Pengaruh Variasi Lama Penyimpanan Atraktan Air Rendaman Jerami Terhadap Jumlah Telur Aedes Aegypti Pada Ovitrap Model Kepanjen Modifikasi

Alfiantya, PutriFitri (2014) Pengaruh Variasi Lama Penyimpanan Atraktan Air Rendaman Jerami Terhadap Jumlah Telur Aedes Aegypti Pada Ovitrap Model Kepanjen Modifikasi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Demam Berdarah Dengue (Dbd) Adalah Penyakit Yang Sering Muncul Di Daerah Tropis. Penyakit Ini Disebabkan Oleh Virus Dengue Yang Masuk Ke Tubuh Manusia Melalui Gigitan Nyamuk, Terutama Aedes Aegypti. Salah Satu Metode Yang Dapat Digunakan Untuk Mengontrol Perkembangbiakan Vektor Dbd Adalah Ovitrap. Ovitrap Adalah Perangkap Telur Yang Digunakan Untuk Mendeteksi Keberadaan Vektor Demam Berdarah, Seperti Aedes Albopictus Dan Aedes Aegypti. Penelitian Ini Dilakukan Untuk Mengetahui Pengaruh Lama Penyimpanan Atraktan Air Rendaman Jerami Padi Terhadap Jumlah Telur Nyamuk Aedes Aegypti Yang Terperangkap Pada Ovitrap Model Kepanjen Yang Dimodifikasi. Parameter Yang Diukur Pada Penelitian Ini Adalah Jumlah Telur Aedes Aegypti Yang Terperangkap Pada Ovitrap. Design Penelitian Ini Adalah Pre-Experimental Design Dengan One-Group Post-Test Only. Nyamuk Diletakkan Di Dalam 6 Buah Kandang Dimana Masing-Masing Berisi 100 Ekor Nyamuk. Pada Setiap Kandang Diletakkan 4 Buah Ovitrap Dengan Usia Penyimpanan Atraktan Yang Berbeda, Yaitu 0, 12, 34, Dan 90 Hari. Perlakuan Dilakukan Selama 7 Hari Dan Pengambilan Sampel Dilakukan Setiap 3 Hari. Hasil Penelitian Menunjukkan Tidak Ada Perbedaan Bermakna Dalam Hal Jumlah Telur Yang Terperangkap Antar Usia Penyimpanan Atraktan (Anova, P = 0,694). Kesimpulan Dari Penelitian Ini Adalah Usia (Lama) Penyimpanan Atraktan Air Rendaman Jerami Padi 0, 12, 34, Dan 90 Hari Tidak Memberikan Pengaruh Signifikan Pada Jumlah Telur Aedes Aegypti Yang Terperangkap Pada Ovitrap Model Kepanjen Modifikasi. Berdasarkan Hasil Penelitian Ini, Air Rendaman Jerami Padi Sampai Dengan Usia 90 Hari Masih Dapat Digunakan Sebagai Atraktan Pada Ovitrap Model Kepanjen

English Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (Dhf) Is A Disease That Frequently Arises In Tropical Areas. This Disease Is Caused By Dengue Virus Which Enters Into The Human Body Through Mosquito Bites, Especially Aedes Aegypti. One Of The Methods That Can Be Used In Order To Control The Dengue Vector Breeding Is Ovitrap. Ovitrap Is An Egg Trap Which Is Used To Detect The Existence Of Dengue Vector, Such As Aedes Aegypti And Aedes Albopictus. This Research Was Conducted In Order To Know The Effects Of Storage Duration Variation Of Straw Infusion Attractant To Aedes Aegypti Eggs Amount That Trapped In Kepanjen Model Ovitrap. The Parameter Measured In This Research Was The Number Of Aedes Aegypti Eggs Trapped In Ovitrap. The Research Design Was Pre-Experimental With One-Group Post-Test Only. Mosquitoes Were Placed In 6 Cages Where Each Cage Contained 100 Mosquitoes. In Each Cage Was Put 4 Ovitraps With Different Age Of Attractant Storage, Ie 0, 12, 34, And 90 Days. The Treatment Had Been Done For 7 Days And The Sampling Was Collected Every 3 Days. The Result Showed That There Was No Significant Differences In Term Of The Number Of Eggs Trapped Among Each Duration Of Attractant Storage (Anova, P = 0,694). The Conclusion Of This Research Was The Storage Duration Of Straw Infusion Attractant During 0, 12, 34, And 90 Days Did Not Provide Significant Effects To The Number Of Aedes Aegypti Eggs Trapped In Kepanjen Model Ovitrap. Based On The Result Of This Study, Straw Infusions Are Able To Use Up To 90 Days Age As An Attractant To Kepanjen Model Ovitrap.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2014/723/051500452
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medicine and health > 610.7 Education, research, nursing, services of allied health personnel
Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 27 Jan 2015 10:48
Last Modified: 22 Oct 2021 06:18
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/124748
[thumbnail of 6._BAB_3.pdf]
Preview
Text
6._BAB_3.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 7._BAB_4.pdf]
Preview
Text
7._BAB_4.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 9._BAB_6.pdf]
Preview
Text
9._BAB_6.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 8._BAB_5.pdf]
Preview
Text
8._BAB_5.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 12._Lampiran.pdf]
Preview
Text
12._Lampiran.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of 1._Cover_+_Daftar_Isi.pdf]
Preview
Text
1._Cover_+_Daftar_Isi.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 3._Abstrak_Indonesia_+_Inggris.pdf]
Preview
Text
3._Abstrak_Indonesia_+_Inggris.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 10._BAB_7.pdf]
Preview
Text
10._BAB_7.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 4._BAB_1.pdf]
Preview
Text
4._BAB_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 11._Daftar_Pustaka.pdf]
Preview
Text
11._Daftar_Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of 5._BAB_2.pdf]
Preview
Text
5._BAB_2.pdf

Download (1MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item