Analisis Efisiensi Pemasaran Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) (Studi Di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu)

Kusumawardani, Resti Ayu (2018) Analisis Efisiensi Pemasaran Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) (Studi Di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Produk hortikultura ialah komoditi yang menjadi sumber pendapatan dan kesempatan kerja dan memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi (Balitbang Pertanian, 2006). Jenis tanaman hortikultura yang berpeluang untuk dapat dikembangkan adalah bawang daun karena pemakaiannya yang luas mulai dari rumah tangga hingga hotel, restoran dan café (Horeca) sehingga permintaan relatif stabil cenderung meningkat. Di pulau Jawa yang berkontribusi paling banyak yakni di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Di Jawa Timur produksi bawang daun pada tahun 2015 sebesar 79.030 ton, dengan luas panen sebesar 4.390 Ha. (BPS, 2016). Di Jawa Timur yang menjadi sentra bawang daun yakni Kota Batu. Kota Batu merupakan wilayah yang memiliki peluang besar dalam mengembangkan tanaman hortikultura. Menurut BPS Kota Batu (2017) memiliki luas lahan panen untuk bawang daun sendiri kurang lebih 281 Ha dengan produksi 4.006 ton. Salah satu daerah di Kota Batu yang paling tinggi hasil produksi bawang daun yakni desa Torongrejo Kecamatan Junrejo. Desa Torongrejo sudah banyak dikenal dengan wilayah dengan urutan pertama di Kota Batu dalam memproduksi bawang daun tertinggi (BPS, 2016). Penelitian mengenai efisiensi pemasaran akan mengungkap saluran pemasaran yang terbentuk serta kinerja lembaga pemasaran yang terlibat telah terjadi secara efisien dan adil atau belum sehingga perlu dilakukan penelitian ini untuk memperoleh pemerataan keuntungan pada masing – masing pihak yang terkait dalam proses pemasaran bawang daun. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi saluran pemasaran serta fungsi pemasaran bawang daun di daerah penelitian, (2) Menganalisis marjin pemasaran, distribusi marjin, share harga petani, rasio keuntungan, biaya pemasaran, struktur pasar serta efisiensi harga dan operasional bawang daun di daerah penelitian. Metode penentuan lokasi ditentukan menggunakan purposive, karena lokasi tersebut adalah sentra bawang daun dari seluruh kecamatan Junrejo yang masih aktif berproduksi sehingga sesuai dengan karakteristik yang akan diteliti. Metode penentuan responden dibagi menjadi dua yakni petani dan lembaga pemasaran. metode penentuan responden petani menggunakan teknik simple random sampling, metode penentuan responden lembaga pemasaran yang digunakan yakni snowball sampling, untuk menelusuri aliran pemasaran bawang daun di desa Torongreo. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan pengumpulan data sekunder. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif yakni mengidentifikasi saluran pemasaran yang telah berjalan pada pemasaran bawang daun, serta indikator tingkat efisiensi pemasaran. Pada analisis kuantitatif yakni menganalisis tingkat efisiensi pemasaran dengan menganalisis beberapa indikator yakni marjin pemasaran, share harga petani, share harga pemasaran, ii share harga keuntungan, efisiensi harga dan operasional, serta alat analisis untuk mengukur struktur pasasr menggunakan CR4 (Concentration Ratio) dan HHI (Herfindahl Hirshcan Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima pola saluran pemasaran bawang daun, yang paling baik dan efisien yakni pada saluran pemasaran IV karena petani telah mampu melakukan fungsi pemasaran. Hasil analisis efisiensi pemasaran berdasarkan nilai marjin dan share harga telah efisien meskipun terdapat lembaga pemasaran pedagang pengepul pasar Gadang yang memperoleh keuntungan ≥ 50% dibandingkan dengan saluran pemasaran lainnya yang telah terdistribusi keuntungannya secara proporsional. Hasil berdasarkan nilai farmer share pada seluruh saluran pemasaran terdapat saluran pemasaran IV dengan marjin yang paling rendah yakni dengan memperoleh share harga petani sebesar 58,33%. Hasil berdasarkan rasio keuntungan atas biaya pemasaran diketahui bahwa pada saluran pemasaran terdapat lembaga pemasaran yang memperoleh nilai rasio keuntungan atas biaya pemasaran ≤1 yakni pedagang pengepul pasar Mantung pada saluran pemasaran I dan Petani pada saluran pemasaran IV. Sisanya telah mencapai efisien karena telah nilai rasio keuntungan atas biaya pemasaran ≥1. Hasil efisiensi harga menurut fungsi transportasi dan fungsi processing, pada saluran pemasaran dapat dikatakan efisien. Hasil analisis efisiensi operasional pada kelima saluran pemasaran hanya terdapat lembaga pemasaran yang telah efisien yakni pedagang pengepul pada saluran I, pedagang pengepul pada saluran II, pedagang pengecer pada saluran IV dan pedagang pengepul desa pada saluran V. Hasil analisis struktur pasar meliputi beberapa struktur serta perhitungan CR4 dan HHI struktur pasar di Desa Torongrejo, cenderung mengarah pada pasar oligopsoni. Hasil berdasarkan keempat indikator tingkat efisiensi pemasaran bawang daun diperoleh tiga indikator yang telah mencapai efisiensi. Namun terdapat satu indikator yang belum efisien pada analisis struktur pasar, karena cenderung pada pasar persaingan tidak sempurna.

English Abstract

Horticultural products is a commodity that is a source of income and employment and contributes high enough to economic development (Balitbang Pertanian, 2006). The types of horticultural crops that are likely to be developed are leaf because of their wide use ranging from households to hotels, restaurants and cafes (Horeca) so that the demand is relatively stable tend to increase. On the island of Java, which contributed the most in Central Java, West Java and East Java. In East Java, onion production in 2015 amounted to 79,030 tons, with harvested area of 4,390 Ha. (BPS, 2016). In East Java, the center of leek is Batu City. Batu City is an area that has great opportunities in developing horticulture crops. According to BPS Kota Batu (2017) has a cultivation area of approximately 281 hectares of leaf with a production of 4066 tons. One of the areas in Batu City is the highest production of onions, namely Torongrejo Village, Junrejo District. The village of Torongrejo is well known with the first-order region in Batu City in producing the highest leek (BPS, 2016). Research on marketing efficiency will reveal the marketing channels formed and the performance of marketing institutions involved have occurred efficiently and fairly or not so it is necessary to do this research to obtain equal distribution of profits on each - parties involved in the process of marketing onion. This research aims to: (1) Identify marketing channel and marketing function of garlic in research area, (2) Analyze marketing margin, margin distribution, farmer price share, profit ratio, marketing cost, market structure and price efficiency and operational onion research area. The method of determining the location is determined using purposive, because the location is the center of leek from all districts of Junrejo which are still actively producing so that according to the characteristics to be studied. The method of determining the respondents is divided into two, namely farmers and marketing institutions. method of determining the respondents of farmers using simple random sampling technique, the method of determining the respondent marketing institution used is snowball sampling, to trace the flow of garlic marketing in Torongreo village. Methods of data collection using interviews and secondary data collection. The analytical method uses descriptive analysis that identifies marketing channels that have been running on the marketing of leek, as well as indicators of the level of marketing efficiency. In quantitative analysis, it is analyzed the level of marketing efficiency by analyzing several indicators, namely marketing margin, farmer price share, marketing price share, profit price share, price and operational efficiency, and analytical tool to measure pasasr structure using CR4 (Concentration Ratio) and HHI (Herfindahl Hirshcan Index). iv The results showed that there are five channel of marketing channels of leek, the best and efficient that is on channel IV marketing because farmers have been able to perform marketing functions. The results of marketing efficiency analysis based on margin value and price share have been efficient even though there is a Gadang market merchant marketing agency that earns more than 50% profit compared to other marketing channels that have distributed profits proportionally. The result based on the value of farmer share in all marketing channels there is marketing channel IV with the lowest margin that is by obtaining share of farmer price equal to 58,33%. The results based on the ratio of profits to marketing costs is known that in the marketing channel there is a marketing institution that obtains a value of the ratio of profits over marketing costs less than 1 namely market collectors Mantung on marketing channels I and Farmers in marketing channels IV. The rest has reached efficiency because the value of the ratio of profit over marketing costs is more than 1. The results of price efficiency according to the transportation function and processing function, in the marketing channel can be said to be efficient. The results of operational efficiency analysis on the five marketing channels are only efficient marketing institutions, namely collectors on channel I, traders in channel II, retailers on channel IV and village collectors on channel V. The results of market structure analysis include several structures and calculations CR4 and HHI market structures in Torongrejo Village tend to lead to oligopsonic markets. The results based on the four indicators of the efficiency level of leaf onion marketing are obtained by three indicators that have achieved efficiency. But there is one indicator that is not yet efficient in the analysis of market structure, because it tends to market imperfectly.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/611/051809842
Uncontrolled Keywords: Bawang Daun, Efisiensi, Pemasaran, CR4 (Concentration Ratio), HHI (Herfindahl Hirshcan Index)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 658 General management > 658.8 Managemet of marketing
Divisions: Fakultas Pertanian > Sosial Ekonomi Pertanian
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 17 Oct 2018 07:52
Last Modified: 20 Oct 2021 10:46
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/12841
[thumbnail of RESTI AYU KUSUMAWARDANI.pdf] Text
RESTI AYU KUSUMAWARDANI.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (12kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (5kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (2kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_small] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (1kB)

Actions (login required)

View Item View Item