Analisis Permintaan dan Penawaran Kedelai di Jawa Timur

OmegaJuliusNugrahanto (2008) Analisis Permintaan dan Penawaran Kedelai di Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Permasalahan pangan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini adalah ketidakseimbangan antara peningkatan permintaan kedelai yang tinggi dengan peningkatan produksi kedelai yang cukup rendah. Untuk mencukupi laju permintaan kedelai yang semakin tinggi ini, maka pemerintah terpaksa melakukan impor kedelai. Impor kedelai yang berlangsung secara terus-menerus akan mengakibatkan ketergantungan Indonesia terhadap negara eksportir. Ketergantungan terhadap negara eksportir akan melemahkan posisi tawar dari negara importir. Selain itu impor yang berlangsung secara terus menerus juga akan menguras devisa negara. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, maka Indonesia termasuk Jawa Timur harus melakukan gerakan swasembada pangan khususnya kedelai. Dalam merumuskan gerakan swasembada kedelai tersebut dibutuhkan banyak analisa terkait. Analisa mengenai permintaan dan penawaran kedelai merupakan salah satunya. Berdasarkan permasalahan yang ada tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kedelai di Jawa dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran kedelai di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan data deret waktu (time series) 21 tahun terakhir (1985 – 2005) mengenai permintaan dan penawaran komoditi kedelai di Jawa Timur serta faktor-faktor yang diperkirakan mempengaruhinya. Uji stasioner menunjukkan bahwa nilai DF dari tiap variabel (Q D= -2,174471; QS= -0,84953; PD= -0,796152; QD(t-1)= -1,889573; POP= -1,182148; I= 2,992458; L= -0,487528; PX= 0,016449; IM= -0,177586) memiliki nilai yang melebihi nilai kritis pada tingkat 1% (-3,831511), 5% (-3,02997), 10% (-2,655194), sehingga H0 ditolak dan semua variabel data stasioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) 3 Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kedelai di Jawa Timur secara nyata adalah pendapatan masyarakat dan jumlah penduduk. Sedangkan harga kedelai dan permintaan tahun sebelumnya tidak berpengaruh secara nyata terhadap permintaan kedelai. Hal ini disebabkan karena peranan kedelai sebagai salah satu bahan konsumsi yang digemari oleh masyarakat Indonesia sehingga perubahan harga yang terjadi tidak berpengaruh secara sempurna terhadap permintaan kedelai. Permintaan kedelai terus berfluktuasi setiap tahunnya, sehingga permintaan kedelai tahun berikutnya tidak dapat dijadikan tolak ukur bagi perhitungan permintaan kedelai tahun-tahun berikutnya. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran kedelai di Jawa Timur secara nyata adalah luas panen, harga kedelai, dan harga pupuk. Sedangkan harga pupuk tidak berpengaruh secara nyata terhadap penawaran kedelai. Hal ini disebabkan karena pupuk urea merupakan pupuk dasar yang digunakan petani dalam menanam kedelai, sehingga peningkatan harga yang terjadi tidak mengurangi penggunaan pupuk, sehingga penawaran kedelai tidak terpengaruh secara nyata. Dari hasil penelitian di atas saran yang diberikan penulis adalah peningkatan produksi kedelai baik secara ekstensif (perluasan luas panen kedelai) maupun secara intensif (penyediaan sarana produksi).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2008/407/050900176
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with email repository.ub@ub.ac.id
Date Deposited: 10 Feb 2009 13:50
Last Modified: 21 Oct 2021 08:26
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128027
[thumbnail of 050900176.pdf]
Preview
Text
050900176.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item