Respon Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Terhadap Beberapa Komposisi Pemupukan

Purwatiningsih, Ika (2011) Respon Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Terhadap Beberapa Komposisi Pemupukan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang tidak dapat ditinggalkan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan cabai nasional terhitung pada tahun 2005 yaitu sebesar 788.544 ton dengan tambahan luas tanam sekitar 5.000 ha/bulan. Sementara itu, peningkatan permintaan akan cabai merah mencapai 7,5%/tahun. Permintaan yang terus bertambah tidak terpenuhi, hal ini disebabkan karena penggunaan bahan tanam, pemupukan yang belum berimbang, pengendalian hama dan penyakit terpadu belum optimal, serta pengelolaan yang tidak efisien. Oleh karena itu, upaya untuk mencukupi kebutuhan cabai dapat ditempuh melalui peningkatan produktivitas cabai, antara lain dengan penggunaan bibit unggul, penggunaan pestisida dan pemupukan yang tepat (Aliudin, 1990). Beberapa penelitian menggunakan pupuk organik dan pupuk anorganik baik pupuk tunggal maupun majemuk telah banyak dilakukan. Dalam penggunaannya terdapat berbagai kombinasi yang diharapkan mampu menghasilkan produksi tanaman yang tinggi Banyaknya kombinasi pemupukan yang terbentuk membuat petani cenderung kebingungan dalam penggunaannya. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian yang dilakukan pada salah satu varietas tertentu di lahan yang sama dengan pemupukan yang berbeda guna mengetahui pemupukan yang sesuai untuk menghasilkan produksi maksimum pada varietas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh komposisi pemupukan yang tepat untuk tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) yang dapat menghasilkan produksi maksimal. Hipotesis yang diajukan yaitu pemberian pupuk pada komposisi tertentu akan memberikan pertumbuhan dan hasil maksimal pada tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu. Lokasi penelitian ini memiliki ketinggian tempat ± 600 m dpl, jenis tanah entisol dengan pH berkisar antara 5,8 – 6,5 dan suhu rata-rata harian 24 - 26°C. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2009 - April 2010. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain ayakan, polibag ukuran 7,5 x 4 cm, MPHP, cangkul, oven, timbangan analitik, ajir, mistar, jangka sorong, meteran, dan tugal. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini ialah benih cabai besar varietas Prabu, pupuk kotoran ayam, pupuk kotoran sapi, kompos, pupuk Urea (46% N), SP 36 (36% P2O5), KCl (50% K2O), NPK Phonska (15:15:15), pestisida dan air. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor I adalah pemberian pupuk anorganik (A) yang terdiri atas (A0) tanpa pemberian pupuk anorganik; (A1): NPK Phonska (15:15:15) 400 kg/ha; (A2): 150 kg urea/ha + 200 kg SP-36/ha + 150 kg KCl/ha; dan (A3): 300 kg urea/ha + 250 kg SP 36/ha + 250 kg KCl/ha., sedangkan faktor II adalah pemberian pupuk organik (P) yang terdiri atas (P0): tanpa pemberian pupuk organik; (P1): Pemberian pupuk kotoran ayam 9,12 ton/ha; (P2): Pemberian pupuk kotoran sapi 16,02 ton/ha dan (P3): Pemberian kompos sampah kota 12,15 ton/ha. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam uji F taraf 5%, kemudian perlakuan yang berbeda nyata akan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat diketahui bahwa hasil panen pada penelitian ini jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan potensi hasil yang dimiliki oleh cabai besar varietas Prabu. Dimana hasil cabai besar yang dihasilkan pada penelitian ini hanya berkisar antara 424,20 g - 513,40 g per tanaman, sedangkan potensi hasil yang dimiliki cabai besar varietas prabu yakni 1 - 1,5 kg pertanaman, berdasarkan hasil penelitian tidak terdapat interaksi antara pupuk anorganik dan pupuk organik yang dapat berpengaruh terhadap hasil panen. Interaksi antara pupuk anorganik dan pupuk organik hanya terdapat pada saat muncul buah, saat muncul bunga dan diameter buah. Sedangkan secara terpisah pupuk anorganik hanya berpengaruh pada komponen pertumbuhan yakni jumlah daun dan jumlah cabang. Pemberian kompos sampah kota 12,15 ton/ha mampu meningkatkan hasil panen sebesar 21,03 % daripada tanaman cabai besar pada perlakuan tanpa pupuk organik, tetapi hasil yang diperoleh tersebut tidak berbeda nyata dengan hasil panen dari tanaman cabai besar yang dipupuk dengan menggunakan kotoran ayam 9,12 ton/ha maupun kotoran sapi 16,02 ton/ha. Berdasarkan analisis usaha tani, penanaman cabai besar dengan menggunakan 150 kg urea/ha + 200 kg SP-36/ha + 150 kg KCl/ha tanpa penambahan pupuk organik lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan komposisi pemupukan yang lain dengan R/C ratio 2,06.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2010/051003928
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.1 Agriculture
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 04 Jan 2011 09:19
Last Modified: 13 Apr 2022 07:34
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128404
[thumbnail of 051003928.pdf]
Preview
Text
051003928.pdf

Download (10MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item