Pelaksanaan Perlindungan Hukum Kawasan Cagar Budaya Situs Majapahit di Trowulan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Pradana, YosiAbdhan and Agus Yulianto, SH, MH. and Prof. Sudarsono,, S.H, M.S. (2014) Pelaksanaan Perlindungan Hukum Kawasan Cagar Budaya Situs Majapahit di Trowulan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pemerintah Kabupaten Mojokerto menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 9 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mojokerto Tahun 2012-2032 yang tercantum daerah Trowulan sebagai kawasan cagar budaya. Wilayah Trowulan merupakan kawasan cagar budaya terbesar di kabupaten Mojokerto. Pada penelitian di lokasi peneiltian, di kawasan cagar budaya situs Majapahit di Trowulan banyak ditemui industri batu bata merah yang melakukan penggalian tanah di kawasan cagar budaya tanpa memiliki izin dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Perumusan masalah dari penelitian ini yaitu: Mengapa bisa terjadi pendirian Industri Batu Bata di Kawasan Cagar Budaya Situs Majapahit di Trowulan dan Apa Upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam Melindungi Kawasan Cagar Budaya Situs Majapahit di Trowulan dan apa faktor pendukung dan penghambat serta solusinya Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis sosiologis karena melihat dan meneliti mengenai Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 9 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mojokerto Tahun 2012- 2032 dan pelaksanaan kawasan cagar budaya di Trowulan. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data primer yang didapat langsung dari lapangan dan sumber data sekunder sebagai pendukungnya. Lokasi penelitian adalah Kecamatan Trowulan, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Parwisata Kabupaten Mojokerto dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada bahwa Industri Batu Bata Merah berdiri di kawasan cagar budaya situs Majapahit di Trowulan karena Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mojokerto Tahun 2012- 2032 berjalan tidak efektif. Kegiatan Industri mengali tanah di kawasan Cagar Budaya untuk dijadikan bahan baku utama batu bata merah. Daerah Trowulan ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya oleh Pemerintah kabupaten Mojokerto di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah sedangkan Industri batu bata merah sudah ada sejak zaman dulu dan merupakan Industri turun temurun. Hal tersebut karena Industri batu bata merah sudah mencapai ribuan di Trowulan dan sudah menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat trowulan, apabila industri batu bata x x merah tersebut ditutup oleh pemerintah Kabupaten Mojokerto maka akan sangat berpengaruh terhadap hajat hidup masyarakat Trowulan. Upaya perlindungan kawasan cagar budaya di Trowulan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto yaitu dengan membuat Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang, Sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 9 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mojokerto Tahun 2012-2032, Memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar Trowulan, Mendaftarkan Trowulan ke Peringkat Nasional. Faktor Pendukung Upaya Perlindungan Kawasan Cagar Budaya Situs Majapahit di Trowulan adalah dari Pemerintah pusat melalui pengawasan dan produk hukum tentang pelestarian kawasan, Pemerintah daerah dari pelestarian secara langsung oleh DISPORBUDPAR, dan Masyarakat yang aktif dan peduli terhadap kelestarian kawasan cagar budaya di Trowulan. Faktor Penghambat Upaya Perlindungan Kawasan Cagar Budaya Situs Majapahit di Trowulan adalah dari Pemerintah pusat yang lambat dalam mengeluarkan APBN untuk pelestarian kawasan cagar budaya, Pemerintah daerah yang tidak tegas dalam menutup industri batu bata merah, dan masyarakat yang masih belum mempunyai rasa percaya akan rencana pemerintah dalam menerapkan Mojopahit Park. Solusi yang dapat ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto dengan cara membuat peraturan daerah tentang cagar budaya, menyediakan APBD untuk kawasan cagar budaya dan merealisasikan Majapahit Park.

English Abstract

Government publishes Mojokerto Mojokerto Regency Regulation No. 9 of 2012 on Spatial Planning Mojokerto Year 2012-2032 Trowulan area listed as a cultural heritage area. Trowulan region is the largest heritage area in Mojokerto regency. In research on peneiltian location, in the area of cultural heritage sites in Trowulan Majapahit ubiquitous red brick industrial excavation in the area of cultural heritage without having permission from the Government of Mojokerto. Formulation of the problem of this research is: Why did it happen establishment Brick Industry in Central Heritage Site Majapahit in Trowulan and what efforts were made by the Government in Mojokerto Protecting World Heritage area of Majapahit in Trowulan and what enabling and inhibiting factors and solution The method approach is used because the juridical sociological view and examine the Mojokerto Regency Regulation No. 9 of 2012 on Spatial Planning Mojokerto Year 2012-2032 and the implementation of the heritage area in Trowulan. The data obtained were analyzed using descriptive qualitative primary data source is obtained directly from the field and secondary data sources as supporters. The research location is District Trowulan, Department of Youth Sports and Culture, the tourism Mojokerto and Heritage Preservation Hall East Java Province. Based on the results of the study, the authors obtained answers to existing problems that the industry stood at Red Bricks heritage area because the site of Majapahit in Trowulan Regional Regulation No. 9 of 2012 on Spatial Planning Mojokerto Year 2012-2032 run ineffectively. Industrial activity in the soil multiply the heritage area to be used as the main raw materials of red brick. Trowulan area designated as a heritage area by the Government of Mojokerto district in the Spatial Plan of red brick while the industry has existed since ancient times and is a hereditary Industry. This is because the red brick industry has reached thousands in Trowulan and livelihoods have become most people Trowulan, when the red-brick industry shut down by the government Mojokerto it will greatly affect the lives of people Trowulan. Safeguard the heritage area in Trowulan by Mojokerto regency government is to make the Regulation on Spatial Planning, Socializing Mojokerto Regency Regulation No. 9 of 2012 on Spatial Planning Mojokerto Year 2012-2032, Providing employment to the people around Trowulan, Registering Trowulan to the National Rating. Factors Supporting the xii xii Safeguard of Heritage Region Site Majapahit in Trowulan is from the central government through oversight and legislation concerning the preservation of the region, the Government of the conservation area directly by DISPORBUDPAR, and active communities and care about the preservation of the cultural heritage in Trowulan. Obstacles Safeguard Region Heritage Site of Majapahit in Trowulan is slow in the central government issued a state budget for the preservation of cultural heritage area, the local government does not shut down the industry firmly in the red brick, and people who still do not have confidence in the government will plan apply Mojopahit Park. Solutions that can be taken by the Government of Mojokerto with local regulations on how to create a cultural heritage, providing budget for the heritage area and realize the Majapahit Park.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2014/282/051407181
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 24 Oct 2014 09:04
Last Modified: 22 Apr 2022 07:41
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/111920
[thumbnail of 051407181.pdf]
Preview
Text
051407181.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item