Studi Morfologi Dan Klasifikasi Tanah Pada Toposekuen Lereng Barat Laut Gunung Ijen Kabupaten Bondowoso

Nugroho, EstiyantoSri (2012) Studi Morfologi Dan Klasifikasi Tanah Pada Toposekuen Lereng Barat Laut Gunung Ijen Kabupaten Bondowoso. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Toposekuen merupakan konsep perkembangan tanah dengan mempertimbangkan topografi sebagai faktor pembentuk tanah yang berperan aktif dalam pedogenesis. Dalam konsep tersebut, faktor pembentuk tanah seperti iklim, bahan induk, organisme dan waktu dianggap memiliki pengaruh yang sama. Pemahaman tentang sistem tanah merupakan kunci keberhasilan dan keharmonisan lingkungan manusia dalam pemanfaatan tanah. Pada tingkat yang lebih besar, kualitas tanah menentukan sifat dari ekosistem tanaman dan kemampuan tanah untuk mendukung kehidupan. Kemampuan tanah sebagai penopang kehidupan makhluk hidup tergantung pada satu atau lebih proses fisik, kimia, maupun biologi yang terjadi dalam ekosistem tanah. Mengingat betapa pentingnya peranan tanah bagi kehidupan umat manusia, maka pemanfaatan tanah harus dilakukan secara bijaksana agar tetap terjaga kelestariannya. Salah satu cara untuk mencegah kerusakan tanah adalah dengan cara pengelolaan tanah. Pengelolaan tanah yang tepat dan benar, yaitu pengelolaan tanah dengan mempertimbangkan sifat morfologi, fisik, dan kimia daripada tanah yang dikelola. Mengetahui informasi mengenai sifat morfologi, fisik dan kimia pada toposekuen Lereng Barat Laut Gunung Ijen sangat penting untuk menentukan taksa tanah. Penelitian ini menggunakan prinsip pendekatan analitik, yaitu metode survei menggunakan sistem fisiografi yang didasarkan dari informasi yang berasal dari foto udara yang telah dikombinasikan dengan informasi lainnya seperti, administrasi, landuse, landform dan geologi. Penentuan titik-titik pengamatan difokuskan pada beberapa satuan lahan dalam satu formasi geologi. Garis transek diambil mengikuti punggungan bukit yang terbentuk. Titik pengamatan di ambil pada satu punggung bukit yang sama, dimana setiap dua titik mewakili bentuklahan yang berbeda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tanah yang berkembang di Lereng Barat Laut Gunung Ijen memiliki morfologi profil tanah sebagai berikut; pada lereng atas A-Bw, lereng tengah A-Bt, sedangkan lereng bawah A-Bt dan A-Bw. Tanah di Lereng Barat Laut Gunung Ijen juga memiliki perbedaan sifat fisik tanah yang menonjol pada masing-masing posisi lereng adalah tekstur dan BI. Tanah yang berkembang di Lereng Barat Laut Gunung Ijen juga memiliki perbedaan sifat kimia tanah yang menonjol pada masing-masing posisi lereng adalah kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa (KB). Terdapat perbedaan taksa tanah pada tingkat ordo pada masing-masing posisi lereng, adalah sebagai berikut; lereng atas memiliki ordo Inceptisol, lereng tengah memiliki Ordo Alfisol, dan lereng bawah terdapat ordo Alfisol dan Inceptisol. Pada tingkat Sub Grup tanah yang berkembang pada masing-masing lereng adalah Andic Dystrudepts di lereng volkan atas, lereng volkan tengah terbentuk Mollic Hapludalfs dan Ultic Hapludalfs, dan lereng volkan bawah terbentuk Typic Hapludalfs dan Typic Eutrudepts.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2012/115/051202901
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 12 Sep 2012 15:46
Last Modified: 21 Oct 2021 05:10
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128909
[thumbnail of Skripsi_-_Estiyanto_Sri_Nugroho.pdf]
Preview
Text
Skripsi_-_Estiyanto_Sri_Nugroho.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item