Analisis Hubungan Suhu Permukaan Laut (Spl) Dan Klorofil-A Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Tuna, Tongkol, Dan Cakalang (Ttc) Yang Didaratkan Pada Upt P2skp Pondokdadap Sendangbiru Kabupaten Malang

Syavilla, Devi Eka Wulandari (2018) Analisis Hubungan Suhu Permukaan Laut (Spl) Dan Klorofil-A Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Tuna, Tongkol, Dan Cakalang (Ttc) Yang Didaratkan Pada Upt P2skp Pondokdadap Sendangbiru Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Sendangbiru merupakan salah satu wilayah di Malang Selatan yang memiliki potensi sumberdaya alam perikanan terbesar dan tertinggi di Jawa Timur diantaranya ikan tuna, tongkol dan cakalang. Jenis ikan - ikan tersebut merupakan sumber pendapatan pokok masyarakat Sendangbiru (Melci et al., 2010). Komoditas TTC (Tuna, Tongkol dan Cakalang) merupakan ikan ekonomis penting dan Indonesia dinobatkan sebagai pemegang peranan penting dalam perikanan TTC dunia (Anggraeni et al. 2015). Sendangbiru menjadi penyumbang terbesar terhadap jumlah produksi TTC di Kabupaten Malang, tingginya produksi tersebut diduga karena posisi strategis berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang merupakan daerah penangkapan potensial jenis TTC (Tuna, Tongkol, dan Cakalang) serta adanya Pulau Sempu sebagai breakwater alami yang memberikan keamanan pada kapal untuk berlabuh dan mendaratkan hasil tangkapannya (Rahmah et al., 2013). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah (1) untuk mengetahui variasi spasial dan temporal parameter SPL dan Klorofil-a di daerah penangkapan ikan tuna, tongkol, dan cakalang (TTC) yang didaratkan di fishing base Pondokdadap Sendangbiru berdasarkan data oseanografi dari citra satelit, (2) untuk mengetahui korelasi antara SPL dan Klorofil-a terhadap hasil tangkapan ikan Tuna, Tongkol, dan Cakalang (3) untuk mengetahui kisaran optimum SPL dan Klorofil-a untuk ikan tuna, tongkol, dan cakalang yang didaratkan di fishing base Pondokdadap Sendangbiru. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan di UPT2SKP Pondokdadap Sendangbiru Kabupaten Malang pada bulan Januari 2018 sampai dengan bulan Maret 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara melakukan interpretasi data yang telah dikumpulkan yakni data produksi ikan tuna, tongkol, dan cakalang terhadap parameter suhu permukaan laut (SPL) dan Klorofil-a. Data produksi didapatkan dari UPT P2SKP dari tahun 2006 – 2017 sedangkan untuk parameter suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a didapatkan pada web oceancolor.gsfc.nasa.gov. dari tahun 2006 – 2017 dalam bentuk data bulanan. Data yang dibutuhkan untuk analisa adalah data produksi ikan tuna, tongkol, dan cakalang dan rata-rata parameter suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a yang digunakan untuk mengetahui variasi spasial dan temporal parameter SPL dan Klorofil-a hubungannya dengan daerah penangkapan ikan tuna, tongkol, dan cakalang serta untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara parameter suhu dan klorofil-a terhadap hasil tangkapan dengan menggunakan uji korelasi spearman. Berdasarkan dari hasil analisis sebaran spasial dan temporal SPL berdasarkan daerah penangkapan nelayan Sendangbiru pada koordinat 80 – 130 LS dan 1100 – 1160 BT dalam kurun waktu 2006 – 2017 berkisar antara 25,47oC – 31,52 oC, sedangkan konsentrasi klorofil-a berkisar 0,10 mg/m3 – 1,92 mg/m3. Sebaran SPL dan iv Klorofil-a memiliki perubahan yang cenderung sama, pada musim barat SPL memiliki nilai yang tinggi dengan nilai klorofil-a yang rendah dan pada msim timur SPL memiliki nilai yang rendah dengan nilai klorofil-a yang tinggi. Hal ini berkaitan dengan terjadinya upwelling dan downwelling. Berdasarkan hasil analisis korelasi, hubungan suhu permukaan laut dan klorofil-a berkorelasi nyata negatif dengan nilai -0.838, hubungan SPL dan ikan tuna memiliki korelasi sebesar -0,515 dengan hubungan yang signifikan dan arah negatif sedangkan klorofil-a dan ikan tuna memiliki korelasi sebesar 0,515 dengan hubungan yang siginifikan dan arah positif, hubungan antara SPL dan tongkol memiliki nilai korelasi -0,410 dengan hubungan yang signifikan dan arah negatif sedangkan klorofila dan ikan tongkol memiliki korelasi sebesar 0,445 dengan hubungan yang signifikan dan arah positif, dan hubungan SPL dan cakalang (Katsuwonus pelamis) memiiki korelasi sebesar -0,521 dengan hubungan yang signifikan dan arah negatif sedangkan klorofil-a dan cakalang memiliki korelasi sebesar 0,633 dengan arah yang signifikan dan arah positif. Klorofil-a memiliki hubungan yang kuat dengan SPL pada kisaran 290C - 300C, Ikan tuna banyak tertangkap pada kisaran suhu permukaan laut sebesar 28,700C – 300C dan Klorofil-a sebesar 0,04 mg/m3 – 0,28 mg/m3, Ikan tongkol banyak tertangkap pada kisaran SPL sebesar 28,420C – 300C dan Klorofil-a sebesar 0,09 mg/m3 – 0,20 mg/m3 dan Ikan cakalang banyak tertangkap pada kisaran SPL sebesar 28,490C – 300C dan Klorofil-a sebesar 0,10 mg/m3– 0,30 mg/m3

English Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/346/051805623
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing > 639.22 Fishing in salt waters
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 18 Oct 2018 07:57
Last Modified: 18 Oct 2018 07:57
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/12593
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item