Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca Sativa L) Pada Dosis Dan Interval Penambahan Ab Mix Dengan Sistem Hidroponik

Fitriansah, Tiwi (2018) Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca Sativa L) Pada Dosis Dan Interval Penambahan Ab Mix Dengan Sistem Hidroponik. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Selada (Lactuca sativa L) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat. Selada banyak dipilih oleh masyarakat karena tekstur dan warna yang membuat makanan menjadi menarik sehingga mampu menambah selera makan. Selada umumnya dikonsumsi mentah atau lalap, dibuat salad atau disajikan dalam berbagai bentuk masakan. Konsumsi selada di Indonesia pada tahun 2005 ialah 35,30 kg kapita-1 tahun-1, sedangkan tahun 2006 mencapai 34,06 kg kapita-1 tahun-1. Pada tahun 2010 produksi selada sebesar 41,111 ton tahun-1 dan menurun pada tahun 2015 yaitu sebesar 39,289 ton tahun-1 (BPS, 2016). Laju pertumbuhan produksi sayuran selada di Indonesia berkisar antara pada tahun 2010-2015 yaitu 5,19-6% tahun-1. Tetapi produksi nasional selada masih lebih rendah dari konsumsi yakni sebesar 35,30 kg kapita-1 tahun-1. Sementara berdasarkan data dari Dirjen Pemasaran Internasional PPHP, volume impor selada tahun 2015 sebesar 21,1 ton sehingga terdapat peluang peningkatan produksi agar mampu memenuhi tingkat konsumsi selada nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui dosis dan interval penambahan AB mix yang tepat serta pengaruh perlakuan keduanya untuk meningkatkan pertumbuhan selada dengan metode hidroponik. Pemberian dosis dan interval penambahan AB mix yang tepat memberikan hasil terbaik dan terdapat pengaruh antara perbedaan dosis dan interval penambahan AB mix terhadap pertumbuhan tanaman selada. Penelitian dilakukan di Jalan Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pada tanggal 10 Juli - 30 September 2017. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah paranet, gunting, nampan, pelubang atau paku, penggaris, gelas ukur, TDS meter untuk menentukan konsentrasi nutrisi AB mix, pH meter untuk mengukur pH pada larutan nutrisi, termometer untuk mengukur suhu didalam maupun diluar paranet, lux meter untuk mengukur cahaya matahari, timbangan analitik, kamera, papan nama dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah benih selada keriting hijau varietas New Grand Rapids, botol bekas air mineral ukuran 1500 ml, kain perca, rockwool dan AB mix. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 16 kombinasi antar dosis AB mix dengan interval penambahan AB mix dan 1 kontrol sehingga terdapat 17 perlakuan sebagai berikut: A1:dosis AB mix 3 ml/l dengan interval 3 hari; A2:dosis AB mix 5 ml/l dengan interval 3 hari; A3:dosis AB mix 7 ml/l dengan interval 3 hari; A4:dosis AB mix 10 ml/l dengan interval 3 hari; A5:dosis AB mix 3 ml/l dengan interval 5 hari; A6:dosis AB mix 5 ml/l dengan interval 5 hari; A7:dosis AB mix 7 ml/l dengan interval 5 hari; A8:dosis AB mix 10 ml/l dengan interval 5 hari; A9:dosis AB mix 3 ml/l dengan interval 7 hari; A10:dosis AB mix 5 ml/l dengan interval 7 hari; A11:dosis AB mix 7 ml/l dengan interval 7 hari; A12:dosis AB mix 10 ml/l dengan interval 7 hari; A13:dosis AB mix 3 ml/l dengan interval 10 hari; A14:dosis AB mix 5 ml/l dengan interval 10 hari; A15:dosis AB mix 7 ml/l dengan interval 10 hari; A16:dosis AB mix 10 ml/l dengan interval 10hari dan A0:media kain perca dengan dosis AB mix 5 ml/l tanpa interval. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga terdapat 34 petak percobaan. Setiap petak percobaan terdiri dari 16 tanaman sehingga keseluruhan terdapat 544 tanaman. Setiap perlakuan, seluruh tanaman merupakan sampel non destruktif dan pada pengamatan minggu terakhir digunakan untuk pengamatan destruktif. Pengamatan tersebut meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar total per tanaman dan berat segar konsumsi per tanaman. Data yang didapatkan dari hasil pengamatan dilakukan analisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5% yang bertujuan untuk mengetahui nyata atau tidak nyata pengaruh dari perlakuan. Apabila hasil berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda NyataTerkecil) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan dosis AB mix 3 ml/l dan interval penambahan AB mix 10 hari menunjukkan hasil yang terbaik yaitu dilihat dari tinggi tanaman pada umur 42 hst 31,00 cm , jumlah daun pada umur 42 hst 9,75 helai , berat segar total per tanaman 83,60 gram dan berat segar konsumsi per tanaman 68,09 gram. Pertumbuhan dan hasil tanaman selada terbaik terdapat pada perlakuan dosis nutrisi AB mix 3 ml dan interval penambahan nutrisi AB mix 10 hari sekali (A13). Pengaplikasian pada perlakuan A13 lebih efektif dibandingkan dengan perlakuan A10, karena dengan dosis yang rendah dan interval yang panjang dapat menghasilkan pengaruh yang sama sebagai perlakuan yang optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

English Abstract

Lettuce (Lactuca sativa L) is one of horticulture commodity which is consumed by society. Lettuce is widely selected by the community because of the texture and color that makes food interesting so as to increase appetite. Lettuce is generally consumed raw or fresh, made salad or served in various forms of cuisine. Consumption of lettuce in Indonesia in 2005 was 35.30 kg/capita/year, while in 2006 reached 34.06 kg/capita/year. In 2010, lettuce production was 41,111 tons/year and decreased in 2015, which was 39,289 tons/year (BPS, 2016). The growth rate of lettuce vegetable production in Indonesia ranged between in 2010-2015 that is 5.19-6% year-1. But the national production of lettuce is still lower than the consumption of 35.30 kg/capita/year. Meanwhile, based on data from the Director General of International Marketing PPHP, the import volume of lettuce in 2015 amounted to 21.1 tons so there is an opportunity to increase production to supply the lettuce consumption of national level. This study aims to study and know the dosage and interval of the addition of the appropriate mixture and the influence of both treatment to increase the growth of lettuce with hydroponic method. Provision of appropriate doses and intervals of addition of the right mixture gives the best results and there is an influence between the dose difference and the interval of the addition of AB mix to the growth of the lettuce plant. The research was conducted at Parangargo Street, Wagir District, Malang Regency, on July 10 - September 30, 2017. The tool used in this research is paranet, scissors, tray, piercing or nail, ruler, measuring cup, TDS meter to determine the nutrient concentration of AB mix, pH meter to measure pH in nutrient solution, thermometer to measure temperature inside and outside paranet, lux meter to measure sunlight, analytical scale, camera, nameplate and stationery. The materials used are the seeds of green curry varieties New Grand Rapids, mineral water bottles 1500 ml size, patchwork, rockwool and AB mix. This study used a Randomized Block Design (RAK) with 16 combinations of AB mixed doses with intervals of addition of AB mix and 2 controls so that there were 18 treatments as follows: A1: dose of AB mix 3 ml/l with 3 days interval; A2: 5 ml/l dose of AB mix with 3 days interval; A3: dose of AB mix 7 ml/l mixture with 3 days interval; A4: dose of AB mix 10 ml/l with 3 day interval; A5: dose of AB mix 3 ml/l with interval 5 days; A6: dose of AB mix 5 ml/l with 5 days interval; A7: dose of AB mix 7 ml/l mixture with 5 day interval; A8: dose of AB mix 10 ml/l with interval 5 days; A9: dose of AB mix 3 ml/l with 7 day interval; A10: dose of AB mix 5 ml/l with 7 days interval; A11: dose of AB mix 7 ml/l with 7 day interval; A12: dose of AB mix 10 ml/l with 7 day interval; A13: dose of AB mix 3 ml/l with 10 days interval; A14: dose of AB mix 5 ml/l with 10 days interval; A15: dose of AB mix 7 ml/l mixture with 10 days interval; A16: dose of AB mix 10 ml/l with 10hari interval; A0): pacthwork medium with dose of AB mix 5 ml/l without interval. Each treatment was repeated 2 times so that there were 34 plot experiments. Each plot consists of 16 plants so that there are a total of 544 plants. Each treatment, the whole plant is a non destructive sample and at the observation of the last week is used for destructive observation. These observations include plant height, leaf count, total fresh weight per plant and fresh weight consumption per plant. The data obtained from the observation is done by using analysis of variance (F test) with 5% level which aims to know the real or not real influence of treatment. If the results are significantly different then proceed with LSD test (Low Significant Difference) with 5% level. The results showed that with mixed dose of AB mix 5 ml and interval addition of AB mix 7 days showed the best result that is seen from plant height at age 42 hst 31,00 cm, leaf number at age 42 hst 9.75 strands, total fresh weight per plant 83.60 grams and fresh weight consumption per plant 68.09 grams. The best growth and yield of lettuce was found in the treatment of 3 ml/l mixture of AB mixed nutrient doses and the daily mixing interval of AB mix (A1). At treatment A10 gave higher yield, but no significant difference to treatment A13. Thus the application of treatment A13 is more effective than the A10 treatment, since the lower doses produce the same effect as the optimal treatment compared with other treatment

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/219/051803539
Uncontrolled Keywords: Selada, Hidroponik, AB MIX
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 635 Garden crops (Horticulture) > 635.5 Salad greens > 635.52 Lettuce
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 04 Oct 2018 04:10
Last Modified: 20 Oct 2021 08:51
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/12344
[thumbnail of TIWI FITRIANSAH.pdf]
Preview
Text
TIWI FITRIANSAH.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item