Deskripsi 54 Genotip Kacang Panjang (Vigna unguiculata var. sesquipedalis L. Fruwirth) Berdasarkan Karakter Morfologi

Putri, Megawati Hadi (2009) Deskripsi 54 Genotip Kacang Panjang (Vigna unguiculata var. sesquipedalis L. Fruwirth) Berdasarkan Karakter Morfologi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kacang panjang merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Kandungan protein pada bijinya sebanyak 17.3%, hampir dua kali lipat dari protein biji-bijian. Hampir semua bagian kacang panjang dapat dimanfaatkan, diantaranya untuk sayuran, makanan ternak dan pupuk hijau (Kuswanto, 2002). Salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produksi baik dalam kualitas maupun kuantitas adalah dengan menemukan dan merakit varietas unggul. Dalam merakit varietas unggul, ketersediaan sumber genetik yang mempunyai keragaman tinggi sangat dibutuhkan. Dalam melakukan perbaikan varietas, perlu dilakukan terlebih dahulu usaha pengkoleksian plasma nutfah baru maupun spesies liarnya. Koleksi plasma nutfah dapat dilakukan melalui upaya eksplorasi, karakterisasi, evaluasi dan konservasi plasma nutfah. Karakterisasi terhadap karakter morfologi dan agronomi dapat dilakukan terhadap hasil koleksi untuk mendapatkan deskripsi dan database plasma nutfah kacang panjang dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 54 genotip kacang panjang berdasarkan karakter morfologinya. Dan hipotesisnya terdapat penciri dari hasil deskripsi 54 genotip kacang panjang berdasarkan karakter morfologinya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Juni 2008 di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat ± 330 m dpl dengan suhu rata - rata berkisar 27oC - 29oC dan jenis tanah alfisol. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : alat untuk deskripsi adalah daftar isian deskripsi yang dimodifikasi dari panduan PPVT (2006), kamera, alat tulis, penggaris, jangka sorong, timbangan, ajir, tali rafia, pompa air, papan nama dan label. Bahan yang digunakan meliputi : furadan, pupuk urea, SP-36, KCL, insektisida, dan 54 genotip yang akan diuji (genotip tahan aphid dan CAbMV hasil koleksi Laboratorium Pemuliaan Tanaman), yaitu UB 373, UB 469, UB 483, UB 520, UB 669, UB 715, UB 771, UB 777, UB 1244, UB 1275, UB 7017, UB 7022, UB 7023, UB 7037, UB 7038, UB 7054, UB 7064, UB 7068, UB 7070, UB 7073, UB 7074, UB 7109, UB 14008, UB 14017, UB 14023, OT UB 24017, UB 24017 H, UB 24034, OT UB 24041, UB 24041, UB 24062, UB 24068, UB 24089, UB 24191, UB 34039, UB 34041, OT UB 34042, UB 34042, OT UB 34053, UB 34053, UB 44275, UB 44558, UB 44590, UB 60164, UB 60603, UB 60657, UB 60673, UB 60971, UB 61318, UB 61483, UB 61577, UB 61875, MLG 15151 (KP 7) dan Aura Putih. Variabel pengamatan meliputi berbagai fase, yaitu : fase vegetatif (Warna hipokotil, Umur muncul hipokotil (hst), Pola percabangan, Tipe tanaman, Bentukb batang, Diameter batang (cm), Warna batang, Warna daun, Warna tangkai daun, Warna pangkal tangkai daun, Bentuk daun, Bentuk ujung daun, Bentuk pangkal daun, Bentuk tepi daun, Jarak antar daun (cm), Kesimetrisan daun) ; fase generatif (Umur berbunga (hst), Warna kelopak bunga, Warna sayap bunga saat mekar penuh, Warna standar bunga saat mekar penuh, Warna perahu bunga saat mekar penuh, Jumlah bunga per tandan ) ; saat panen (Umur panen tanaman (hst), Diameter polong (cm), Warna polong , Posisi paruh polong, Arah paruh polong, Serat saat polong kering, Bentuk pangkal polong, Tekstur permukaan polong, Rasa, Bobot polong (gram), Panjang polong (cm), Daya simpan polong, Jumlah kluster per tanaman, Jumlah polong per kluster, Pinggang polong muda) dan biji (Bentuk irisan memanjang biji, Bentuk irisan melintang biji, Derajat kelengkungan, Panjang biji (cm), Lebar biji (cm), Jumlah warna pada biji, Warna utama biji, Warna sekunder biji, Distribusi warna sekunder, Warna pada lingkaran hilum, Guratan biji, Tekstur permukaan biji, Jumlah biji per polong). Dalam hasil penelitian ini, kode-kode yang telah diperoleh dapat digunakan untuk informasi para pengguna tanaman kacang panjang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Terdapat 54 deskripsi genotip yang terangkum dalam 1 database plasma nutfah kacang panjang untuk mempermudah akses pengguna. Dari 54 genotip diperoleh 26 ciri kacang panjang pada fase vegetatif, 24 ciri pada fase generatif, 48 ciri pada panen dan 24 ciri pada biji. Terdapat keragaman pada karakter kuantitatif 54 genotip kacang panjang untuk semua karakter pada tiap fase pengamatan. Terdapat keragaman pada karakter kualitatif 54 genotip kacang panjang untuk warna daun, bentuk daun, bentuk ujung daun, bentuk pangkal daun, bentuk tepi daun dan kesimetrisan daun fase vegetatif, warna sayap bunga dan warna bunga fase generatif, warna polong, warna polong sekunder, arah paruh, tekstur permukaan polong dan rasa polong panen dan bentuk memanjang biji, bentuk melintang biji, derajat kelengkungan biji, warna utama biji, warna sekunder biji, distribusi warna sekunder biji, warna pada lingkaran hilum, guratan biji dan tekstur permukaan biji pada biji. Berdasarkan kode penciri dan preferensi konsumen, maka genotip UB 7070 dapat direkomendasikan untuk pelepasan varietas.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2009/59/050900670
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 630 Agriculture and related technologies
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: Unnamed user with email repository.ub@ub.ac.id
Date Deposited: 13 Mar 2009 10:22
Last Modified: 13 Apr 2022 04:04
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128357
[thumbnail of 050900670.pdf]
Preview
Text
050900670.pdf

Download (6MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item