Penggunaan Bisa Ular Naja Sputatrix Sebagai Antimikroba Terhadap Bakteri Shigella Sp. Secara In Vitro

Paramitha, Anindya (2016) Penggunaan Bisa Ular Naja Sputatrix Sebagai Antimikroba Terhadap Bakteri Shigella Sp. Secara In Vitro. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu bakteri Gram negatif penyebab infeksi yang sering menimbulkan masalah adalah Shigella sp. Pada saat ini, sudah sangat banyak bakteri infeksius yang sudah tidak mempan atau resisten terhadap antimikroba yang beredar. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki berbagai spesies ular , terdapat kurang lebih sekitar 450 spesies yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Sebagian termasuk ular berbisa yang cukup mematikan bagi manusia. Salah satu ular yang ditakuti oleh masyarakat Indonesia adalah Naja Sputatrix / ular kobra. Kandungan PLA2 dan LAAO yang terdapat pada bisa ular Naja sputatrix diduga memiliki efek antimikroba.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah bisa ular Naja sputatrix memiliki efek sebagai antimikroba terhadap bakteri Shigella sp. menggunakan metode difusi cakram. Bisa ular Naja sputatrix akan diencerkan dengan Tris HCl Buffer sehingga akan didapatkan berbagai macam konsentrasi, yaitu 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25% dan 3,125%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa bisa ular Naja sputatrix secara signifikan dapat menghambat pertumbuhan Shigella sp. secara in vitro (Kruskal-Wallis, p = 0,000) dan terdapat hubungan antara peningkatan konsentrasi bisa ular Naja sputatrix dengan peningkatan diameter zona hambat (Spearman, r = 0,95). Kesimpulan penelitian ini adalah bisa ular Naja sputatrix memiliki efek antimikroba terhadap Shigella sp. secara in vitro.

English Abstract

Infectious diseases is one of the health problems that often occur, especially in developing countries, including Indonesia. One of Gram-negative bacteria that often cause infections problems are Shigella sp. At the moment, it is so many infectious bacteria that are not susceptible or resistant to existing antimicrobials. Indonesia is one country that has a variety of snake species. There are approximately 450 species spread across all regions in Indonesia. Of the 450 species, mostly including venomous snakes that are quite deadly for humans. One of the snakes were feared by the people of Indonesia is Naja Sputatrix / cobra. The PLA2 and LAAO contained in the venom of Naja sputatrix thought to have antimicrobial effects. The purpose of this study was to determine whether the venom of Naja sputatrix has antimicrobial effects against bacteria Shigella sp. using disc diffusion method. Naja sputatrix venom be diluted with Tris-HCl buffer so that we will get a wide range of concentrations, ie 100%, 50%, 25%, 12.5%, 6.25% and 3.125%. Statistical analysis showed that the venom of Naja sputatrix can significantly inhibit the growth of Shigella sp. in vitro (Kruskal-Wallis, p = 0.000) and there is a relationship between an increased concentration of venom Naja sputatrix with increased inhibition zone diameter (Spearman r = 0.95). The conclusion of this study is the venom of Naja sputatrix has an antimicrobial effect against Shigella sp. in vitro.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2016/576/ 051610620
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 617 Surgery, regional medicine, dentistry, ophthalmology, otology, audiology > 617.6 Dentistry
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > Kedokteran Gigi
Depositing User: Kustati
Date Deposited: 21 Oct 2016 14:59
Last Modified: 21 Oct 2016 14:59
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/126284
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item