Tungau Kuning Teh Polyphagotarsonemus latus (Banks) (Acari : Tarsonemidae) : Tingkat Populasi dan Musuh Alaminya pada Tanaman Wijen dengan Berbagai Pola Tanam

Noorsanto, Yanuar Ery (2010) Tungau Kuning Teh Polyphagotarsonemus latus (Banks) (Acari : Tarsonemidae) : Tingkat Populasi dan Musuh Alaminya pada Tanaman Wijen dengan Berbagai Pola Tanam. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Polyphagotarsonemus latus (Banks) atau sering disebut tungau kuning teh (TKT) merupakan salah satu hama penting pada tanaman wijen. Selama ini petani umumnya menanam wijen secara monokultur. Pola tanam ini dikhawatirkan dapat meningkatkan serangan TKT karena adanya pakan yang berlimpah. Salah satu alternatif untuk mengurangi pakan TKT yang berlimpah adalah dengan pola tanam tumpangsari. Karena itu perlu dilakukan penelitian tentang tingkat populasi TKT pada pola tanam tumpangsari. Pola tanam tumpangsari juga merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan kekayaan agens hayati. Ekosistem pada tumpangsari mempunyai tingkat keragaman vegetasi yang lebih tinggi dan lebih stabil. Diharapkan pola tanam ini dapat mengurangi serangan TKT karena jumlah pakannya berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat populasi TKT dan musuh alaminya serta intensitas kerusakan TKT pada pola tanam monokultur wijen (MW), tumpangsari wijen dengan kacang hijau (TWJ) dan tumpangsari wijen dengan jagung (TWK). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sumberejo, Bojonegoro, Jawa Timur dan Laboratorium Hama Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas) Malang mulai bulan Juli sampai dengan September 2007. Penelitian ini terdiri dari 2 percobaan yaitu mengamati tingkat populasi dan intensitas kerusakan TKT. Pengamatan ke-2 percobaan dilakukan pada saat tanaman berumur 25 HST dengan interval pengamatan 10 hari sampai tanaman berumur 85 HST. Pada setiap pola tanam ditetapkan 50 tanaman contoh yang diambil secara acak dari 5120 tanaman. Pada setiap tanaman contoh dipetik 3 helai daun sebagai daun contoh. Setiap daun contoh dimasukkan ke plastik berlabel dan kemudian dibawa ke laboratorium Balittas. Penghitungan populasi TKT dan musuh alaminya dilakukan dibawah mikroskop binokuler dan alat penghitung tangan. Data kelimpahan populasi TKT pada lahan MW, TWK dan TWJ diuji dengan uji t 5%. Penetapan tanaman contoh untuk pengamatan intensitas kerusakan TKT juga dilakukan dengan metode yang sama dengan di atas tetapi pada tanaman contoh yang berbeda. Pengamatan dilakukan di lapang pada sepertiga bagian atas tanaman. Penghitungan intensitas kerusakan dilakukan berdasarkan nilai skor pada daun contoh yang ditentukan secara acak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa TKT sudah menyerang sejak tanaman wijen berumur 25 HST. Puncak populasi terjadi pada 55 HST yang berturut-turut pada pola tanam MW, TWK dan TWJ adalah 4481, 3240 dan 3808 ekor dengan intensitas kerusakan masing-masing 38,85%, 35,5% dan 26,35%. Ditemukan dua spesies musuh alami TKT yang populasinya sangat rendah yaitu 2 ekor tungau predator Amblyseius sp. (Phytoseiidae) dan 28 ekor serangga predator Stethorus sp. (Coleoptera : Coccinelidae). Hasil uji t menunjukkan bahwa perbedaan pola tanam tidak berpengaruh terhadap populasi, musuh alami dan intensitas kerusakan TKT.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2010/217/051002890
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 20 Jan 2011 10:09
Last Modified: 14 Apr 2022 02:50
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128451
[thumbnail of 051002890.pdf]
Preview
Text
051002890.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item