Pendapat Hakim Terhadap Permohonan Isbat Nikah Yang Diajukan Setelah Tahun 1974 (Studi Kasus Perkara Nomor 155/Pdt.P/2010/Pa.Mlg. Di Pengadilan Agama Kota Malang)

Yuliani, PutriDewi (2012) Pendapat Hakim Terhadap Permohonan Isbat Nikah Yang Diajukan Setelah Tahun 1974 (Studi Kasus Perkara Nomor 155/Pdt.P/2010/Pa.Mlg. Di Pengadilan Agama Kota Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Abstrak penelitian ini memaparkan dan menjawab permasalahan mengenai pendapat hakim terhadap permohonan isbat nikah yang diajukan setelah tahun 1974 relevansinya dengan penetapan atas permohonan isbat nikah dalam perkara nomor 155/Pdt.P/2010/PA.Mlg yang melatarbelakangi penelitian ini adalah salah satu permasalahan perkawinan yang ada di Indonesia adalah perkawinan dibawah tangan atau perkawinan liar yaitu perkawinan yang dilakukan diluar ketentuan hukum perkawinan yang berlaku secara positif di Indonesia. Perkawinan dibawah tangan tidak mengikuti aturan hukum yang berlaku, perkawinan semacam ini tidak mempunyai kepastian dan kekuatan hukum karenanya tidak pula dilindungi oleh hukum dan tidak diakui oleh Negara atau pemerintah Indonesia. Akibatnya pasangan suami-isteri tersebut tidak memiliki bukti otentik bahwa mereka telah melaksanakan suatu perkawinan yang sah. Tujuan dari masyarakat mengajukan permohonan isbat nikah ke Pengadilan Agama antara lain ingin memperoleh pengesahan nikahnya dengan memiliki akta nikah dari pemerintah Indonesia, agar memperoleh hak-haknya sebagai pasangan suami-isteri kepada pemerintah. Pada kasus perkara nomor 155/Pdt.P/2010/PA.Mlg yaitu Pemohon I dan Pemohon II telah melaksanakan perkawinan sirri pada tahun 2007 secara Islam. Saat kawin sirri, status Pemohon I berstatus Duda dan Pemohon II berstatus Janda. Dari perkawinan sirri tersebut dikaruniai 1 (satu) anak berumur 2 tahun. Oleh karena perkawinan antara Pemohon I dan Pemohon II dilaksanakan secara sirri dan belum dicatatkan di Kantor Urusan Agama yang bersangkutan. Pada saat ingin membuat Akte Kelahiran Pemohon I dan Pemohon II tidak mempunyai buku nikah, dan selanjutnya mereka mengajukan permohonan isbat nikah di Pengadilan Agama Kota Malang. Pemohon I dan Pemohon II menyatakan sanggup membayar semua biaya yang timbul dalam perkara ini. Berdasarkan alasan-alasan tersebut para Pemohon mohon kepada Ketua Pengadilan Agama Malang agar berkenan menerima, memeriksa, dan selanjutnya menjatuhkan Penetapan. Tipe penelitian ini termasuk penelitian empirical legal research. Dalam hal ini peneliti mengadakan penelitian di Pengadilan Agama Kota Malang. Teknik pengumpulan data yang diperoleh adalah mengadakan wawancara kepada narasumber serta pihak pemohon dalam putusan. Mengenai analisa data menggunakan analisa deskriptif yang bertujuan untuk memaparkan mengenai hasil penelitian dan pembahasan pendapat hakim terhadap permohonan isbat nikah yang diajukan setelah tahun 1974 dengan putusan atas permohonan isbat nikah dalam perkara nomor 155/Pdt.P/2010/PA.Mlg.,hasil penelitian menunjukkan bahwa tentang dikabulkannya pengajuan isbath nikah dalam perkara nomor 155/Pdt.P/2010/PA.Mlg oleh Majelis Hakim sudah sesuai dengan Undang-undang No.1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (1) dan pasal 42 jo. Pasal 4, pasal 7, dan pasal 99 Kompilasi Hukum Islam.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2012/153/051202397
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 22 Oct 2012 14:25
Last Modified: 22 Oct 2021 06:46
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/111259
[thumbnail of 051202397.pdf]
Preview
Text
051202397.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item