Perlakuan akuntansi aktiva tetap berwujud berdasarkan sak dan ketentuan perpajakan serta penyajiannya dalam loporan keuangan : Studi kasus pada PO.Akas IV Probolinggo.

AndrySubandono (2007) Perlakuan akuntansi aktiva tetap berwujud berdasarkan sak dan ketentuan perpajakan serta penyajiannya dalam loporan keuangan : Studi kasus pada PO.Akas IV Probolinggo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Laporan keuangan merupakan sarana utama dimana informasi keuangan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Berdasarkan laporan keuangan tersebut, pihak-pihak yang berkepentingan dapat memperoleh gambaran mengenai keadaan dan perkembangan serta sebagai dasar untuk menentukan sikap sesuai dengan jenis kepentingannya. Perbedaan kepentingan dan peraturan yang mendasari penyusunan laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal, mengakibatkan adanya perbedaan dari kedua laporan keuangan tersebut. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam pengakuan penghasilan dan biaya yang dapat dikelompokkan dalam perbedaan yang bersifat sementara ( temporary differences ) dan perbedaan yang sifatnya tetap ( permanent differences ) . Kedua perbedaan tersebut menyebabkan laba kena pajak menuru t perpajakan berbeda dengan laba akuntansi. Salah satu faktor yang menyebabkan perbedaan adalah perlakuan terhadap akuntansi aktiva tetap khususnya yang berkaitan dengan masalah penyusutan. Dalam kondisi yang seperti ini pihak manajemen memerlukan alternatif perlakuan akuntansi yang tepat agar menghasilkan informasi tentang aktiva yang akurat dan terpercaya. Berdasarkan hal tersebut diatas, penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi aktiva tetap berwujud khususnya masalah penyusutan serta penyajian pada laporan keuangan. Penelitian ini dilaksanakan pada PO. Akas Unit IV yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman 237 Probolinggo. Jenis analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, dengan fokus penelitian adalah neraca, laporan laba rugi, daftar aktiva tetap, kebijakan perusahaan mengenai penyusutan aktiva tetap serta perlakuan akuntansi pajak penghasilan oleh perusahaan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sedangkan untuk analisis data ditujukan pada perlakuan akuntansi aktiva tetap ditinjau dari SAK dan ketentuan perpajakan, laporan keuangan perusahaan, serta perlakuan akuntansi terhadap selisih besarnya pajak atas laba komersial dan laba fiskal pada laporan keuangan. Hasil analisis data menggambarkan bahwa dalam perusahaan terjadi rekonsiliasi laporan keuangan komersial dimana biaya penyusutan fiskalnya lebih besar daripada biaya penyusutan komersial, dan selisih keduanya dapat digolongkan sebagai beda waktu ( timing differences ). Hal ini dikarenakan besarnya tarif pajak yang ditetapkan perusahaan dan peraturan pemerintah berbeda. Selain itu dalam perpajakan nilai taksiran residu tidak diperhitungkan dalam menentukan besarnya biaya penyusutan. Beda waktu pada tahun 2004 dalam kasus perusahaan ini, terjadi karena biaya penyusutan, maka dilakukan alokasi pajak penghasilan yang ditangguhkan. Dalam hal ini perusahaan tidak secara khusus menghitung dan membukukan selisih pajak atas laba komersial dan laba fiskal. Berdasarkan perhitungan pajak penghasilan yang ditangguhkan, laba fiskal mempunyai nilai yang lebih besar daripada laba komersial sehingga pajak yang ditangguhkan tersebut harus dilaporkan sebagai piutang. Berkenaan dengan itu, sebagai akibat adanya pajak penghasilan berjalan dan alokasi pajak penghasilan yang ditanggungkan yang menjadi piutang dihasilkan laba bersih sehingga berpengaruh berpengaruh pada laba bersih pada neraca dan pada sisi lain akan menambah piutang pajak yang ditanguhkan yang menyebabkan penurunan hutang jangka panjang. Sedangkan modal bertambah sebesar angsuran pajak yang dibayar. Piutang pajak penghasilan yang ditangguhkan tersebut merupakan suatu piutang pajak yang ditangguhkan yaitu penurunan hutang pajak pada tahun-tahun mendatang sebagai akibat beda waktu (timing differences) biaya penyusutan antara SAK dan perpajakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyebab perbedaan antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal adalah pada perlakuan akuntansi aktiva tetap yang berpengaruh pada jumlah pajak penghasilan yang harus dibayar perusahaan, dalam hal ini laba komersial dan laba fiskal mempunyai jumlah yang berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan waktu. Pada perusahaan, alokasi pajak penghasilan yang ditangguhkan termasuk dalam komponen hak karena laba komersial lebih besar daripada laba fiskal, sehingga memperbesar piutang pajak perusahaan pada tahun akhir. Tetapi penerapan alokasi pajak penghasilan belum dilakukan oleh perusahaan. Pajak penghasilan dihitung berdasarkan laba fiskal. Sedangkan selisih antara beban pajak penghasilan berdasarkan laba komersial dan laba fiskal belum dilaporkan semestinya. Untuk itu disarankan beberapa penyempurnaan sebagai berikut : perusahaan lebih baik menggunakan metode penyusutan periodik yang disesuaikan dengan kondisi aktiva tetap yang dimiliki. Perbedaan perlakuan akuntansi aktiva tetap berdasarkan SAK dan ketentuan perpajakan yang berpengaruh pada beban pajak penghasilan dapat diselesaikan melalui alokasi pajak penghasilan yang ditangguhkan. Perusahaan juga harus mempertimbangkan laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal, khususnya pada laporan rugi laba sebagai dasar menentukan pajak penghasilan yang harus dibayar perasahaan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2007/104/050701230
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 658 General management
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Bisnis / Niaga
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 31 May 2007 00:00
Last Modified: 22 Oct 2021 15:10
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/113330
[thumbnail of 050701230.pdf]
Preview
Text
050701230.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item