Keanekaragaman Jamur Endofit Akar Pada Lima Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merr.) Anjasmoro, Burangrang, Malabar, Ratai, Dan Wilis

Zuhria, Siti Aminatuz (2011) Keanekaragaman Jamur Endofit Akar Pada Lima Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merr.) Anjasmoro, Burangrang, Malabar, Ratai, Dan Wilis. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pertanian yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun selalu meningkat, namun kebutuhan kedelai tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan produksi tanaman kedelai. Rendahnya produktifitas kedelai di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain penerapan teknologi oleh petani belum tepat, masalah cekaman kekeringan, kebanjiran dan gangguan hama penyakit. Di Indonesia varietas kedelai yang paling banyak ditanam petani adalah varietas Anjasmoro, Burangrang, Malabar, Ratai, dan Wilis. Pada penelitian sebelumnya menunjukkan kedelai varietas Ratai memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap serangan patogen Sclerotium rolfsii dibandingkan dengan kedelai varietas Burangrang. Adanya perbedaan tersebut memungkinkan keanekaragaman jamur endofit pada jaringan akar tanaman kedelai juga berbeda. Jamur endofit adalah jamur yang terdapat di dalam sistem jaringan tanaman, seperti daun, bunga, ranting ataupun akar tanaman. Jamur ini menginfeksi tanaman sehat pada jaringan tertentu dan mampu menghasilkan mikotoksin, enzim serta antibiotik (Clay, 1988 dalam Worang, 2003). Asosiasi beberapa jamur endofit dengan tanaman inang mampu melindungi tanaman inangnya dari beberapa patogen penyebab penyakit baik dari golongan bakteri dan jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman mikroorganisme endofit akar dari golongan jamur pada tanaman kedelai varietas Anjasmoro, Burangrang, Malabar, Ratai, dan Wilis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan informasi tentang keanekaragaman jamur endofit pada jaringan akar tanaman kedelai varietas Anjasmoro, Burangrang, Malabar, Ratai, dan Wilis. Penelitian dilaksanakan di Screen house dan laboratorium mikologi jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2010 sampai Agustus 2010. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi dan metode destruktif. Metode destruktif yaitu metode pengambilan sampel dengan cara memotong akar tanaman kedelai yang menjadi habitat bagi obyek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman jamur endofit tertinggi terdapat pada pengambilan sampel kedua yaitu pada umur 40 hst. Jamur endofit yang teridentifikasi adalah marga Cephalosporium, Trichoderma, Paecilomyces, Penicillium, Fusarium, Nigrospora, Gonatobotrys, Chloridium dan Aspergillus niger. Jamur yang tidak teridentifikasi adalah Jamur A1B, A1C, A1E, A2B, A3A, A3B, A3F, B1D, B2C, B3B, B3C, M2C, R2C, R2E, R2F, R3A, R3B, R3C, W2C, W2H, W3C dan W3D. Jamur endofit yang dominan ditemukan pada lima varietas kedelai adalah jamur dari kelas Penicillium, Trichoderma, dan Aspergillus.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2011/72/051101972
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 20 Apr 2011 13:12
Last Modified: 22 Apr 2022 02:54
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128863
[thumbnail of 051101972.pdf]
Preview
Text
051101972.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item