos 600 D digital SLR, CO2 meter Lutron GC – 2018, Anemometer Lutron AM-4201, meteran dan counter. Sedangkan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah vegetasi, CO2, suhu dan kendaraan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pengamatan langsung dengan menggunakan metode observasi. Hasil pengamatan di jalan Soekarno - Hatta yang dibagi menjadi 5 lokasi studi diperoleh 18 jenis pohon peneduh. 66 % memiliki tekstur kasar, 22 % dengan tekstur sedang, 5 % bertektur halus. Sedangkan dari bentuk tajuk round atau bulat mendominasi dengan nilai 33 %, Oval 5 %, Round weeping 11 %, V shape 33 %, Globular 5 %. Kerapatan masing masing pohon, didominasi pohon bertajuk rendah (<35%) mencapai 50 %, Kerapatan tajuk sedang 33 %, Kerapatan tajuk tinggi 16 %. 9 jenis semak. 89 % memiliki tekstur kasar, 0 % dengan tekstur sedang, 11 % bertektur halus. Sedangkan dari bentuk tajuk mounded to flat mendominasi dengan nilai 66 %, Oval 11 %, Columnar 11 %, V – Shape 11 %. 5 jenis Ground Cover. 0 % memiliki tekstur kasar, 20 % dengan tekstur sedang, 80 % bertektur halus. Sedangkan dari bentuk tajuk flat 40 %, V – Shape 40 %, Upright 20 %. Kondisi CO2 udara ambien tertinggi terjadi pada pukul 16.00 (410,11 ppm), suhu udara tertinggi pada pukul 12.00 (30,58 oC), kelembaban tertinggi pada pukul 07.00 (78,46 %) dan kecepatan angin tertinggi pada pukul 16.00 (2,95 m/s). Nilai rata – rata CO2 tertinggi terdapat pada lokasi pengamatan dengan persentase penutupan tajuk 65% dengan nilai 413,56 ppm.

English Abstract

Ambient air is free virgin surface of the earth in a layer of the troposphere that is within the jurisdiction of the Republic of Indonesia is required and affects human health, living organisms and other environmental elements (PP No. 41 Tahun 1999). The highway is a foundation that aims to pass traffic from one place to another. For the highway should be made with safe, fast, precise, comfortable, efficient and economical. Highway Soekarno - Hatta Malang has a vehicle density is high, because it gives access to vital places in the city of Malang, including access to the UB and the State Polytechnic of Malang. Department of Transportation Malang City can’t control the growth of vehicles in Malang. Each year motor vehicles increased to 13 percent. This growth consisted of a 10 per cent increase in the motor, and the car increases to 3 percent per year. The number of vehicles that lead to increased vehicle emissions were around way Soekarno - Hatta Malang, which is directly proportional to the increasing number of vehicles. Increasing the amount of vehicle emissions in the air so as to increase the temperature of the air in the street Soekarno - Hatta Malang. Vegetation is one of the solutions to cope with the increase of CO2 in the air, the ability of vegetation to absorb CO2 is expected to improve air quality in the surrounding streets Soekarno - Hatta Malang. This study aims to determine the role of vegetation in lowering the concentration of CO2 in the street Ambient Air Soekarno - Hatta Malang. The research conducted in street Soekarno - Hatta Malang, East Java, Indonesia 85 KM from the city of Surabaya, research conducted in July 2013 to September 2013. The tools used in this study is : stationery, Camera Canon eos 600 D digital SLR, CO2 meter Lutron GC – 2018, Anemometer Lutron AM-4201 and hand counter. While the materials used in this study is the vegetation, CO2, temperature and vehicle. The method used in this study is the direct observation by using observational methods. Observations on the street Soekarno - Hatta were divided into 5 study sites obtained 18 types of shade trees. 66% have a rough texture, 22% with medium texture, smooth bertektur 5%. While the shape of a rounded or rounded canopy dominates with 33%, 5% Oval, Round weeping 11%, 33% V shape, Globular 5%. The density of each tree, called the tree-dominated low (<35%) reached 50%, moderate 33% canopy density, high canopy density of 16%. 9 types of shrubs. 89% have a coarse texture, the texture was 0%, 11% bertektur smooth. While mounded shape to a flat canopy dominated by the value of 66%, 11% Oval, Columnar 11%, V - Shape 11%. While mounded shape to a flat canopy dominated by the value of 66%, 11% Oval, Columnar 11%, V - Shape 11%. 5 types of Ground Cover. 0% have a rough texture, 20% with medium texture, 80% bertektur smooth. While the shape of the canopy flat 40%, V - Shape 40%, 20% Upright. The highest ambient air CO2 conditions occurred at 16:00 (410.11 ppm), the highest temperature at 12.00 (30.58 ° C), high humidity at 07.00 (78.46%) and the highest wind speed at 16:00 (2, 95 m / s). Value - average CO2 was highest at the location of the observation with the percentage of canopy closure of 65% with a value of 413.56 ppm.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/114/051402687
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 581 Specific topics in natural history of plants > 581.7 Plant ecology, plants characteristic of specific of environments
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
Date Deposited: 12 May 2014 10:57
Last Modified: 11 Dec 2021 19:26
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129562
[thumbnail of SKRIPSI_BAYU PERMANA PUTRA.pdf] Text
SKRIPSI_BAYU PERMANA PUTRA.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (31kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (13kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (3kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_small] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (1kB)

Actions (login required)

View Item View Item