Tungau Suidasia medanensis O. (Acari: Suidasiidae): Biologi pada Tiga Jenis Pakan Bahan Pangan Simpanan

Habibi, Imam (2011) Tungau Suidasia medanensis O. (Acari: Suidasiidae): Biologi pada Tiga Jenis Pakan Bahan Pangan Simpanan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Dedak gandum, bekatul dan tepung jagung merupakan bahan pangan simpanan yang sangat penting sebagai pangan alternatif dan memiliki peluang untuk diekspor sehingga perlu dilindungi dari serangan hama bahan pangan simpanan. Salah satu hama bahan pangan simpanan adalah tungau Suidasia medanensis. Kisaran bahan pangan simpanan yang terserang tungau S. medanensis yaitu bekatul, dedak gandum, kacang tanah, sarang lebah dan nyamuk mati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi dan biologi tungau S. medanensis pada dedak gandum, bekatul, dan tepung jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Entomologi, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dari bulan Februari sampai Mei 2011, dengan rataan suhu dan kelembaban adalah 28°C dan 83,5%. Penelitian ini terdiri dari 2 percobaan yaitu preferensi dan biologi tungau S. medanensis. Percobaan preferensi diulang sebanyak 3 kali dan variabel yang diamati terdiri dari jumlah imago yang hadir, jumlah telur yang diletakkan, dan imago baru yang muncul. Untuk uji, diperlukan cawan Petri besar (d = 15 cm) yang disekat menjadi 3 bagian yang sama, setiap bagian diletakkan satu jenis pakan seberat 1 g. Selanjutnya 20 pasang imago tungau S. medanensis ditempatkan pada bagian tengah cawan Petri itu. Hari ke-3 setelah infestasi, jumlah imago tungau S. medanensis yang hadir pada setiap pakan dihitung, setelah itu disingkirkan. Dilakukan pula perhitungan telur yang diletakkan imago tungau tersebut. Percobaan biologi terdiri dari siklus hidup, yang diulang 15 kali, keperidian, lama hidup imago dan nisbah kelamin, yang diulang 10 kali. Penelitian dilaksanakan di arena percobaan yaitu cawan Petri. Sepasang imago tungau diletakkan pada arena percobaan yang telah ditempatkan satu jenis pakan seberat 0,5 g. Setelah 3 hari, imago tungau S. medanensis disingkirkan. Setiap cawan Petri kecil disisakan satu butir telur. Pengamatan selanjutnya dilakukan setiap 3 jam sampai muncul dewasa dan saat kemunculan imago dicatat. Untuk mengamati keperidian dan lama hidup imago, dilakukan dengan meletakkan sepasang imago pada arena percobaan. Jumlah telur yang diletakkan diamati setiap hari dan saat kematian imago dicatat. Untuk mengamati nisbah kelamin, dilakukan dengan meletakkan sepasang imago pada arena percobaan. Semua telur yang diletakkan, diamati sampai semua menjadi dewasa dan jumlah imago jantan dan betina yang baru terbenuk dicatat. Seluruh data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi tungau S. medanensis lebih dominan pada dedak gandum dibandingkan bekatul dan tepung jagung yang dilihat dari jumlah imago yang hadir (19,33; 12,67; 8,00 ekor), jumlah telur yang diletakkan (16,67; 8,00; 5,67 butir) dan imago baru yang terbentuk (7,33; 7,66; 4,00 ekor). Demikian juga dengan biologi tungau S. medanensis lebih sesuai pada dedak gandum dibandingkan bekatul dan tepung jagung yang dapat dilihat dari keperidiannya yang tinggi (79,40; 55,40; 39,40 butir), singkatnya perkembangan pradewasa (14,12; 14,33; 15,63 hari) dan lebih cepat siklus hidupnya (15,45; 16,00; 18,63 hari).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2011/304/051201260
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 20 Sep 2012 14:17
Last Modified: 21 Apr 2022 02:37
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128816
[thumbnail of 051201260.pdf]
Preview
Text
051201260.pdf

Download (9MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item