Pelaksanaan Program Jaring Pengaman Ekonomi Dan Sosial (JPES) di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo,

ArieDwiArdina (2009) Pelaksanaan Program Jaring Pengaman Ekonomi Dan Sosial (JPES) di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo,. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pembangunan, terutama bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia khususnya, telah menjadi suatu kata kunci dalam segala bidang. Indikasi ini dapat dilihat dari konsepsi pembangunan yang telah menjadi suatu trade mark atau ciri khas dalam kondisi peri kehidupan berbangsa dan bernegara. Kendala yang dihadapi dalam pembangunan di negara-negara berkembang adalah kemiskinan. Menurut data Susenas tahun 1998, Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya mempunyai 49,5 juta jiwa penduduk yang tergolong miskin. Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menangani kemiskinan. Salah satunya adalah pelaksanaan program Jaring Pengaman Ekonomi dan Sosial (JPES) yang telah dilakukan oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur sejak tahun 2007 lalu. Pelaksanaan program ini merata diseluruh Kabupaten di Propinsi Jawa Timur. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan program JPES di Propinsi Jawa Timur. Selain itu untuk mengetahui hasil yang dicapai serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan analisa pendekatan kualitatif. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan metode kualitatif yang menggambarkan suatu situasi atau kejadian dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sebagai sesuatu yang saling terikat pada saat sebelum, selama dan setelah pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program JPES di Kecamatan Banyuanyar sudah sesuai dengan tahapan yang telah dijelaskan dalam buku Pedoman Pelaksanaan. Tahapan atau proses pelaksanaan program ini merupakan tahapan yang panjang. Hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan program ini terbagi menjadi 2 yaitu secara fisik dan non fisik. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program ini adalah masyarakat, anggaran atau pembiayaan dan sarana. Sedangkan faktor penghambatnya adalah tingkat pendidikan masyarakat yang rendah serta kurang profesionalnya lembaga atau birokrasi. Dengan demikian dapat disimpukan bahwa dalam pelaksanaan program ini perlu adanya perbaikan dalam sector kelembagaan agar dapat menciptakan suasana atau tercipta keselarasan pelaksanaan program. Hal itu perlu dilaksanakan agar program dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal pelaksanaan program.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2009/41/050900580
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 658 General management
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Bisnis / Niaga
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 03 Mar 2009 10:27
Last Modified: 24 Oct 2021 04:38
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/114274
[thumbnail of 050900580.pdf]
Preview
Text
050900580.pdf

Download (6MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item