Analisis Kelayakan Usaha Dan Strategi Pengembangan Usaha Perikanan Bagan Apung Di Daerah Perairan Muncar Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur

Sanjaya, Romi (2018) Analisis Kelayakan Usaha Dan Strategi Pengembangan Usaha Perikanan Bagan Apung Di Daerah Perairan Muncar Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Bagan adalah salah satu jenis alat tangkap yang digunakan nelayan di tanah air untuk menangkap ikan pelagis kecil, pertama kali diperkenalkan oleh nelayan Bugis Makassar sekitar tahun 1950an. Selanjutnya dalam waktu relative singkat alat tangkap tersebut sudah dikenal di seluruh Indonesia. Bagan dalam perkembangannya telah banyak mengalami perubahan baik bentuk maupun ukuran yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan daerah penangkapannya. Berdasarkan cara pengoperasiannya, bagan dikelompokan kedalam jaring angkat (liftnet), namun karena menggunakan cahaya lampu untuk mengumpulkan ikan maka disebut juga light fishing (Subani dan Barus, 1989). Bagan tergolong alat tangkap yang pasif. Keberhasilan operasi penangkapannya sangat tergantung pada cahaya lampu yang digunakan. Fungsi cahaya di sini adalah sebagai pemikat jenis-jenis ikan yang bersifat fototaksis positif untuk datang mendekati bagan. Pemasangan sumber cahaya di atas jaring menyebabkan ikan akan berkumpul di bawah bagan. Jaring yang telah ditenggelamkan di bawah bagan akan dengan mudah menangkap gerombolan ikan yang berkumpul di atasnya ketika dilakukan pengangkatan (Thenuet al., 2013). Tujuan dalam pelaksanaan kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut mengetahui kelayakan usaha alat tangkap bagan apung di perairan Muncar dan mengetahui strategi pengembangan usaha perikanan bagan apung di perairan Muncar. Penelitian dilaksanakan Fishing port (UPT P2SKP) Muncar di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar pada bulan Agustus 2017. Metode analisis data menggunakan metode analisis ekonomi meliputi net present value (NPV), internal rate of retum (IRR), net benefit cost ratio (Net B/C Ratio) dan payback period (PP) dan untuk melihat peluang pengembangan suatu usaha perikanan dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis criteria investasi untuk mengukur menyeluruh tentang baik atau tidaknya suatu usaha telah dikembangkan Analisis usaha terdiri atas analisis pendapatan usaha, net present value (NPV), analisis net benefit-cost ratio (netB/C), dan internal rate of return (IRR), payback period (PP).Hasil ratarata usaha 20 bagan apung NPV sebesar Rp. 77,538,405 per unit, internal rate of retum (IRR) 48,58%, Net B/C) sebesar Rp. 2,84 pada tingkat suku bunga 12% pertahun. Payback period dengan rata-rata didapatkan hasil 2,3 pengembalian modal tercapai dalam 2 tahun 3 bulan. Untuk mengetahui kehidupan sosial usaha penangkapan ikan strategi pengembangan usaha yang terdiri atas identifikasi faktor-faktor SWOT, matriks IFAS dan EFAS, diagram analisis SWOT, matriks SWOT dan perumusan strategi utama. Dari hasil analisis matriks grand strategi, koodinat hasil perhitungan terhadap variabel internal dan eksternal menempatkan kondisi unit usaha penangkapan bagan apung di Muncar berada pada koordinat/kuadran 2. Pada posisi ini nilai kekuatan lebih dominan dari kelamahan dalam internal usaha sementara nilai ancaman lebih besar jika dibandingkan dengan nilai peluang dalam lingkungan eksternal usaha bagan apung.

English Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/353/051805630
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 10 Oct 2018 08:02
Last Modified: 10 Oct 2018 08:02
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/12611
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item