Penanggulangan Tindak Pidana Pembobolan Anjungan Tunai Mandiri Oleh Polri : Studi di Polresta Pasuruan

Wardhana, Girindra (2011) Penanggulangan Tindak Pidana Pembobolan Anjungan Tunai Mandiri Oleh Polri : Studi di Polresta Pasuruan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) merupakan suatu mesin yang berfungsi sebagai tempat bagi para nasabah suatu bank untuk melakukan transaksi finansial tanpa bertatap muka secara langsung dengan teller di bank. ATM menyediakan uang tunai dalam jumlah yang besar tanpa adanya penjagaan sehingga rawan menjadi objek tindak pidana. Oleh karena itu perlu untuk diketahui proses penanggulangan tindak pidana pembobolan ATM, hambatan yang dihadapi pihak kepolisian, dan upaya penanggulangan yang dilakukan pihak Kepolisian. Penelitian dilakukan dengan pendekatan yuridis sosiologis yang bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan terhadap keadaan nyata di masyarakat dengan tujuan untuk menemukan fakta yang kemudian dilanjutkan dengan menemukan masalah, identifikasi masalah dan pada akhirnya menuju penyelesaian masalah. Pengumpulan data diperoleh dari data primer berupa wawancara secara langsung kepada pihak Polresta Pasuruan dan hasil survei. Data sekunder yang terdiri dari studi kepustakaan dari literatur dan peraturan perundang-undangan yang menunjang penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak Polresta Pasuruan telah melakukan serangkaian tindakan terkait dengan penanggulangan tindak pidana pembobolan ATM. Rangkaian tindakan ini bersifat preventif dan represif. Tindakan yang bersifat preventif antara lain dengan mengadakan tindak pengawalan, pengamanan, dan pengawasan terhadap bank dan fasilitas bank. Sedangkan untuk penanggulangan yang bersifat represif diwujudkan dengan melakukan rangkaian proses penindakan hukum pidana mulai dari penyelidikan sampai dengan pelimpahan berkas berita acara pemeriksaan ke Pengadilan. Hambatan yang dihadapi pihak Polresta yang bersifat preventif adalah kurangnya personel yang ditanggulangi dengan tidak membuat kesepakatan dengan bank, mengerahkan personel berdasarkan situasi, dan pelaksanaan tindakan berdasarkan prinsip selektif prioritas. Sedangkan hambatan minimnya kendaraan dinas diatasi dengan menggunakan kendaraan pribadi personel dalam tugas. Hambatan penanggulangan represif adalah sulitnya pelacakan karena minim peralatan dan kurangnya petunjuk. Hambatan ini diatasi dengan cara mengintensifkan komunikasi dengan pihak bank dan meningkatkan kerjasama dengan kepolisian di wilayah yang berbeda. Penelitian juga menunjukkan bahwa bank telah meningkatkan keamanan mesin ATM dengan memasang komponen keamanan baru yang lebih canggih.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2011/86/0511001921
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with email repository.ub@ub.ac.id
Date Deposited: 13 Jun 2011 10:55
Last Modified: 22 Oct 2021 06:14
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/111186
[thumbnail of 051101921.pdf]
Preview
Text
051101921.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item