Respon Pertumbuhan Tanaman anggrek Dendrobium Terhadap aplikasi Zat Pengatur Tumbuh dan Pupuk Daun

Rukmi, Dini Madita (2009) Respon Pertumbuhan Tanaman anggrek Dendrobium Terhadap aplikasi Zat Pengatur Tumbuh dan Pupuk Daun. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Anggrek termasuk tanaman hias dari keluarga orchidaceae yang mempunyai estetika tinggi dan potensial untuk dikembangkan. Hal tersebut disebabkan bentuk dan warna bunga yang menarik sehingga mempunyai daya tarik tersendiri bagi konsumen. Peningkatan permintaan pasar akan anggrek dalam bentuk bunga potong dan tanaman pot memerlukan usaha peningkatan kualitas dan kuantitas penyediaan anggrek dalam jumlah lebih banyak dan berkesinambungan. Tanaman anggrek mempunyai kecepatan tumbuh yang berbeda-beda untuk setiap jenis anggrek dan memerlukan fase adaptasi. Salah satu cara untuk mempercepat pertumbuhan dan fase adaptasi adalah dengan menggunakan stimulant yang biasanya disebut zat pengatur tumbuh, salah satu stimulant pertumbuhan adalah adaptan dengan bahan aktif NAA dan Vit B1. NAA merupakan senyawa sintesis yang mempunyai struktur dan menyebabkan efek fisiologis yang mirip dengan IAA, dan secara umum dianggap sebagai auksin. Pemberian zat pengatur tumbuh yang mengandung bahan aktif auksin dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan organ seperti pemanjangan sel dan mengontrol perkembangan jaringan meristem. Selain penggunaan zat pengatur tumbuh, laju pertumbuhan yang lambat memerlukan unsur hara yang sesuai untuk setiap tahap pertumbuhan. Pemberian pupuk daun dengan konsentrasi N tinggi dapat mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek. Pemberian pupuk akan lebih efektif bila diberikan melalui daun dari pada melalui media tanam. Hal tersebut disebabkan daun mampu menyerap pupuk sekitar 90%, sedangkan akar hanya mampu menyerap sekitar 10%. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik di desa Pakis Jajar kecamatan Pakis, kabupaten Malang, ketinggian tempat ± 450 m dpl, dengan letak lintang 07o55’LS,42o42’BT. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei– Nopember 2007. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama ialah konsentrasi adaptan yang terdiri dari lima taraf yakni: A1 : 0 ml/l; A2 : 1,5 ml/l; A3 : 3 ml/l; A4 : 4,5 ml/l; A5 : 6 ml/l. Faktor kedua ialah konsentrasi pupuk daun vitabloom yang terdiri dari empat taraf yakni: V1 : 1 g/l; V2 : 2 g/l; V3 : 3 g/l; V4 : 4 g/l. Pengamatan dilakukan secara non destruktif dengan interval 3 minggu sejak umur 3 - 24 MST, meliputi parameter: luas daun, jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah tunas, diameter batang, diameter bulb, panjang akar, jumlah akar dan klorofil. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis keragaman. Jika dari hasil analisis ragam terdapat pengaruh perbedaan yang nyata diantara perlakuan yang diteliti maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNT 5%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan konsentrasi zat pengatur tumbuh dan pupuk daun. Peberian zat pengatur tumbuh tidak berpengaruh nyata pada semua peubah pertumbuhan. Pemberian pupuk daun berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, diameter bulb, diameter batang, panjang akar, jumlah akar dan klorofil sebagai peubah pertumbuhan dengan konsentrasi 1 g/l.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2009/215/050902572
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 630 Agriculture and related technologies
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: Unnamed user with email repository.ub@ub.ac.id
Date Deposited: 09 Sep 2009 09:17
Last Modified: 12 Apr 2022 01:57
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128214
[thumbnail of 050902572.pdf]
Preview
Text
050902572.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item