Penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Puskesmas Wagir sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

AuliaPregaAnna, (2008) Penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Puskesmas Wagir sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu bagian dari investasi sumber daya manusia untuk mencapai kesejahteraan masyarakat ( welfare society ) pada masyarakat dan pemerintahan di suatu negara. Kondisi kesehatan masyarakat Indonesia secara umum dapat dilihat dari status kesehatan dan gizi masyarakatnya, meliputi; angka kematian bayi dan balita, kematian ibu melahirkan, prevelensi (penderita penyakit) gizi kurang dan umur harapan hidup. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya; faktor lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan. Upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian diwujudkan dengan memberikan pelayanan berkualitas melalui bagan pedoman dan program terpadu tata laksana penanganan penyakit pada balita melalui Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di tingkat puskesmas. MTBS diperkenalkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang pada 28 unit Puskesmas di Kabupaten Malang. Berdasarkan laporan yang diterima Dinkes, Puskesmas Wagir merupakan salah satu Puskesmas dengan cakupan pelayanan MTBS rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan MTBS di Puskesmas Wagir dan menganalisis mutu pelayanan kesehatan masyarakat Puskesmas Wagir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metodologi kualitatif. Mekanisme pelayanan MTBS di Puskesmas Wagir dilaksanakan dengan dua cara yaitu pada Puskesmas dan pada Ruang Praktek bidan-bidan desa. Hasil penerapan MTBS di Puskesmas Wagir sudah dilaksanakan dengan baik, terbukti petugas dapat mendiagnosis lebih dari satu penyakit pada satu pasien anak. Kendala-Kendala dalam penerapan MTBS adalah kurangnya kas Puskesmas untuk ketersediaan logistik, pelayanan MTBS membutuhkan waktu yang lebih lama, serta kesulitan dalam penyusunan laporan. Pelayanan kesehatan Puskesmas Wagir dapat dikatakan bermutu pada pembatasan atas upaya yang telah dilakukan, dimana pihak Puskesmas Wagir telah memenuhi standar pelayanan minimal yang digunakan untuk mengukur mutu pelayanan yang meliputi tenaga pelaksanaan dan sarana. Tetapi pada pembatasan derajat kepuasan pengguna layanan MTBS, pelayanan kesehatan Puskesmas Wagir dapat dikatakan tidak bermutu karena tidak memenuhi lima unsure indeks kepuasan sesuai dengan kepmenpan no.25 tahun 2004. Saran peneliti pada penerapan MTBS di puskesmas wagir antara lain; menetapkan anggaran untuk logistik dari dana operasional, membuat alur pelayanan yang yang sesuai dengan buku pedoman penerapan MTBS, pelayanan MTBS dilaksanakan hanya di gedung puskesmas saja, menggunakan fasilitas puskesmas (sarana dan prasarana) untuk keperluan penyusunan laporan, memberi sosialisasi kepada orang tua pasien tentang pentingnya pelayanan MTBS, serta diadakan pemantauan secara langsung ke lapangan oleh Dinas Kesehatan untuk melihat proses pelaksanaan MTBS yang telah berjalan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2008/175/050801522
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 658 General management
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Bisnis / Niaga
Depositing User: Unnamed user with email repository.ub@ub.ac.id
Date Deposited: 15 Jul 2008 09:18
Last Modified: 22 Oct 2021 09:08
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/113572
[thumbnail of 050801522.pdf]
Preview
Text
050801522.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item